Mengidolakan artis, penyanyi, motivator, atau kreator konten tertentu merupakan hal yang cukup umum. Kita mungkin sengaja membeli tiket konser, mengikuti aktivitas mereka di media sosial, hingga merasa senang ketika idola berhasil meraih pencapaian baru. Tidak sedikit pula orang yang merasa lebih bersemangat menjalani hari setelah menonton video atau mendengarkan karya dari sosok yang mereka kagumi.
Namun, pernahkah kamu merasa sangat dekat dengan seseorang yang sebenarnya tidak mengenalmu secara pribadi? Kamu mungkin merasa tahu kebiasaannya, memahami kepribadiannya, bahkan ikut sedih ketika dia sedang mengalami masalah. Perasaan ini bisa menjadi bagian dari hubungan parasosial, sebuah istilah yang semakin sering dibicarakan seiring berkembangnya media sosial dan budaya fandom.
Sekilas, mengidolakan seseorang dan memiliki hubungan parasosial memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama melibatkan kekaguman dan keterikatan emosional. Meski begitu, ada perbedaan yang perlu dipahami agar kita bisa menikmati kehadiran idola tanpa kehilangan batas antara hubungan yang nyata dan perasaan dekat yang terbentuk melalui media.
