Ilustrasi mengelola keuangan (123rf.com/thesodium)
Salah satu hambatan terbesar dalam inklusi keuangan untuk mencapai kesejahteraan finansial adalah kompleksitas produk. Banyak orang merasa layanan keuangan digital ‘terlalu teknis’, sehingga memilih untuk tidak terlibat sama sekali.
Di sinilah peran platform digital menjadi krusial: menyederhanakan tanpa mengurangi esensi. Mulai dari tampilan antarmuka sampai penggunaan fitur layanan yang dibutuhkan. Yattha menjelaskan misalnya, DANA saat ini tidak hanya menjadi alat transaksi untuk pembayaran tetapi berkembang menjadi platform untuk mencapai tujuan keuangan.
“Produk keuangan sering kali terasa rumit atau jauh dari keseharian masyarakat. Karena itu, tantangan bagi platform digital adalah menghadirkan pengalaman yang sederhana, relevan, dan bertahap. Di DANA, misalnya, pengguna yang ingin mulai mengenal investasi bisa memulainya dari emas digital melalui eMAS. Sementara itu, pengguna yang punya tujuan keuangan tertentu, seperti mempersiapkan kebutuhan pribadi atau keluarga, bisa merencanakannya dengan lebih terarah melalui DANA Goals. Jadi, layanan finansial bisa terasa lebih dekat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna,” jelas Yattha.
Oh iya, DANA eMAS bisa membantu pengguna mulai berinvestasi dengan cara yang lebih sederhana dan nominal kecil mulai sekitar 0,0001gram atau Rp200an sesuai harga emas saat transaksi. Kamu juga bisa pakai DANA Goals yang dirancang khusus untuk memudahkan kamu mencapai impian dengan cara yang praktis dan efisien.
Salah satu keuntungan utama dari DANA Goals adalah tidak ada biaya admin, serta tidak ada batasan jumlah minimum yang harus dipenuhi. Fitur ini juga menjadi solusi yang aman dan terjamin berkat dukungan perlindungan dari fitur DANA Protection.
Saldo yang dimiliki dalam DANA Goals merupakan bagian dari Saldo DANA dan memiliki limit maksimum sebesar Rp20.000.000. Kamu dapat membuat hingga 10 impian dengan total target yang bervariasi, yaitu maksimal Rp16.000.000 bagi pengguna DANA Premium, dan Rp1.500.000 bagi pengguna Akun DANA. Mantap ‘kan?
Yattha juga mengungkap inovasi platform keuangan digital Indonesia masih bisa terus didorong. Apalagi, Indonesia adalah negara berkembang yang masih memiliki ruang untuk terus bertumbuh.