Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Bahan yang Sebaiknya Jangan Dipakai untuk Membasmi Gulma, Merusak Tanah!

6 Bahan yang Sebaiknya Jangan Dipakai untuk Membasmi Gulma, Merusak Tanah!
ilustrasi memeriksa akar tanaman (pexels.com/cottonbro)
Share Article

Gulma memang menjadi salah satu musuh yang paling sering mengganggu keindahan taman dan halaman rumah. Jika dibiarkan tumbuh liar, gulma dapat menyerap nutrisi dan air yang seharusnya digunakan oleh tanaman utama. Tak heran jika banyak orang memilih berbagai cara instan untuk membasminya.

Sayangnya, tidak semua bahan yang ampuh membunuh gulma aman digunakan di kebun. Beberapa di antaranya justru dapat merusak struktur tanah, membahayakan tanaman lain, bahkan berdampak buruk pada lingkungan dalam jangka panjang. Sebelum menggunakannya, yuk kenali bahan-bahan yang sebaiknya dihindari berikut ini!

1. Bensin

ilustrasi cairan berwarna biru
ilustrasi cairan berwarna biru (pexels.com/dubart)

Bensin memang mampu membunuh gulma dengan cepat karena sifatnya yang sangat toksik bagi tanaman. Namun, bahan ini juga dapat membunuh mikroorganisme baik di dalam tanah serta mencemari tanah dan air tanah dalam jangka panjang. Tak hanya itu, penggunaan bensin di kebun juga berisiko memicu kebakaran.

Sekali tanah terkontaminasi bensin, proses pemulihannya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, bensin bukanlah alternatif yang aman untuk membasmi gulma di halaman rumah. Sebaiknya, hindari penggunaan bensin agar kesehatan tanah dan tanaman tetap terjaga.

"Bensin membunuh semua kehidupan tanaman, termasuk mikroba bermanfaat yang hidup di dalam tanah, dan penggunaannya juga menimbulkan risiko kebakaran yang sangat besar," ujar Brandon T. Kail, Pendiri Rocky Mountain BioAg, dikutip dari Martha Stewart.

2. Cuka hortikultura berkonsentrasi tinggi

ilustrasi cuka (pexels.com/birgl)
ilustrasi cuka (pexels.com/birgl)

Banyak orang menganggap cuka aman digunakan untuk membasmi gulma karena berasal dari bahan alami. Padahal, cuka hortikultura berkonsentrasi 10 hingga 20 persen bersifat korosif dan dapat merusak tanaman lain di sekitarnya. Penggunaan berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan pH tanah.

Cuka jenis ini bekerja secara non-selektif sehingga dapat membahayakan organisme yang bermanfaat bagi tanah. Jika digunakan terlalu sering, kualitas tanah pun dapat menurun dalam jangka panjang. Karena itu, penggunaannya perlu dihindari atau dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Bahan ini bersifat non-selektif sehingga dapat membahayakan serangga yang bermanfaat serta berbagai organisme yang hidup di dalam tanah," ujar Brandon T. Kail.

3. Garam

ilustrasi garam (freepik.com/jcomp)
ilustrasi garam (freepik.com/jcomp)

Garam memang efektif membunuh gulma dengan cara menarik kelembapan dari jaringan tanaman. Namun, bahan ini juga dapat mengganggu kemampuan tanah dalam menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman lain. Akibatnya, kesuburan tanah dapat menurun jika garam digunakan secara berlebihan.

Kandungan garam dapat bertahan di dalam tanah selama bertahun-tahun dan membuat lahan menjadi kurang subur. Meski gulma berhasil dihilangkan, tanaman lain justru akan lebih sulit tumbuh dengan baik. Karena itu, garam sebaiknya tidak digunakan sebagai pembasmi gulma, terutama di area yang masih ditanami.

"Kandungan garam yang tinggi dapat merusak struktur tanah dan bertahan selama bertahun-tahun, sehingga membuat tanah menjadi tandus dan sulit ditanami," ujar Brandon T. Kail.

.

4. Herbisida sintetis yang terlalu keras

ilustrasi semprotan pembersih (unsplash.com/giorgiotrovato)
ilustrasi semprotan pembersih (unsplash.com/giorgiotrovato)

Herbisida sintetis memang menawarkan cara cepat dan praktis untuk membasmi gulma. Namun, beberapa produk dapat mencemari lingkungan, membahayakan organisme yang bermanfaat, serta merusak tanaman di sekitarnya jika digunakan secara tidak tepat. Karena itu, penggunaannya perlu dilakukan dengan bijak.

Selain dapat mencemari sistem perairan, herbisida tertentu juga berdampak negatif pada serangga penyerbuk seperti lebah yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Jika perlu menggunakannya, pilihlah herbisida yang lebih ramah lingkungan dan selalu ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan.

5. Campuran sabun cuci piring dan cuka

ilustrasi sabun pencuci piring (pexels.com/shvetsa)
ilustrasi sabun pencuci piring (pexels.com/shvetsa)

Campuran sabun cuci piring dan cuka sering digunakan sebagai pembasmi gulma rumahan yang murah dan mudah dibuat. Namun, larutan ini juga berisiko merusak tanaman lain jika terkena percikan atau terbawa aliran air. Sifatnya yang tidak selektif membuat semua tanaman yang terpapar dapat mengalami kerusakan.

Penggunaan campuran ini secara berlebihan juga kurang baik bagi kesehatan tanah. Meski mampu membunuh gulma dengan cepat, tanaman di sekitarnya tetap bisa terdampak. Karena itu, mencabut gulma secara manual atau menggunakan mulsa menjadi pilihan yang lebih aman untuk jangka panjang.

6. Pemutih (bleach)

ilustrasi produk pemutih baju (pexels.com/ianpanelo)
ilustrasi produk pemutih baju (pexels.com/ianpanelo)

Pemutih memang dapat membunuh gulma dengan cepat karena bersifat korosif dan beracun bagi tanaman. Namun, bahan ini juga dapat membunuh mikroorganisme baik di dalam tanah serta mengganggu keseimbangan pH tanah yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Akibatnya, kualitas tanah dapat menurun dalam jangka panjang.

Selain itu, pemutih berpotensi mencemari sistem perairan dan membahayakan organisme hidup di sekitarnya jika terbawa aliran air. Karena itu, pemutih sebaiknya tidak digunakan sebagai pembasmi gulma di kebun maupun halaman rumah.

Membasmi gulma memang penting, tetapi pastikan kamu memilih cara yang aman agar kesehatan tanah dan tanaman tetap terjaga. Dengan metode yang tepat, kebun pun bisa tetap subur, rapi, dan bebas gulma dalam jangka panjang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More