Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Bertumbuh Bukan Berarti Harus Selalu Jadi Lebih Baik?

Kenapa Bertumbuh Bukan Berarti Harus Selalu Jadi Lebih Baik?
ilustrasi bertumbuh (pexels.com/Alena Darmel)
  • Pertumbuhan tidak selalu tampak sebagai kemajuan; kegagalan, perubahan rencana, dan masa berjalan lambat tetap dapat membentuk pemahaman diri.
  • Bertumbuh bisa berarti melepas kebiasaan, tujuan, pekerjaan, atau hubungan yang sudah tidak sesuai, lalu mengubah arah berdasarkan pengalaman baru.
  • Dalam fase sulit, bertahan dan menata keadaan sudah bernilai; ketenangan, batasan diri, serta penerimaan kekurangan juga mencerminkan pertumbuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bertumbuh sering dibayangkan sebagai proses untuk menjadi versi diri yang lebih baik dari waktu ke waktu. Karena itu, tidak sedikit orang merasa harus terus belajar, lebih produktif, lebih percaya diri, atau lebih berhasil dibandingkan dirinya pada masa lalu.

Padahal, kehidupan tidak selalu bergerak dengan cara seperti itu. Terkadang, bertumbuh bukan berarti harus selalu jadi lebih baik. Yuk, simak pembahasannya sampai akhir untuk melihat kenapa bertumbuh tidak selalu berarti harus menjadi lebih baik setiap waktu!

  1. 1. Bertumbuh tidak selalu terlihat sebagai kemajuan

    ilustrasi bertumbuh
    ilustrasi bertumbuh (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Ada masa ketika seseorang merasa hidupnya berkembang, tetapi ada pula masa ketika ia hanya berusaha melewati hari dengan baik. Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang berhenti bertumbuh. Pengalaman baru, kegagalan, kehilangan kesempatan, atau perubahan rencana tetap dapat memberi seseorang pemahaman tentang dirinya, meskipun hasilnya tidak langsung terlihat. Proses seperti ini sering kali baru terasa penting setelah seseorang melihat kembali keputusan yang pernah dibuat.

    Keinginan untuk terus menjadi lebih baik juga dapat membuat seseorang terlalu sibuk mencari perubahan. Ia merasa harus memiliki target baru setiap saat, seolah-olah hidup tidak boleh berjalan biasa saja. Padahal, ada periode ketika seseorang memang membutuhkan waktu untuk memahami apa yang sedang terjadi sebelum menentukan langkah berikutnya. Waktu yang terasa lambat pun bisa membawa perubahan dalam cara seseorang melihat hidup.

  2. 2. Ada hal yang tidak perlu dipertahankan saat bertumbuh

    ilustrasi berpikir
    ilustrasi berpikir (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Bertumbuh juga dapat berarti menyadari bahwa beberapa kebiasaan, keinginan, atau cara berpikir lama sudah tidak sesuai dengan kehidupan saat ini. Seseorang mungkin dulu sangat mengejar pencapaian tertentu, tetapi setelah menjalaninya, ia menemukan bahwa hal tersebut tidak lagi penting baginya. Mengubah arah bukan berarti gagal mencapai tujuan sebelumnya. Pilihan hidup memang dapat berubah setelah seseorang mendapatkan pengalaman yang berbeda.

    Hal serupa bisa terjadi pada hubungan dengan pekerjaan, pertemanan, atau kegiatan tertentu. Sesuatu yang dulu terasa menyenangkan belum tentu masih cocok setelah seseorang menjalani fase kehidupan baru. Ada kalanya pertumbuhan justru dimulai ketika seseorang berani mengakui bahwa dirinya sudah berubah dan tidak ingin menjalani hal yang sama seperti sebelumnya.

  3. 3. Menjadi lebih tenang juga bisa menjadi bentuk pertumbuhan

    ilustrasi tenang
    ilustrasi tenang (pexels.com/Kelvin Valerio)

    Tidak semua perubahan harus menghasilkan seseorang yang lebih berani, lebih sibuk, atau lebih ambisius. Ada orang yang justru berkembang setelah belajar tidak terburu-buru mengambil keputusan dan tidak merasa harus selalu membuktikan sesuatu kepada orang lain. Sikap tersebut mungkin terlihat biasa dari luar, tetapi bagi seseorang yang sebelumnya selalu merasa harus mengejar banyak hal, perubahan itu dapat memiliki arti besar. Bertambahnya usia juga sering membuat seseorang lebih memahami hal apa saja yang memang layak diperjuangkan.

    Karena itu, pertumbuhan tidak selalu bisa dilihat dari pencapaian yang mudah diukur. Kemampuan mengatakan tidak, menerima kesalahan, meminta bantuan, atau berhenti memaksakan sesuatu juga dapat muncul dari pengalaman panjang. Perubahan seperti ini tidak selalu menghasilkan cerita yang menarik untuk dibagikan kepada orang lain. Namun, kehidupan seseorang bisa terasa berbeda setelah ia mulai menerapkan perubahan tersebut.

  4. 4. Ada masa ketika bertahan lebih penting daripada berkembang

    ilustrasi bertahan
    ilustrasi bertahan (pexels.com/Sarah Chai)

    Tidak semua fase kehidupan memberikan ruang untuk mengejar banyak target. Ketika sedang menghadapi masalah pekerjaan, perubahan keluarga, kehilangan seseorang, atau kondisi sulit lainnya, menyelesaikan kebutuhan sehari-hari saja bisa membutuhkan banyak tenaga. Pada masa seperti itu, seseorang mungkin tidak punya kemampuan untuk mengejar pencapaian baru seperti biasanya. Mempertahankan apa yang masih dimiliki pun sudah membutuhkan usaha.

    Memaksakan diri untuk tetap berkembang dalam keadaan seperti itu justru dapat membuat seseorang merasa bersalah ketika tidak mampu memenuhi target. Padahal, kebutuhan setiap fase kehidupan berbeda dan tidak semuanya harus diisi dengan pencapaian. Ada masa untuk bergerak maju, tetapi ada pula masa untuk beristirahat, menata kembali keadaan, atau sekadar memastikan diri tetap berjalan seperti biasa.

  5. 5. Bertumbuh bisa berarti mengenal diri dengan lebih jujur

    ilustrasi mengenal diri sendiri
    ilustrasi mengenal diri sendiri (pexels.com/Pavel Danilyuk)

    Semakin banyak pengalaman, seseorang bisa menemukan bahwa tidak semua keinginan perlu diwujudkan hanya karena terlihat baik dari luar. Dulu mungkin ia ingin memiliki pekerjaan tertentu, mencapai posisi tertentu, atau menjalani kehidupan seperti orang lain, tetapi pengalaman membuatnya memahami apa yang sebenarnya ia inginkan. Kesadaran tersebut dapat mengubah keputusan tanpa harus membuat seseorang memiliki pencapaian lebih besar. Ada kepuasan tertentu ketika seseorang mulai memilih sesuatu karena memang sesuai dengan dirinya.

    Mengenal diri juga berarti berani melihat kekurangan tanpa merasa harus segera mengubah semuanya. Seseorang dapat mengetahui bahwa ia masih memiliki banyak hal untuk diperbaiki, tetapi tidak harus menjadikan seluruh kekurangan itu sebagai proyek pribadi. Memberi ruang untuk tetap menjadi manusia dengan kemampuan dan keterbatasan tertentu dapat membuat proses bertumbuh terasa lebih masuk akal.

    Ingatlah bahwa bertumbuh bukan berarti harus selalu jadi lebih baik. Selain itu, pertumbuhan tidak hanya dilihat dari pencapaian baru atau perubahan besar dalam hidup. Kadang, seseorang hanya menjadi lebih paham tentang apa yang ingin dijalani dan apa yang tidak lagi cocok baginya. Pernahkah kamu merasa tidak banyak berubah, tetapi sebenarnya cara melihat hidup sudah berbeda dari beberapa tahun lalu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More