Comscore Tracker

5 Penyebab Dirimu Merasa Hampa, Lebih Peka Lagi Yuk!

Setiap masalah pasti ada solusinya

Tumbuh menjadi dewasa bukan hanya tuntutan ekonomi saja yang harus disadari. Iya memang setiap orang butuh makan, pakaian, rumah untuk berlindung dan semua itu tidak gratis. Selain kebutuhan ekonomi yang terpenuhi, kamu juga harus menjadari kebutuhan rohani. 

Pernah gak saat dirimu sendirian atau bersama sekerumpulan orang tapi merasa hampa? Jika, ya bisa jadi beberapa faktor ini pemicunya. Cek, yuk supaya secepatnya bisa mencari solusi.

1. Lebih mementingkan kebahagiaan orang lain dibandingkan dirimu sendiri

5 Penyebab Dirimu Merasa Hampa, Lebih Peka Lagi Yuk!Unsplash.com/Eliott Reyna

Saling tolong menolong pada orang yang membutuhkan memang perbuatan terpuji dari mengutamakan kebahagiaan orangtua, kakak, kerabat dan teman menunjukkan kamu memiliki jiwa simpati dan tidak egois. Tapi juga perlu dipahami upaya membahagiakan orang lain jangan sampai lupa atau tak peduli dengan kebahagiaan diri sendiri.

Jika memang tak bisa menolong orang jangan terlalu memaksa dirimu, lebih baik menolak dengan lembut dari pada menolong tapi tidak ikhlas. Bisa jadi sebab kekosongan hatimu selama ini lupa caranya membahagiakan diri sendiri.

2. Trauma dengan masa lalu yang pahit

5 Penyebab Dirimu Merasa Hampa, Lebih Peka Lagi Yuk!Unsplash.com/Francisco Moreno

Jalan hidup memang tak semulus jalan tol, tapi bukan berarti masa lalumu kelam masa depanpun ikut suram. Saat masa lalu membayangimu entah hubungan yang dikhianati, maupun kegagalan dalam bekerja hingga membuatmu merasa insecure, takut hal itu terulang memang wajar.

Harus paham hal itu tidak boleh dibiarkan berlanjut harus move on. Toh, pelangi yang indah hadir setelah hujan badai, bisa jadi masa penuh kemenangan akan hadir setelah kamu menghilangkan rasa trauma dan mencoba bangkit lagi.

Baca Juga: 6 Cara Membatasi Pengaruh Omongan Negatif Orang dalam Hidupmu

3. Hubunganmu dengan keluarga yang mulai renggang

5 Penyebab Dirimu Merasa Hampa, Lebih Peka Lagi Yuk!Pexels.com/fauxels

Bisa jadi yang menjadi faktor selanjutnya dalam dirimu merasa hampa, kamu rindu pelukan keluargamu, nasihat ayah, omelan ibu serta senda gurau keluarga besarmu. Karena sifat keras kepala dan tidak saling mengerti membuat hubunganmu dan keluarga menjadi renggang.

Inilah saatnya untuk menyadari, membuang sifat keras kepala dan menyudahi kesalahpahaman yang menjadi akar pertengkaran dengan keluarga. Selain hidupmu tak lagi hampa, dekat lagi dengan keluarga membuat kebahagianmu bertambah.

4. Merasa menjadi manusia tak berguna

5 Penyebab Dirimu Merasa Hampa, Lebih Peka Lagi Yuk!Pexels.com/Andrea Piacquadio

Merasa menjadi beban keluarga, dan belum bisa membahagiakan orangtua. Sudah besar tapi belum bisa menghasilkan uang sendiri masih minta pada orangtua, saat dibiayai kuliahpun tak menyelesaikan dengan baik. Menyesal tapi sepertinya sudah terlambat, dalam hidup rasanya hampa menjadi manusia yang tak ada gunanya.

Tetap tenang dan relakskan diri siapa tahu dengan seiring berjalannya waktu ada kesempatan agar dirimu bisa menjadi manusia yang lebih berguna lagi.

5. Merindukan hadirnya belahan jiwa

5 Penyebab Dirimu Merasa Hampa, Lebih Peka Lagi Yuk!Pexels.com/RODNAE Productions

Memasuki masa dewasa dan masih single. Satu hal yang diinginkan yaitu pasangan ada perasaan iri saat melihat kawan bersana pasangannya. Karena kekosongan dalam hati itu butuh tempat bersandar, berbagi masalah hidup maupun teman yang akan diajak mengarungi kehidupan rumah tangga.

Padahal saat masih single lebih baik dinikmati sembari mencari pasangan hidup. Dengan seperti itu kegalauan akan berkurang.

Perasaan hampa yang kamu alami itu wajar. Faktornya bisa bermacam-macam, tetap tenang setiap masalah yang hadir pasti ada solusinya. Sudah pahamkan sekarang?

Baca Juga: 5 Rahasia Ketenangan Hidup, Dijamin Bikin Lebih Bahagia

Atul Hamdalah Photo Verified Writer Atul Hamdalah

Selalu mencoba bahagia

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya