Ilustrasi membuat reverse bucket list (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Deborah Bloom, PsyD, LMFT, pendiri serta direktur eksekutif di Thrive Counseling Center di Seattle, Washington, memberikan tips untuk membuat reverse bucket list. Pertama, ubah cara pandangmu terhadap pencapaian.
“Tidak ada yang benar-benar 'terlalu kecil' untuk dimasukkan ke dalam reverse bucket list. Pencapaian dapat mencakup merawat anggota keluarga, menjaga kesehatan mental, atau menetapkan batasan di tempat kerja. Artinya, kita memiliki pencapaian kecil setiap hari,” kata Bloom di Real Simple.
Beberapa pertanyaan di bawah ini membantumu melakukan brainstorming dalam membuat reverse bucket list:
Pengalaman apa saja yang mengubah kamu menjadi lebih baik?
Apa yang saya harapkan 5-10 tahun lalu yang akhirnya terwujud, meskipun jalannya berbeda dari yang kamu bayangkan?
Risiko apa yang diambil?
Momen apa saja yang membuat kamu benar-benar hidup?
Apa yang akan membuat diri saya di masa muda merasa bangga?
Dan terakhir, perbarui daftar secara teratur. Anggap saja itu sebagai dokumen hidup yang terus kamu tambahkan. Sertakan pencapaian besar dan kecil, hingga prestasi pribadi dan profesional.
Tambahkan juga pelajaran hidup yang kamu dapatkan dari setiap kesuksesan. Menuliskan pelajaran akan mengingatkan kamu bahwa kesuksesan bukanlah tentang keberuntungan atau kebetulan semata.