Comscore Tracker

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh Makna

Hobi jadi profesi sekaligus membangun personal branding

Arsal Bahtiar merupakan seorang traveller dan content creator yang dikenal aktif mengabadikan momen-momen berpetualang melalui media sosial. Di balik serunya berpetualang, ternyata banyak pengalaman unik dan berkesan yang begitu melekat di memori.

Sejak keluar dari pekerjaannya, Arsal memilih aktif berbagi momen ekspedisi sekaligus membangun personal branding melalui media sosial. Penasaran dengan cerita seru Arsal Bahtiar berkecimpung dalam dunia travelling? Simak perjalanan yang dibagikannya bersama IDN Times pada Senin (18/10/2021) di bawah ini.

1. Terkendala cuti, Arsal memilih resign dan memulai ekspedisinya menyambangi 33 gunung di Indonesia

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh MaknaArsal Bahtiar (dok. pribadi/Arsal Bahtiar)

Berbekal ilmu Desain Komunikasi Visual, lulusan Telkom University ini memulai perjalanan kariernya dengan merantau di Jakarta. Seperti orang lain pada umumnya, Arsal mencoba meraih peluang karier dengan bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif.

Sejalan dengan ilmunya, ia berkutat dengan pekerjaan yang berhubungan dengan kebutuhan marketing perusahaan besar. Sayangnya, setelah 1,5 tahun meniti karier, ia merasakan ketidakcocokan dengan budaya Jakarta yang 'pergi gelap, pulang gelap'.

Tak habis akal, ia memutuskan kembali ke Bandung dan mengerjakan beberapa proyek seputar branding dan audio visual, serta memulai pekerjaan baru sebagai drafter dan designer. Perjalanan belum usai, ia mendapatkan lowongan di tempat kerja lain yang membuatnya lebih mencintai kegiatan luar ruang.

"Aku memutuskan resign karena dapat panggilan di Eiger. Di sini cukup lama, kurang lebih sekitar 3,5- 4 tahun. Dari kuliah, saya udah pengen. Kok kayaknya asyik kerja di Eiger. Akhirnya dari sana, aku lebih dalam mencintai kegiatan luar ruang. Entah itu mendaki gunung, melakukan perjalanan pindah tempat antar kota, atau ke lautan. Dari bekerja di perusahaan luar ruang, aku suka travelling," cerita Arsal.

Beberapa pekerjaan menuntutnya untuk berpetualang. Menurut Arsal, petualangannya dimulai saat urusan dinas memanggil. Waktu kerja dimanfaatkannya sekaligus untuk jalan-jalan.

Kecintaannya terhadap alam memang sudah mendarah daging. Nyatanya, hasrat travelling semakin memuncak. Daripada mengorbankan tanggung jawab pekerjaannya, ia memilih resign.

"Kerjaan udah enak, cuman hasrat travelling ini semakin tinggi gitu. Pengen keliling Indonesia, cuma terkendala cuti. Kalau perusahaan kan ada cuti terbatas, cuti juga paling cuma 12 hari setahun. Daripada saya mengganggu tanggung jawab pekerjaan atau pekerjaan malah gak bener, ya udah aku memutuskan untuk keluar dan melakukan ekspedisi dengan jalan-jalan ke berbagai gunung di Indonesia. Kebetulan waktu itu aku belum tahu mau ke mana. Eh, pas keluar, ternyata saya diajak kerjasama sama bung Fiersa Besari untuk menyambangi 33 gunung yang ada di Indonesia," lanjutnya.

2. Pengalaman kecelakaan di Turki tak lantas membuat Arsal berhenti berpetualang

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh MaknaArsal Bahtiar (dok. pribadi/Arsal Bahtiar)

Di tengah Ekspedisi Atap Negeri yang sempat terhenti karena pandemik, Arsal dan rombongan menyempatkan diri berkunjung ke Turki, negara lintas benua (transkontinental) pada 11 Maret 2021. Baru 6 hari berada di Turki, ia dihantam kenyataan buruk bahwa bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan akibat tergelincir salju sepulang bermain ski dari Gunung Erciyes.

Perjalanannya di negeri orang penuh dengan lika-liku, mulai dari perbedaan musim, kesulitan berkomunikasi, hingga perbedaan masakan. Namun, ia harus menelan pil pahit karena kecelakaan tersebut.

"Bus yang aku naikin itu tergelincir, terus nabrak tebing. Benturannya cukup parah. Aku kan duduk paling depan tuh, jadi termasuk golongan orang yang parah. Total waktu ke Turki itu ada 23 orang ikut trip itu. Nah, yang 6 orang ini lukanya cukup parah, patah tulang. Yang 17 orang cuma luka-luka biasa. Yang 6 orang termasuk aku, akhirnya dilakukan tindakan langsung dan dioperasi di sana," ujar Arsal.

Beruntung, ada mahasiswa Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang datang membantu hingga Arsal bisa kembali ke Indonesia. Walau sekarang proses pemulihan sudah 90 persen, ia mengaku belum bisa naik gunung karena ketidakmampuannya membawa beban berat. Pengalaman ini bukanlah penghalang untuknya berpetualang kembali.

"Traumanya bukan soal jalan-jalan. Traumanya ketika naik kendaraan dengan kecepatan tinggi. Sebenernya kan kalau naik kendaraan, itu yang ditakutkan nabrak.Traumanya di situ, tapi kalau naik gunung dan ketinggian itu gak sih," terangnya.

3. Mengabadikan aset Indonesia sama dengan menabung cerita untuk keluarga dan orang lain

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh MaknaArsal Bahtiar (dok. pribadi/Arsal Bahtiar)

Travelling mengajarkannya membangun karakter. Mau tidak mau, traveller ditempa dengan kondisi serba terbatas. Kondisi ini yang mendorong traveller untuk berkomunikasi, beradaptasi dengan segala perubahan di lapangan, tidak berekspektasi, dan melawan diri sendiri.

Banyak sekali pengalaman unik dan berharga yang ia temukan selama travelling. Arsal sempat mengatakan bahwa setiap tempat punya keunikannya masing-masing. Semakin sering berpetualang, ia semakin haus mengenal daerah dan keunikan lainnya.

"Indonesia itu ternyata luas banget setelah pergi ke beberapa tempat. Ternyata Indonesia itu bukan cuma Jawa, jadi di berbagai tempat itu lebih indah. Misalkan ngomongin Jawa kan lebih ke ekonomi yang mapan. Cuman kalau untuk melakukan perjalanan dan petualangan mencari keunikan itu di luar Jawa, justru lebih keren menurut saya, lebih beragam," tuturnya.

Semua dituangkannya dalam bentuk konten video seperti mini vlog atau semi dokumenter melalui kanal YouTube pribadinya. Menurutnya, foto hanya sekadar gambar diam sehingga orang akan terbatas menceritakan suatu pengalaman melalui tulisan. 

"Yang utama, aku selalu ceritakan melalui YouTube biar orang ikut merasakan perjalanan atau ikut di dalemnya. Kalau untuk foto, sebenarnya sebagai media pelengkap. Foto itu jadi bahan saya untuk mempromosikan," tambahnya.

"Saya juga pengen mengabadikan aset Indonesia. Entah itu keindahan alamnya, budayanya, keramahtamahan penduduknya. Jadi pengen mengabadikan aset indonesia aja untuk cerita nanti, entah untuk saya dan keluarga atau bisa bermanfaat buat banyak orang," jelasnya lagi.

Baca Juga: Perjalanan Asaelia Aleeza Meretas Stigma Isu Kejiwaan yang Dinilai Aib

4. Pandemik adalah kesempatan untuk beristirahat bagi diri sendiri dan alam. Alam juga butuh berbenah diri

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh MaknaArsal Bahtiar (dok. pribadi/Arsal Bahtiar)

Pandemik COVID-19 memengaruhi banyak sektor, termasuk menutup akses ke area wisata. Hal ini begitu terasa bagi seorang traveller dan kreator seperti Arsal yang dipenuhi kegiatan luar ruang.

"Selama pandemik, mungkin dampak yang paling pertama ya kita gak bisa jalan ke sana kemari. Jadi ya udah, kita gak bisa bikin konten. Mungkin yang kedua, yang tadinya banyak kerjaan offline, datang ke mana nih menghadiri suatu acara, itu gak ada," ujarnya.

Akan tetapi, Arsal mampu melihat pandemik ini sebagai potensi yang baik untuk alam. Baginya, pandemik gak hanya membuat manusia beristirahat dari aktivitas luar, tetapi juga mengizinkan alam beristirahat.

"Pandemik sebagai salah satu cara agar alam memperbaiki diri juga, sih. Alam terlalu banyak dikunjungi orang kan jadi kotor dan rusak. Alam juga ingin beristirahat, tuh. Sekalian alam yang dulunya rusak jadi lebih asri lagi. Jadi kitanya istirahat, alamnya juga akan berbenah diri. Yang dulunya rusak dan mati, sekarang mulai tumbuh lagi," tegas pria asal Bandung ini.

Hal ini juga berkaitan dengan keresahan Arsal terhadap kondisi alam. Ia punya kegelisahan tentang orang-orang yang gak bisa menjaga alam dengan baik. Menurutnya, setiap orang harus punya rasa memiliki agar alam tetap terjaga.

"Tanggung jawab utama bukan sepenuhnya pengelola, tetapi kita juga harus punya rasa memiliki juga. Jangan berbuat di luar nalar kita lah," ungkapnya.

Dari pandemik juga, Arsal memanfaatkan momen untuk upgrade skills dengan lebih belajar hal positif dan saling berbagi. Misalnya berbagi pengalaman di bidang foto dan audio visual atau travelling. 

"Jadinya orang-orang selama pandemik itu gak diem, ada ilmu yang didapat. Saya juga dapat ilmu baru, 'Oh, ternyata orang-orang itu kesulitan dalam hal ini’," beber dia.

5. Pesan untuk mereka yang ingin menjadikan hobi atau passion menjadi profesi

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh MaknaArsal Bahtiar (dok. pribadi/Arsal Bahtiar)

Arsal menjelaskan bahwa prinsip utamanya adalah harus menyukai terlebih dahulu apa yang kita kerjakan. Lalu, mulai mengenali potensi diri dan kemampuan yang kita punya.

"Kebetulan aku mempunyai skill atau kemampuan di bidang fotografi dan videografi, ya kita gali di dua bidang itu dari skill dan behavior," jelasnya.

Kemudian, mencari referensi yang serupa dan terapkan ilmu ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Caranya bisa dengan membuat karya orisinil sesuai karakter diri sendiri.

Arsal mencontohkan caranya membangun personal branding dengan menggunakan nama #KoncoGunung. Ia menerapkan nama tersebut di setiap videonya. Dalam setiap program atau konten di YouTube, Arsal selalu memasukkan kata 'Konco'. Ia melanjutkan, "Jadi semua saya branding dengan rapi agar orang mudah mengingat. Intinya mempermudah orang mengenal kita."

Jangan lupa untuk update tren media dan mengikutinya. Tujuannya untuk menjaga eksistensi karena telanjur terjun ke dunia digital. Ia juga menekankan pada ide, konsep, merekam, bikin video, punya ilmu editing, serta punya ilmu marketing untuk mempromosikan diri agar karya ditonton.

"Kita harus punya relasi, gimana caranya kita bekerja sama dengan brand dan orang lain. Jadi memang harus multitasking, dari yang dulunya bekerja di perusahaan sesuai jobdesc, ketika kita memutuskan menjadi konten kreator, kita harus multitasking," pungkas Arsal.

Terakhir, kuncinya adalah mencoba dan konsisten. Untuk konsisten itu gak mudah, lho!

6. Tertarik travelling? Ini dia hal basic yang penting kamu ketahui untuk pemula

Perjalanan Arsal Bahtiar Abadikan Momen Petualangan Penuh MaknaArsal Bahtiar (dok. pribadi/Arsal Bahtiar)

Bagi orang yang baru memulai perjalanannya mengabadikan momen terindah, ada beberapa hal dasar yang wajib kamu ketahui. Pertama, harus riset dulu dan ini berlaku untuk setiap jenis travelling, gak hanya ke gunung.

"Ketika mau mulai travelling, kita harus riset dulu mau ke mana. Terus kita harus punya pengetahuan dasar. Katakanlah kita mau travelling ke gunung, kita harus punya pengetahuan dasar ke gunung itu seperti apa setelah riset tadi. Entah itu pengetahuan dasar survival, logistik. Terus kita harus mulai bikin perencanaan pendakian seperti lokasinya di mana, level ketinggiannya, perginya sendiri atau bawa teman," ceritanya.

Ada juga perkiraan riset cuaca dan lokasi. Semuanya akan ada dengan jelas di Rencana Operasi Pergerakan (ROP) yang sudah dibuat berdasarkan itinerary. 

"Kita harus mempersiapkan fisik karena berhubungan dengan jalan-jalan itu butuh fisik yang sehat. Setidaknya, kita harus rajin jogging minimal seminggu berapa kali gitu. Setelah fisik disiapkan, peralatan dan perlengkapan yang kita pakai juga harus sesuai prosedur atau standarnya," pungkasnya.

"Prinsipnya, mendaki gunung itu seperti bekerja. Berangkat pagi, sore sudah harus pulang. Tapi kalau di gunung kan gak mungkin pulang, jadi misalkan jalan jam 8 pagi ya jam 4 sore kita harus istirahat bikin tenda. Kita mulai aktivitas besok lagi," tutupnya.

Selain beradaptasi, Arsal mengingatkan bahwa travelling sama dengan menekan ego. Bukan gunungnya yang ditaklukkan lho, karena gak ada yang bisa menaklukkan gunung. Menurutnya, perjalanan berpetualang ini sama dengan berjuang melawan diri sendiri.

Demikian perjalanan singkat Arsal Bahtiar dalam mengabadikan momen-momen terindah. Semoga kamu bisa belajar banyak hal baik dari ceritanya. Semoga menginspirasi, ya!

Baca Juga: Maureen Hitipeuw, Perangkul Sesama Ibu Tunggal untuk Hidup Berdaya

Topic:

  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya