BookTok telah mengubah cara banyak orang menemukan, membicarakan, dan membeli buku. Melalui video singkat di TikTok, sebuah novel dapat mendadak viral hanya karena satu kutipan, adegan emosional, atau reaksi pembaca yang dramatis. Fenomena ini juga membawa dampak positif karena membuat aktivitas membaca kembali terlihat menarik, terutama bagi generasi muda yang sebelumnya merasa dunia buku terlalu serius atau membosankan.
Namun, di balik popularitasnya, BookTok juga memiliki sisi yang perlu dikritisi. Ketika membaca semakin erat dikaitkan dengan tren, estetika, jumlah buku yang dimiliki, dan konten yang mendapatkan banyak views, muncul pertanyaan penting: apakah kita benar-benar sedang membangun budaya membaca, atau hanya menciptakan bentuk baru dari konsumerisme? Berikut lima sisi gelap BookTok yang menarik untuk diperhatikan.
