Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bikin Hidupmu Sesimpel Mungkin, Ini 6 Manfaat yang akan Didapatkan

Bikin Hidupmu Sesimpel Mungkin, Ini 6 Manfaat yang akan Didapatkan
Unsplash.com/xhui2011

Sering merasa hidupmu ribet banget? Banyak banget yang harus diurus sampai-sampai kamu jadi pelupa dan ingin membelah diri biar semua tugas cepat kelar? Kalau ya, berarti kamu punya satu tugas yang lebih penting, yaitu mengubah hidupmu menjadi sesimpel mungkin. 

Jangan tergesa-gesa bilang gak mungkin. Ribetnya hidupmu kadang berpangkal dari kamu sendiri yang seolah-olah selalu siap melakukan segalanya, kok.

Sebagai bahan pertimbangan, kalau kamu bisa menyederhanakan hidup, manfaatnya banyak lho. Kamu akan langsung merasakan enam hal ini.

1.Jadi gak keliru menetapkan skala prioritas

Ilustrasi pria bahagia (Unsplash.com/goodfacesclub)
Ilustrasi pria bahagia (Unsplash.com/goodfacesclub)

Ini seperti saat kamu punya terlalu banyak pilihan pakaian untuk dikenakan hari ini. Saking banyaknya, pada akhirnya kamu pasti akan sembarangan memutuskan. Daripada bikin pusing, 'kan?

Begitu juga jika di hadapanmu ada hamparan urusan. Akan sulit untukmu memilih mana saja yang harus didahulukan. Akibatnya, daftar prioritasmu malah gak tepat. Kamu mengerjakan yang sebenarnya gak mendesak dan mengabaikan yang penting.

2.Jadi gak merasa harus mengerjakan segalanya

Unsplash.com/inlieuandinview
Unsplash.com/inlieuandinview

Hamparan urusan seperti dalam poin pertama itulah yang bikin kamu sering ingin bisa membelah diri. Biar kamu bisa menyelesaikan semuanya. Namun tentu saja, itu gak mungkin bukan?

Bukan hendak mengecilkan kemampuanmu. Namun kenyataannya kamu cuma punya dua tangan, dua kaki, satu kepala, dan satu tubuh. Jadi, mau gak mau, memang gunungan urusan itu yang harus dipangkas!

3.Jadi gak kecapekan

Unsplash.com/that_person
Unsplash.com/that_person

Menghabiskan energi untuk hal-hal yang belum tentu benar-benar penting itu menghambat produktivitasmu, lho. Kamu merasa sudah mengerjakan begitu banyak hal dalam hidup ini, tetapi ternyata semuanya gak cukup bernilai.

Gak berdampak siginifikan dalam hidupmu. Sementara itu, hidupmu akan terasa lebih efisien jika kamu hanya berfokus pada beberapa hal yang penting saja. Hemat energi, hasilnya pun nyata.

4.Jadi tetap punya waktu untuk diri sendiri

Unsplash.com/vierundsieben
Unsplash.com/vierundsieben

Hidup cuma sekali. Sayang banget kalau sampai gak bisa menikmatinya. Gak perlu bersenang-senang yang menghabiskan banyak uang atau hedonis. Namun paling gak bisa bikin diri sendiri merasa nyaman.

Punya waktu untuk bercakap-cakap dengan diri sendiri. Ini gak kalah penting lho, dari mengobrol dengan orang lain. Biar kamu makin memahami diri. Biar kamu gak merasa dekat dengan orang lain tetapi malah berjarak bahkan asing sama diri sendiri.

5.Emosi jadi lebih stabil

Unsplash.com/sincerelymedia
Unsplash.com/sincerelymedia

Saat kamu merasa wajib menjadi makhluk super yang mampu menyelesaikan semua urusan, ujung-ujungnya malah kamu gampang uring-uringan. Ini karena kamu sebenarnya sudah sangat capek tetapi terus memaksakan diri.

Gak apa-apa, kok mengesampingkan urusan-urusan yang gak bikin hidupmu seketika terhenti. Bukan berarti kamu pemalas. Namun kadang kamu juga perlu berdamai dengan ketidakberesan demi menjaga kewarasanmu.

6.Bisa menguntungkan secara finansial juga, lho!

Unsplash.com/minimalmomtog
Unsplash.com/minimalmomtog

Contoh konkretnya, gak perlu sehari masak berkali-kali. Satu atau dua kali saja sudah cukup. Kalau lagi banyak pekerjaan, beli juga oke. Gak perlu harus selalu makan makanan yang baru dipanaskan. Makanan sudah dingin asal gak basi juga boleh.

Gak perlu pergi ke pasar setiap hari. Belanja bahan makanan sekalian untuk beberapa hari saja. Habiskan dahulu bahan di kulkas baru pergi berbelanja lagi. Kalau hal-hal seperti ini selalu diterapkan, selain kamu gak kecapekan, biaya hidup juga akan turun.

Ketika kamu biasa berpikir harus bisa membereskan segalanya, memang sulit untuk mencoba menjalani hidup dengan lebih lepas. Namun kalau itu malah menurunkan produktivitas dan kebahagiaanmu, apakah masih layak untuk terus dijalani? Bikin simpel saja deh!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Marliana Kuswanti
EditorMarliana Kuswanti
Follow Us