Ketika seseorang mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus terasa mahal, respons yang muncul sering kali justru menyuruhnya mengurangi pengeluaran. Kurangi jajan, jangan sering beli kopi, masak sendiri, pindah ke tempat tinggal yang lebih murah, atau berhenti membeli barang yang dianggap tidak penting. Seolah-olah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup selalu terjadi karena seseorang kurang pandai mengatur uang.
Padahal, tidak semua orang sedang kesulitan karena kebanyakan belanja atau memaksakan gaya hidup. Ada orang yang sudah jarang makan di luar, tidak pernah liburan, bahkan harus menghitung pengeluaran untuk membeli lauk sehari-hari, tetapi penghasilannya tetap tidak cukup. Sebelum buru-buru menyuruh orang lain hidup lebih hemat, ada beberapa hal yang perlu dipahami dari kondisi tersebut.
