Ilustrasi merenung (pexels.com/ArtHouse Studio)
Sering kali orang hanya melihat keluhan anak muda di media sosial tanpa melihat perjuangan di baliknya. Padahal banyak dari mereka sedang mencoba bertahan dengan kondisi hidup yang berat: gaji pas-pasan, biaya hidup naik, sulit mencari kerja stabil, sampai tekanan keluarga dan lingkungan.
Usia 20-an memang merupakan fase hidup yang penuh ketidakpastian dan tekanan, semua ini normal. Psikolog klinis perkembangan Dr. Meg Jay, dalam wawancaranya yang dimuat New York Post, menjelaskan bahwa banyak anak muda sebenarnya sedang belajar menghadapi kehidupan dewasa, bukan sekadar terlalu sensitif.
"Begitu banyak anak muda berusia dua puluhan yang berjuang, namun sebagai sebuah budaya, kita tidak yakin apa yang harus dipikirkan atau dilakukan. Ini adalah masa yang sangat, sangat sulit karena ini adalah satu-satunya dekade kehidupan di mana semuanya tidak pasti, semuanya tidak stabil. Ini sangat menegangkan dan membuat orang merasa depresi dan cemas,” kata Dr. Meg Jay.
“Selama saya berkecimpung di bidang ini, usia dua puluhan selalu menjadi titik terendah kesehatan mental. Sebenarnya bukan hal baru bahwa anak muda berusia dua puluhan berjuang. Hanya saja orang-orang baru membicarakannya,” tambahnya.