Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apa Itu Reverse Bucket List? Membantu untuk Selalu Bersyukur!
Ilustrasi membuat reverse bucket list (pexels.com/Ron Lach)
  • Reverse bucket list adalah daftar pencapaian dan pengalaman berharga yang sudah diraih, dibuat untuk menumbuhkan rasa syukur dan mengurangi tekanan dari target hidup yang belum tercapai.
  • Daftar ini membantu menjaga kesehatan mental dengan mengingatkan pada keberhasilan masa lalu, menumbuhkan harapan baru, serta memulihkan kendali diri saat menghadapi kegagalan atau penolakan.
  • Untuk membuatnya, ubah cara pandang terhadap pencapaian—catat hal besar maupun kecil, refleksikan pelajaran hidup dari setiap momen, dan perbarui daftar secara rutin sebagai bentuk apresiasi diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sangatlah wajar jika kita memiliki bucket list selama hidup di dunia. Ada daftar destinasi wisata atau negara yang ingin dikunjungi maupun daftar pencapaian dalam hidup.

Tetapi, tahukah kamu mengikuti bucket list bisa menyebabkan tekanan dan kecemasan? Seperti stres bila ada list yang tidak tercapai, munculnya kegembiraan sesaat, ketidakpuasan, dan menginginkan sesuatu yang lebih lagi.

Kamu bisa mematahkan tekanan tersebut dengan membuat daftar kebalikannya. Yup, buatlah reverse bucket list! Cari tahu apa itu reverse bucket list, manfaat, hingga tips membuatnya di sini!

1. Apa itu reverse bucket list?

Ilustrasi membuat reverse bucket list (pexels.com/Mikhail Nilov)

Reverse bucket list merupakan kebalikan dari bucket list. Bukan menulis hal-hal yang ingin kamu lakukan di masa depan, daftar ini berisi pencapaian yang telah kamu raih, momen membanggakan, atau pengalaman yang patut disyukuri.

Tujuan dari membuat reverse bucket list bukanlah untuk memadamkan impian. Banyak orang sering menyesal karena tidak lebih banyak bepergian atau memulai bisnis di kemudian hari.

“Bagi banyak orang yang berprestasi dan profesional, targetnya terus berubah. Mereka mencapai suatu prestasi dan kemudian langsung dihadapkan dengan tolok ukur baru untuk dicapai," kata Lisa Thomson, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi (LMFT) yang berbasis di Kanada dalam laman Real Simple.

Padahal, berhasil menyelesaikan lari maraton sama baiknya untuk kepercayaan diri sekaligus kesehatan jantung. Bucket list yang dipikirkan dengan matang itu bagus, tetapi juga harus tahu alasan mengapa kamu menginginkan sesuatu. Membuat reverse bucket list akan sangat membantu menguraikan pencapaian yang benar-benar kamu inginkan dan perubahan positif apa yang terjadi dalam hidupmu.

2. Manfaat reverse bucket list

Ilustrasi membuat reverse bucket list (pexels.com/Helena Lopes)

Mempunyai reverse bucket list sangat bermanfaat, apalagi saat kamu dilanda ujian hidup, misalnya mengalami penolakan dalam hidup. Menurut Amy Morin, seorang pekerja sosial klinis berlisensi (LCSW) dan penulis buku The Mental Strength Playbook, ada alasan mengapa sulit untuk bangkit kembali setelah ditolak.

“Ketika kita ditolak atau ketika kita dipenuhi keraguan diri, kita mengaktifkan bagian otak yang menyimpan ingatan yang terkait dengan perasaan tersebut,” katanya mengutip Real Simple.

Nah, reverse bucket list dapat mengingatkan kamu tentang kesuksesan sebelumnya dan memicu harapan untuk masa depan. Membuat daftar ini juga jadi cara bagi kamu untuk mensyukuri hidup.

"Bukan terobsesi pada hal yang harus dilakukan, mengingat kenangan dan pencapaian positif dari masa lalu mengajak kita untuk melihat gambaran besar dari semua yang telah kita alami. Hal ini menanamkan rasa syukur, mengembalikan rasa kendali diri, dan secara perlahan menyesuaikan kembali arah hidup kita," ungkap psikolog Mark Travers Ph.D. di artikelnya yang berjudul "3 Reasons to Make a Reverse Bucket List" di laman Psychology Today.

3. Tips membuat reverse bucket list

Ilustrasi membuat reverse bucket list (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Deborah Bloom, PsyD, LMFT, pendiri serta direktur eksekutif di Thrive Counseling Center di Seattle, Washington, memberikan tips untuk membuat reverse bucket list. Pertama, ubah cara pandangmu terhadap pencapaian.

“Tidak ada yang benar-benar 'terlalu kecil' untuk dimasukkan ke dalam reverse bucket list. Pencapaian dapat mencakup merawat anggota keluarga, menjaga kesehatan mental, atau menetapkan batasan di tempat kerja. Artinya, kita memiliki pencapaian kecil setiap hari,” kata Bloom di Real Simple.

Beberapa pertanyaan di bawah ini membantumu melakukan brainstorming dalam membuat reverse bucket list:

  • Pengalaman apa saja yang mengubah kamu menjadi lebih baik?

  • Apa yang saya harapkan 5-10 tahun lalu yang akhirnya terwujud, meskipun jalannya berbeda dari yang kamu bayangkan?

  • Risiko apa yang diambil?

  • Momen apa saja yang membuat kamu benar-benar hidup?

  • Apa yang akan membuat diri saya di masa muda merasa bangga?

Dan terakhir, perbarui daftar secara teratur. Anggap saja itu sebagai dokumen hidup yang terus kamu tambahkan. Sertakan pencapaian besar dan kecil, hingga prestasi pribadi dan profesional.

Tambahkan juga pelajaran hidup yang kamu dapatkan dari setiap kesuksesan. Menuliskan pelajaran akan mengingatkan kamu bahwa kesuksesan bukanlah tentang keberuntungan atau kebetulan semata.

4. Contoh reverse bucket list

Ilustrasi membuat reverse bucket list (pexels.com/Mikhail Nilov)

Di bawah ini, ada contoh sederhana dalam menuliskan reverse bucket list yang bisa kamu jadikan referensi.

1. Reverse bucket list: daftar pencapaian (refleksi syukur)

  • Berhasil mendaki Gunung Rinjani, tinggal di luar negeri selama 6 bulan, atau menonton konser musisi favorit secara langsung

  • Mampu memaafkan sahabat lama, belajar bahasa baru, atau berhasil melakukan solo traveling ke luar kota/negeri

  • Berhasil lulus kuliah tepat waktu, mendapatkan promosi jabatan, atau mencapai target menabung tertentu

2. Reverse bucket list: daftar pelepasan (manajemen passion)

  • "Ingin membeli mobil baru 2026" (artinya: aku tetap menabung, tapi aku tidak akan stres jika belum bisa membelinya sekarang)

  • "Ingin segera naik jabatan jadi manajer" (artinya: aku tetap bekerja keras, tapi tidak membiarkan ambisi ini merusak kesehatan mental)

Nah, itulah pemahaman tentang apa itu reverse bucket list, manfaat, hingga contoh penulisannya. So, apakah kamu tertarik ingin membuatnya juga?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article