Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saat Membaca Bukan Sekadar Hobi, Ada Jasa Joki Baca Buku yang Dibayar
ilustrasi membaca buku bisa membantumu mengeluarkan emosi dengan cara yang aman (pexels.com/Thirdman)
  • Jasa joki baca buku ramai di Threads setelah unggahan menawarkan pembacaan buku, anotasi, highlight, sticky tabs, rangkuman, hingga foto estetik dengan tarif Rp500 ribu sampai jutaan.

  • Penyedia jasa menerima buku dari klien, membacanya, menambahkan catatan, lalu mengembalikan buku beserta foto. Model ini terinspirasi layanan ghost reader dan konten dari luar negeri.

  • Layanan ditujukan bagi orang yang membutuhkan poin bacaan atau rangkuman tanpa banyak waktu, meski memicu pro-kontra terkait penggunaan untuk membangun citra intelektual.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
5/10/2026

Threads ramai dipenuhi utas yang membahas jasa joki baca buku. Unggahan IL berjudul “Open Jasa Joki Baca Buku” menarik 324K views.

Selasa (6/10/2026)

Salsanasyah menjelaskan alasan menjadikan jasa joki baca buku sebagai peluang bisnis. Ia menyebut sudah ada tiga orang yang ingin memakai jasanya.

sejak unggahannya terbit

Salsanasyah menyebut sudah ada tiga orang yang ingin memakai jasanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jasa joki baca buku menawarkan pembacaan buku, anotasi, catatan, rangkuman, dan foto estetik untuk klien.
  • Who?
    Pengguna Threads berinisial IL, Amel, dan Salsanasyah menawarkan jasa tersebut.
  • Where?
    Jasa itu ditawarkan melalui Threads, sementara buku dikirimkan klien kepada penyedia jasa.
  • When?
    Pembahasan ramai di Threads pada 5/10/2026. Salsanasyah memberikan keterangan pada Selasa (6/10/2026).
  • Why?
    Jasa ini ditujukan bagi orang yang ingin mengetahui isi buku, memperoleh rangkuman, anotasi, atau foto, tetapi tidak memiliki banyak waktu.
  • How?
    Klien mengirim buku kepada penyedia jasa. Buku dibaca, diberi highlight atau anotasi, lalu dikirim kembali bersama foto-foto jika diminta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jasa joki baca buku dibuat oleh IL, Amel, dan Salsanasyah. Mereka membaca buku milik orang lain, lalu memberi catatan, rangkuman, atau foto cantik. Orang membayar karena tidak punya banyak waktu. Jasa ini ramai dibicarakan di Threads dan sudah ada orang yang tertarik memakainya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jasa joki baca buku membuka ruang bagi hobi membaca untuk menjadi peluang bisnis bagi generasi muda. Layanan berupa rangkuman dan anotasi juga dapat membantu orang menangkap poin bacaan ketika waktu mereka terbatas. Dalam kondisi tertentu, sudut pandang penyedia jasa bahkan berpotensi mendorong konsumen membaca buku secara keseluruhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar soal buku? Selama ini, mungkin kamu sering menemui unggahan orang-orang yang sengaja me-review atau memberikan rekomendasi soal buku. Tapi, ada yang berbeda di Threads. Kemarin (5/10/2026), media sosial berlambang @ itu cukup ramai dipenuhi oleh utas-utas yang membahas jasa joki baca buku.

Berawal dari seorang pengguna yang membuat utas dengan judul “Open Jasa Joki Baca Buku”. Utas yang menyentuh 324K views tersebut sudah menggugah rasa penasaran banyak warganet yang melontarkan beragam pertanyaan di kolom komentar. Fenomena ini menjadi salah satu bukti bahwa hobi sebenarnya bisa menjadi cuan, tapi apa sebenarnya yang dimaksud jasa joki baca buku?

1. Dari joki strava ke joki baca buku, generasi sekarang menangkap banyak peluang karier yang tak terduga

ilustrasi membaca buku bisa membantumu beristirahat dari sibuknya media sosial (pexels.com/George Milton)

Seorang pengguna Threads berinisial IL membuat unggahan “Open Jasa Joki Baca Buku”, lengkap dengan syarat dan ketentuannya. Dari satu unggahan itu berakhir ke puluhan unggahan serupa. Banyak orang merasa melihat ada peluang baru dan ikut membuka dan menawarkan jasa yang sama.

Di unggahan itu, IL mengatakan bahwa ia menerima tawaran untuk membaca buku dalam bahasa Indonesia maupun Inggris dengan berbagai genre. Bahkan, ia juga menawarkan jasa foto estetik jika klien ingin mengunggahnya ke media sosial.

Tak hanya IL, ada juga pengguna Threads lainnya bernama Amel (@amelswrld) yang membuka jasa serupa khusus buku bahasa Indonesia. Jasa yang ditawarkannya sudah termasuk sampul buku, anotasi, hingga sticky tabs warna-warni. Para penyedia jasa ini menawarkan harga yang bervariasi, mulai dari Rp500 ribu, Rp700 ribu, bahkan bisa menyentuh jutaan tergantung buku yang diberikan.

Cara kerjanya sederhana, di mana klien bisa mengirimkan bukunya kepada penyedia jasa joki. Lalu, penyedia jasa akan membacanya, memberikan highlight atau anotasi, memberi catatan tertentu, hingga menyediakan layanan foto estetik dari buku yang sudah dibaca. Setelahnya, buku dan foto-foto akan dikirim kembali kepada klien.

2. Terinspirasi oleh ghost reader yang ada di luar negeri, joki baca buku mulai ada di Indonesia

Ilustrasi anotasi buku (Pexels.com/cottonbro studio)

Rupanya, ada banyak perspektif dari beberapa penyedia jasa joki baca buku ini. Buku menjadi suatu objek yang punya peran penting. Ada orang yang membeli buku karena ingin membaca atau ingin menampilkan sisi yang berbeda. Sayangnya, membaca buku tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan tidak semua orang punya waktu sebanyak itu.

“Saya melihat peluang masyarakat yang ingin mengetahui isi buku atau membuat resume atau hanya sekadar foto dan anotasi aesthetic ala pinterest, tetapi tidak punya banyak waktu. Kemudian, sebagai hobi juga, akhirnya saya jadikan peluang bisnis di sela-sela kesibukan,” kata Salsanasyah, penyedia jasa joki baca buku di Threads, pada Selasa (6/10/2026).

Salsanasyah (@salsanasyah) menyebut sejak unggahannya terbit, sudah ada tiga orang yang ingin memakai jasanya. Hal sama juga dirasakan IL dan Amel, ada beberapa orang yang tertarik dan bertanya-tanya dan berpotensi menjadi potential client.

Maka dari itu, jasa joki baca buku ini hadir sebagai jalan pintas. Generasi muda sekarang bisa menangkap peluang ini menjadi ide bisnis baru. Yang dibeli bukan cuma jasa membaca, tapi apa yang mereka dapatkan dari buku yang sudah dibaca itu.

Sementara, awal mula IL membuka jasa ini karena sempat melihat konten bookstagram luar negeri yang berhasil membaca 40 buku sebulan. Ada komentar dari orang lain yang beranggapan bahwa bookstagram tersebut memakai joki.

“Aku sempat mikir ‘Lah emang baca buku bisa dijokiin, dapat apa sih?' Pas aku searching beneran ada yang buka jasa ghost reader bahkan kemarin sempet ada bilang di Etsy ada yang jual jasanya, mana lumayan lagi,” cerita IL kepada IDN Times.

Amel juga mengatakan, “Terinspirasi dari orang lain. Awalnya lihat reels mba-mba US gitu. Dia jelasin kalau di sana emang udah umum ada joki ini. Terus lihat reels orang Indonesia yang bahas juga”.

3. Apa yang sebenarnya dibeli klien: waktu, rangkuman, atau validasi?

Ilustrasi memberi anotasi pada buku (pexels.com/@furkanfdemir)

Ketika seseorang menggunakan jasa joki baca buku, sebenarnya apa yang sedang mereka cari? Apakah hanya sebuah ringkasan buku, waktu yang lebih efisien, atau sekadar kepuasan karena bisa mengatakan sudah membaca sebuah karya?

Bagi IL, ide membuka jasa ini berangkat dari kesadaran bahwa tidak semua orang punya cukup waktu untuk membaca buku atau memahami suatu tulisan seperti jurnal. Hadirnya jasa joki baca buku bisa membantu orang-orang yang memang butuh bantuan untuk menangkap poin-poin bacaan. Tapi di sisi lain, IL melihat ada kemungkinan seseorang butuh untuk menampilkan citra diri yang baik.

“Akhirnya aku punya ide 'Gimana kalau aku buka juga, buat orang yang dalam tanda kutip haus validasi terlihat intelektual atau buat orang sebenarnya butuh rangkuman buku atau jurnal atau artikel, tapi gak punya banyak waktu',” ujar IL.

Meski begitu, fenomena ini tidak serta merta diterima oleh banyak orang. Ada warganet yang pro maupun kontra terhadap jasa ini. Sementara menurut Amel, jasa ini adalah win win solution. Di mana ada target dan pasarnya, karena belum pernah ada di Indonesia.

Amel mengaku, “Ini menarik banget. Di satu sisi orang-orang yang ingin cepat dapat poin dari sebuah buku dengan tetap bisa menikmati setiap lembar bukunya, bisa dapat solusi dari jasa ini”.

Sama halnya dengan apa yang dikatakan oleh Salsanasyah. Menurutnya, ada saja tipe orang yang enggan melanjutkan membaca buku-buku tebal. Tapi ketika ada resume atau sudut pandang yang menarik, akan sangat mungkin memunculkan ketertarikan konsumen untuk membaca buku secara keseluruhan.

“Jika anotasi pemberi jasa nya menarik dan konsumen suka, pasti konsumen akan tertarik membaca bukunya dan tidak hanya sekadar sebagai ajang adu-aduan intelektualitas,” ungkap Salsanasyah.

Fenomena ini bisa menjadi hal yang positif untuk menarik ketertarikan orang membaca buku. Tapi jika hanya berhenti pada keinginan untuk terlihat sudah membaca tanpa benar-benar memahami isi buku, justru berpotensi menggeser esensi dari aktivitas membaca itu sendiri.

Curated For You

Editorial Team

Related Article