Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Buku Diterbitkan Nike, dari Kisah Berdirinya hingga Filosofi Desain

5 Buku Diterbitkan Nike, dari Kisah Berdirinya hingga Filosofi Desain
Cover buku "Better Is Temporary" & Nike SB: The Dunk Book" (kolase foto via Amazon)
Intinya Sih
  • Nike merilis lima buku yang menggambarkan perjalanan merek dari sisi desain, bisnis, hingga budaya, sejalan dengan semangat kampanye 'NIKE RIP THE SCRIPT' yang menonjolkan keberanian dan inovasi.
  • Buku-buku seperti 'Better Is Temporary', 'No Finish Line', dan 'Shoe Dog' menyoroti filosofi desain, visi masa depan, serta kisah pendirian Nike oleh Phil Knight dengan penuh tantangan dan inspirasi.
  • 'Emotion by Design' dan 'Nike SB: The Dunk Book' memperlihatkan kekuatan emosi dalam membangun merek serta evolusi sepatu Nike Dunk sebagai ikon budaya populer di kalangan kreatif global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Belakangan ini, video berjudul "NIKE RIP THE SCRIPT" ramai beredar di internet dan memicu berbagai diskusi mengenai semangat untuk menentang batasan, berani mengambil risiko, dan menulis ulang aturan yang sudah ada. Kampanye tersebut memperlihatkan bagaimana Nike terus membangun narasi tentang keberanian, inovasi, dan mentalitas pantang menyerah yang telah menjadi bagian dari identitas mereknya selama puluhan tahun.

Di balik kampanye-kampanye inspiratif itu, Nike juga memiliki jejak panjang di dunia literasi. Berikut lima buku yang layak dibaca bagi penggemar Nike maupun pencinta dunia bisnis, desain, dan olahraga.

Table of Content

1. "Better Is Temporary" by Sam Grawe

1. "Better Is Temporary" by Sam Grawe

Cover buku "Better Is Temporary" by Sam Grawe (foto via Amazon)
Cover buku "Better Is Temporary" by Sam Grawe (foto via Amazon)

"Better Is Temporary" merupakan buku visual yang mengeksplorasi filosofi desain Nike melalui ratusan foto, sketsa, prototipe, dan arsip eksklusif dari berbagai era. Ditulis oleh Sam Grawe, mantan editor majalah desain, buku ini mengajak pembaca melihat proses kreatif di balik lahirnya berbagai inovasi Nike.

Melalui berbagai contoh nyata, buku ini menunjukkan bahwa budaya perusahaan tidak pernah puas dengan pencapaian saat ini. Judulnya sendiri menegaskan bahwa sesuatu yang dianggap terbaik hari ini hanya bersifat sementara karena selalu ada ruang untuk berkembang dan berinovasi.

2. "No Finish Line" by Geoff Manaugh dan Sam Grawe

Cover buku "No Finish Line" by Geoff Manaugh dan Sam Grawe (foto via Amazon)
Cover buku "No Finish Line" by Geoff Manaugh dan Sam Grawe (foto via Amazon)

“No Finish Line” adalah visi desain Nike untuk 50 tahun ke depan. Melalui percakapan eksploratif dan multilevel yang mencakup desain dan masukan penting di dalamnya, seperti riset olahraga, teknologi, dan manufaktur, proyek riset ini merayakan 50 tahun desain dan inovasi yang mengubah permainan demi para atlet dan olahraga.

Dengan kata pengantar dari Kepala Desain Nike dan fiksi spekulatif oleh Geoff Manaugh, buku ini menampilkan esai oleh Sam Grawe yang menggambarkan lima pergeseran besar yang mungkin dialami desain dalam beberapa dekade mendatang. Hal ini seiring perkembangannya dari produk menjadi platform, performa menjadi janji, elit menjadi semua orang, berkelanjutan menjadi simbiosis, dan statis menjadi sensorik.

 

3. "Shoe Dog: A Memoir by the Creator of Nike" by Phil Knight

Cover buku "Shoe Dog: A Memoir by the Creator of Nike" by Phil Knight (foto via Amazon)
Cover buku "Shoe Dog: A Memoir by the Creator of Nike" by Phil Knight (foto via Amazon)

"Shoe Dog: A Memoir by the Creator of Nike" adalah autobiografi Phil Knight, salah satu pendiri Nike. Dalam buku ini, ia menceritakan perjalanan mendirikan perusahaan yang berawal dari modal sederhana dan keyakinan besar terhadap bisnis sepatu olahraga.

Kisahnya dimulai saat Knight mengimpor sepatu dari Jepang dan menjualnya langsung dari bagasi mobil. Seiring waktu, berbagai tantangan muncul, mulai dari masalah pendanaan, persaingan bisnis, hingga konflik hukum yang menguji kelangsungan perusahaan.

Dengan gaya penulisan yang jujur dan personal, buku ini memperlihatkan bahwa kesuksesan Nike tidak diraih secara instan. Shoe Dog menjadi bacaan inspiratif tentang keberanian mengambil risiko, menghadapi kegagalan, dan membangun bisnis dengan visi jangka panjang.

 

4. "Emotion by Design" by Greg Hoffman

Cover buku "Emotion by Design" by Greg Hoffman (foto via Amazon)
Cover buku "Emotion by Design" by Greg Hoffman (foto via Amazon)

Dalam "Emotion by Design", Greg Hoffman mantan Chief Marketing Officer Nike, membagikan pengalamannya selama hampir tiga dekade membangun strategi pemasaran dan identitas emosional perusahaan. Fokus utamanya bukan sekadar menjual produk, melainkan menciptakan hubungan yang bermakna dengan konsumen.

Buku ini menjelaskan bagaimana cerita, empati, dan kreativitas dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun sebuah merek. Hoffman juga membahas berbagai proses di balik kampanye ikonik yang membuat Nike dikenal luas di berbagai belahan dunia.

5. "Nike SB: The Dunk Book" by Sandy Bodecker dan Nike SB Team

Cover buku "Nike SB: The Dunk Book" by Sandy Bodecker (foto via Amazon)
Cover buku "Nike SB: The Dunk Book" by Sandy Bodecker (foto via Amazon)

"Nike SB: The Dunk Book" mendokumentasikan perjalanan sepatu Nike Dunk, khususnya versi Nike SB yang menjadi ikon budaya skateboard sekaligus koleksi favorit para sneakerhead di seluruh dunia. Buku ini dipenuhi foto, ilustrasi, dan cerita di balik berbagai edisi spesial.

Pembaca dapat melihat bagaimana sebuah sepatu basket sederhana berkembang menjadi simbol budaya populer melalui kolaborasi dengan seniman, toko skate, musisi, dan komunitas kreatif. Setiap rilisan memiliki latar belakang unik yang membuatnya bernilai tinggi di mata kolektor.

Di tengah viralnya video "NIKE RIP THE SCRIPT", buku-buku tersebut semakin relevan untuk dibaca karena memperlihatkan semangat inovasi dan keberanian yang menjadi ciri khas Nike. Bagi pembaca yang ingin memahami bagaimana ide besar diwujudkan menjadi gerakan budaya dan bisnis yang mendunia, lima judul ini layak masuk dalam daftar bacaan berikutnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
Eddy Rusmanto
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More