Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bacaan Doa yang Sering Diamalkan Syahrini Habis Salat, Mustajab!

4 min read
Bacaan Doa yang Sering Diamalkan Syahrini Habis Salat, Mustajab!
Syahrini di C8 Podcast (youtube.com/c8podcast)
  • Syahrini mengaku rutin membaca doa setelah salat, termasuk Duha, yang diawali istigfar dan basmalah serta memuat pengakuan keesaan Allah dan kerasulan Muhammad.
  • Doa tersebut menekankan penyerahan diri kepada Allah, memohon agar tidak diserahkan kepada diri sendiri, serta mengharapkan rahmat dan perlindungan dari keburukan.
  • Artikel mengutip hadis riwayat Tirmizi bahwa waktu doa yang disebut paling cepat dikabulkan adalah pada akhir malam dan setelah salat-salat wajib.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sebagai seorang hamba berdoa adalah wujud kerendahan diri di hadapan Allah Swt. Bahkan setiap muslim diperintahkan untuk berdoa sebagaimana dalam Al-Qur'an Surah Gāfir (40) ayat 60. Dalam ayat ini, Allah Swt. berjanji akan mengabulkan doa hamba-Nya yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan.

Pada dasarnya ada banyak doa yang bisa setiap muslim panjatkan sehari-hari. Salah satu doa tersebut termasuk yang dibagikan oleh Syahrini di C8 Podcast bersama Ivan Gunawan ini. Syahrini mengaku selalu membaca doa ini setiap setelah salat, termasuk salat Duha. Seperti apa doanya? Yuk, disimak!

  1. 1. Keutamaan penyerahan diri sebelum berdoa

    Syahrini di C8 Podcast
    Syahrini di C8 Podcast (youtube.com/c8podcast)

    Doa yang sering diamalkan Syahrini ini mengandung makna penyerahan diri kepada Allah Swt. Di awal doanya sebagian berasal dari salah satu ayat dalam Al-Qur'an, yaitu Surah Az-Zumar (39) ayat 46.

    قُلِ اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۝٤٦

    Qulillāhumma fāṭiras-samāwāti wal-arḍi ‘ālimal-gaibi wasy-syahādati anta taḥkumu baina ‘ibādika fīmā kānū fīhi yakhtalifūn(a).

    Artinya:

    Katakanlah, “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang gaib dan nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu apa yang selalu mereka perselisihkan.”

    Ayat tersebut mengandung penyerahan diri seorang hamba di hadapan Penciptanya. Sebelum berdoa, sebaiknya diawali dengan penyerahan diri karena sikap ini memosisikan manusia sebagai hamba yang lemah dan membutuhkan pertolongan.

    Penyerahan diri (atau dalam Islam disebut tawakal dan khusyuk) sebelum menyampaikan keinginan (memanjatkan doa) adalah bentuk adab, pengakuan iman, dan penataan hati agar doa lebih cepat dikabulkan.

  2. 2. Bacaan doa yang diamalkan Syahrini

    Syahrini mengawali doanya dengan kalimat istigfar dan basmalah. Berikut bacaan lengkapnya.

    أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
    اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، الرَّحْمُنُ الرَّحْيْمِ
    إِنِّيْ أُعَاهِدُكَ فِيْ هُذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا بِأَنَّكَ أَنْتَ اللَٰهُ الَّذِيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ
    فَلَا تَكَلَّنِيْ إِلَى نَفْسِيْ، فَإِنَّكَ إِنْ تَكَلِّنِيْ إِلَى نَفْسِيْ تُقَرِّبُنِيْ مِنَ النَّارِ وَتُبَاعِدُنِيْ مِنَ الْخَيْرِ، وَإِنِّيْ لَا أَتَّقَ إِلَّا بِرَحْمَتِكَ
    فَاجْعَلْ رَحْمَتَكَ لِيْ عَهْدًا تُبَلِّغُنِيْ إِيَّاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيْعَادْ

    Astagfirullāhal-’aẓīmallażī lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūmu wa atūbu ilaih. Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).

    Allāhumma fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, ’ālimal-gaibi wasy-syahādah, ar-raḥmānur-raḥīm.

    Innī u’āhiduka fī hāżihil-ḥayātid-dunyā bi-annaka antallāhullażī lā ilāha illā anta waḥdaka lā syarīka lak, wa anna muḥammadan ’abduka wa rasūluk. Falā takilnī ilā nafsī, fa-innaka in takilnī ilā nafsī tuqarribnī minan-nāri wa tubā’idnī minal-khair. Wa innī lā attaqi illā biraḥmatik, faj’al raḥmataka lī ’ahdan tuballigunī iyyāhu yaumal-qiyāmah, innaka lā tukhliful-mī’ād.

    Artinya:

    Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

    Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya aku berjanji kepada-Mu dalam kehidupan dunia ini bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Mu, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.

    Maka janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri, karena jika Engkau menyerahkanku kepada diriku sendiri, Engkau mendekatkanku pada neraka dan menjauhkanku dari kebaikan. Dan sesungguhnya aku tidak bisa menjaga diri kecuali dengan rahmat-Mu. Maka jadikanlah rahmat-Mu bagiku sebagai janji yang Engkau sampaikan padaku pada hari kiamat, sesungguhnya Engkau tidak pernah menyalahi janji.

  3. 3. Waktu utama dalam berdoa

    Syahrini di C8 Podcast
    Syahrini di C8 Podcast (youtube.com/c8podcast)

    Melansir Sunnah, ada salah satu hadis riwayat Tirmizi, menyebutkan bahwa doa yang paling cepat dikabulkan salah satunya dipanjatkan setelah salat fardu. Berikut hadisnya.

    وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: «جَوْفُ اللَّيْلِ الآخر ودبر الصَّلَوَات المكتوبات» (رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ)

    Artinya:

    Abu Umamah berkata bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya doa manakah yang paling cepat dikabulkan, lalu beliau menjawab, "Doa yang dipanjatkan pada bagian akhir malam dan setelah salat-salat wajib." (HR Tirmizi)

    Demikian doa yang sering dipanjatkan Syahrini setelah salat. Doa tersebut bisa juga kamu amalkan setiap hari, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More