Comscore Tracker

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'

Meski sinis, tafsir Moon-young terdengar meyakinkan, ya!

Di episode awal KDrama It's Okay to Not be Okay, tokoh Ko Moon-young (Seo Ye-ji) begitu sering menampakkan karakter buruk yang tak sungkan mengeluarkan sumpah serapah, makian, dan ungkapan yang bernada sinis. Tentu saja itu semua tidak terlepas dari pengalaman traumatis masa kecil Moon-young dengan ibundanya.

Ungkapan sinis itu bahkan digunakan untuk menafsirkan pelbagai cerita anak terkenal dunia di kelas sastra rumah sakit jiwa. Meski begitu, di dalam karya fiksi, siapa pun memang berhak menafsirkan teks sebagaimana diktum 'kematian pengarang' filsuf Prancis, Roland Barthes. Lewat tafsirnya itu, Moon-young sekaligus ingin menegaskan bahwa pengarang bukan satu-satunya penentu makna teks.

Apa saja tafsir sinis Moon-young yang meragukan sifat baik pada sesuatu untuk dongeng terkenal dunia di KDrama It's Okay to Not be Okay? Berikut ini ulasannya.

1. "Heungbu malang karena bukan anak sulung!" - Heungbu & Nolbu

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'Instagram.com/itsokaytonotbeokay_tvn

Kisah Heungbu & Nolbu yang diceritakan Moon-young di episode ke-3 drama It's Okay to Not be Okay begitu menarik. Cerita rakyat Korea yang sering menjadi pengantar tidur anak ini mengisahkan dua bersaudara yang memiliki sifat berbeda. Nolbu, sang kakak, begitu rakus, sementara Heungbu, sang adik, begitu baik.

Salah seorang pasien peserta kelas sastra rumah sakit jiwa menafsirkan kisah ini sebagai pelajaran untuk berbuat baik agar senantiasa beroleh kebaikan dan kekayaan. Namun menurut Moon-young, Heungbu menjadi malang karena ia bukan anak sulung.

Sebagaimana diketahui, adat primogenetur atau hak anak sulung masih berlaku di Korea yang mengistimewakan anak pertama sebagai penerima warisan terbanyak.

2. "Karma akan datang kepada pendamba lelaki yang sudah berpasangan!" - The Little Mermaid

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'Instagram.com/itsokaytonotbeokay_tvn

Di kelas sastra rumah sakit jiwa, Moon-young membuat para hadirin terkejut dengan tafsir sinisnya mengenai cerita karangan Hans Christian Andersen berjudul The Little Mermaid. Moon-young rupanya memiliki tafsir sendiri tentang cerita putri duyung yang ingin menjadi manusia karena jatuh hati kepada seorang pangeran tampan.

Saat seorang pasien menarik pesan moral cerita yang begitu menyentuh, Moon-young malah menafsirkannya begitu sinis. Bagi salah satu pasien peserta kelas, saat sedang jatuh cinta, seseorang harus menunjukkan cintanya dengan sepenuh hati, meskipun itu membahayakan diri sendiri. Namun bagi Moon-young, karma akan mendatangi mereka yang mendambakan lelaki yang sudah berpasangan.

Baca Juga: 5 Benda KDrama 'It's Okay to Not Be Okay' Ini Punya Arti Mendalam

3. "Jangan mengasuh anak orang lain!" - The Ugly Duckling

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'Instagram.com/itsokaytonotbeokay_tvn

Di episode ke-3 drama It's Okay to Not be Okay, Moon-young membahas cerita anak berjudul The Ugly Duckling di kelas sastra rumah sakit jiwa. Cerita mengenai anak itik buruk rupa yang menetas dari telur dengan rupa dan ukuran yang berbeda dari yang lainnya itu menuai beragam tafsir.

Bagi salah seorang pasien, pesan moral dari cerita karangan penulis Denmark, Hans Christian Andersen, itu adalah jangan pernah membeda-bedakan anak meski ia berkelakuan atau berpenampilan buruk. Namun bagi Moon-young, membesarkan anak orang lain itu tidak ada gunanya, maka asuhlah anak sendiri!

4. "Menggosipkan orang itu pereda stres!" - The King Has Donkey Ears

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'Instagram.com/tvndrama.official

Cerita anak The King Has Donkey Ears merupakan cerita rakyat Korea tentang seorang raja yang memiliki telinga mirip keledai. Kecuali kepada penata rambutnya, raja begitu menutupi rahasia mengenai telinganya. Namun penata rambut istana tidak sanggup menahan diri untuk mengungkapkan fakta itu meski sudah berjanji untuk menjaga rahasia raja.

Pasien yang hadir di kelas sastra rumah sakit jiwa, pada episode ke-3 drama, tahu betul bahwa pesan moral cerita adalah kewajiban menepati janji dan menjaga rahasia. Namun Moon-young memiliki tafsir lain yakni bergosip di belakang orang lain dapat meredakan stres.

5. "Si putri tengah berdelusi, ini semacam stockholm syndrome" - Beauty and The Beast

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'Instagram.com/itsokaytonotbeokay_tvn

Di episode ke-8 drama terjadi perdebatan menarik antara seorang pasien rumah sakit jiwa, Ah Reum dengan Moon-young. Perdebatan itu berkisar pada tafsir atas cerita Beauty and The Beast atau si putri cantik dan pangeran buruk rupa.

Bagi Ah Reum, si buruk rupa berubah kembali menjadi pangeran karena kekuatan cinta si putri cantik. Cinta sejatinya berhasil menundukkan kebuasan penampilan fisik si buruk rupa.

Namun bagi Moon-young, cerita ini tak ubahnya seperti stockholm syndrome. Si buruk rupa yang awalnya tampak kasar, tiba-tiba berubah romantis saat melihat bulan penuh dan kemudian memikat hati si putri cantik. Saat itu, bagi Moon-young, si putri cantik sedang berdelusi bahwa hanya ia yang mampu mengubah si buruk rupa menjadi baik.

6. "Pengembala berbohong karena kesepian!" - The Boy Who Cried Wolf

Ini 6 Tafsir Sinis Moon-young atas Dongeng Terkenal Dunia di 'IOTNBO'Instagram.com/itsokaytonotbeokay_tvn

Pada episode ke-10, Moon-young menceritakan kisah The Boy Who Cried Wolf kepada Sang-tae. Fabel Aesop tentang pengembala dan biri-biri ini begitu terkenal karena teriakan bohong pengembala ke warga desa tentang kehadiran serigala yang memakan biri-birinya.

Moon-young yang hanyut dalam narasi cerita itu menanyakan kepada Sang-tae tentang alasan pengembala itu harus berbohong. Sang-tae menjawab, ia berbohong karena bosan mengurusi biri-biri. Namun bagi Moon-young, pengembala itu berbohong karena ia kesepian lantaran berada di gunung sendirian, hanya berteman biri-biri.

Jadi, setiap orang bisa menafsirkan sendiri karya fiksi yang dibacanya. Hanya harus diingat, tafsir itu juga harus dilandasi argumen yang kuat dengan memerhatikan elemen-elemen kunci cerita, ya!

Baca Juga: Tamat, 8 Scene yang Bakal Dikangenin dari 'It's Okay to Not Be Okay'

Asep Wijaya Photo Verified Writer Asep Wijaya

penikmat buku, film, perjalanan, dan olahraga; pemukim di Matsudo, Chiba, Jepang

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya