Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Siapa Bilang Jadul? Ini 5 Kebiasaan Lama yang Kini Digemari Gen Z

Siapa Bilang Jadul? Ini 5 Kebiasaan Lama yang Kini Digemari Gen Z
Ilustrasi earphone (magnific.com/marymarkevich)
Share Article

Ternyata, 2026 jadi tahunnya berbagai kebiasaan lama comeback lagi. Hal-hal yang dulu sempat dianggap jadul, sekarang malah kembali ramai dan banyak dicoba gen Z. Lucunya, yang dicari bukan karena teknologinya lebih canggih, tetapi karena rasanya lebih seru, lebih personal, dan bikin momen terasa lebih nyata.

Mungkin kamu juga mulai sadar. Belakangan makin sering lihat orang cetak foto, berburu kamera digital lawas, nongkrong sambil main board game, sampai betah berjam-jam di perpustakaan. Di tengah hidup yang serba cepat, kebiasaan-kebiasaan sederhana ini justru bikin banyak orang merasa lebih "hadir" menikmati momen. Nah, apa saja kebiasaan lama yang kembali ramai lagi?

1. Kamera digital lawas bikin foto terasa lebih nostalgia

Ilustrasi digicam
Ilustrasi digicam (magnific.com/magnific)

Di saat kamera HP semakin canggih, banyak gen Z justru mulai berburu kamera digital lawas atau digicam. Alasannya sederhana, hasil fotonya punya nuansa yang berbeda. Warnanya terasa lebih hangat, efek flash-nya khas, dan kualitas gambarnya tidak terlalu sempurna, tetapi justru itu yang membuatnya menarik.

Banyak yang menyebut hasil foto digicam punya "vibes" awal tahun 2000-an yang sulit ditiru filter mana pun. Setiap jepretan terasa lebih spontan dan apa adanya, sehingga momen yang diabadikan terlihat lebih hidup. Tidak heran, kalau kamera digital lawas kembali ramai dicari dan bahkan harganya ikut naik.

2. Board game bikin nongkrong jadi lebih seru

Quixo Mini Board Game Retail Edition
Quixo Mini Board Game Retail Edition (tokopedia.com/monopoliswonder)

Semakin banyak gen Z yang memilih menghabiskan waktu luang dengan bermain board game. Bukan cuma Uno atau Monopoly, sekarang pilihannya juga semakin banyak dengan konsep permainan yang lebih seru dan cocok dimainkan ramai-ramai.

Serunya, board game membuat semua orang benar-benar hadir di momen yang sama. Tidak ada yang sibuk scrolling media sosial karena semua ikut tertawa, berdiskusi, atau saling adu strategi. Mungkin itu sebabnya board game kembali populer, karena yang dicari bukan cuma permainannya, tetapi juga kebersamaan yang tercipta.

3. Earphone berkabel ikut naik daun lagi

Hadiah retro
Hadiah retro (freepik.com/freepik)

Siapa sangka earphone berkabel yang dulu mulai ditinggalkan sekarang malah kembali dipakai. Selain praktis karena tidak perlu diisi daya, tampilannya juga cocok dengan gaya Y2K yang sedang ramai lagi.

Buat sebagian gen Z, earphone berkabel bukan cuma alat buat dengar musik. Aksesori ini juga jadi bagian dari outfit yang memberi sentuhan nostalgia tanpa terlihat kuno.

4. Foto cetak bikin kenangan terasa lebih nyata

Ilustrasi foto Cetak Photobooth
Ilustrasi foto Cetak Photobooth (pexels.com/cottonbro studio)

Dulu hampir semua orang punya album foto di rumah. Lalu, kebiasaan itu perlahan hilang karena semuanya pindah ke galeri ponsel. Sekarang, foto cetak justru kembali digemari karena dianggap lebih punya cerita.

Banyak gen Z sengaja mencetak foto liburan, konser, atau momen bareng teman untuk dipajang di kamar atau dijadikan scrapbook. Rasanya memang berbeda. Foto yang bisa dipegang dan dilihat setiap hari sering kali terasa lebih berkesan daripada ribuan foto yang cuma tersimpan di galeri.

5. Perpustakaan jadi tempat healing yang baru

ilustrasi perpustakaan
ilustrasi perpustakaan (pexels.com/Yan Krukau)

Kalau dulu perpustakaan identik dengan tugas dan suasana yang membosankan, sekarang ceritanya sudah berbeda. Banyak gen Z datang bukan cuma buat belajar, tetapi juga membaca buku, mencari inspirasi, atau sekadar menikmati suasana yang tenang.

Di tengah notifikasi yang tidak ada habisnya, perpustakaan terasa seperti tempat untuk menarik napas sejenak. Tidak heran, kalau sekarang makin banyak orang yang memilih menghabiskan waktu di sana dibanding duduk berjam-jam di kafe.

Ternyata, tidak semua yang lama harus ditinggalkan. Kadang, justru kebiasaan-kebiasaan sederhana inilah yang bikin kita lebih menikmati momen dan merasa benar-benar hadir. Mungkin memang bukan karena jadulnya yang kembali tren, tetapi karena kita mulai rindu hidup yang terasa lebih pelan dan lebih nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More