Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Buku yang Membuka Mata tentang Venezuela dan Krisisnya

ilustrasi warga Venezuela.
ilustrasi warga Venezuela (pexels.com/Maggy López)
Intinya sih...
  • Things Are Never So Bad That They Can’t Get Worse – William Neuman
  • Comandante: Hugo Chávez’s Venezuela – Rory Carroll
  • Barrio Rising – Alejandro Velasco
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa tahun terakhir, Venezuela semakin sering masuk berita internasional, termasuk kabar soal penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat yang memicu diskusi global. Ada banyak aspek yang membuat Venezuela menarik sekaligus kompleks. Untuk memahami semuanya secara lebih mendalam, berita saja seringkali belum cukup.

Membaca buku tentang Venezuela bisa jadi jalan terbaik agar kita tak sekadar tahu apa yang terjadi, tapi juga mengapa hal-hal itu bisa terjadi. Buku-buku yang membuka mata tentang Venezuela ini menawarkan berbagai sudut pandang mengenai sejarah, ekonomi, dan politik negara tersebut. Setelah membaca buku-buku ini, kamu bisa melihat gambaran besar Venezuela secara utuh.

1. Things Are Never So Bad That They Can’t Get Worse – William Neuman

buu Things Are Never So Bad That They Can’t Get Worse.
buku Things Are Never So Bad That They Can’t Get Worse (macmillan.com)

Buku ini ditulis oleh jurnalis The New York Times yang tinggal di Caracas sejak 2012, tepat sebelum wafatnya Hugo Chávez. Neuman tidak sekadar menulis laporan dari kejauhan, melainkan menyelami kehidupan sehari-hari warga Venezuela yang hidup di tengah krisis. Pembaca diajak melihat bagaimana negara yang kaya minyak bisa runtuh secara sosial dan ekonomi.

Yang membuat buku ini kuat adalah fokusnya pada suara rakyat biasa. Neuman menggambarkan antrean panjang, kelangkaan barang, ketakutan, dan frustrasi, tanpa menghilangkan sisi kemanusiaan para tokohnya. Venezuela di sini bukan sekadar statistik kegagalan, tapi kumpulan cerita hidup yang terasa dekat dan menyakitkan untuk diabaikan.

2. Comandante: Hugo Chávez’s Venezuela – Rory Carroll

buku Comandante: Hugo Chávez’s Venezuela.
buku Comandante: Hugo Chávez’s Venezuela (goodreads.com)

Rory Carroll menulis buku ini berdasarkan pengalamannya sebagai koresponden The Guardian di Caracas, bahkan pernah diserang secara verbal langsung oleh Hugo Chávez di televisi nasional. Buku ini membedah proyek politik Chávez yang penuh retorika revolusioner dan janji kesejahteraan, namun perlahan menunjukkan retakan besar di baliknya.

Carroll menyusun narasi lewat potongan cerita, wawancara orang dalam, dan pengamatan langsung di pusat kekuasaan. Alih-alih menggambarkan Chávez secara hitam-putih, Carroll menunjukkan bagaimana karisma, paranoia, dan obsesi kekuasaan berjalan beriringan.

Pembaca bisa memahami mengapa Chávez begitu dicintai sekaligus ditakuti. Buku ini membantu menjelaskan fondasi krisis Venezuela hari ini, yang akarnya tak bisa dilepaskan dari era kepemimpinan sang Comandante.

3. Bolívar: American Liberator – Marie Arana

buku Bolívar: American Liberator.
buku Bolívar: American Liberator (simonandschuster.com)

Nama Simón Bolívar hampir selalu dipakai dalam narasi politik Venezuela, terutama oleh Hugo Chávez yang mengklaim dirinya sebagai pewaris spiritual sang pembebas. Marie Arana menggambarkan Bolívar sebagai manusia penuh ambisi, idealisme, dan kontradiksi, bukan sekadar pahlawan yang dibekukan sejarah.

Buku ini menunjukkan bagaimana warisan Bolívar terus diperebutkan dan dipolitisasi. Arana juga menyinggung bagaimana Chávez membawa kultus Bolívar ke level ekstrem, bahkan sampai menyiarkan pembongkaran makamnya secara nasional. Dari sini, pembaca bisa melihat bagaimana sejarah digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan di Venezuela.

4. Barrio Rising – Alejandro Velasco

buku Barrio Rising.
buku Barrio Rising (goodreads.com)

Berbeda dari buku lain yang fokus pada elite politik, Barrio Rising melihat Venezuela dari sudut pandang warga kelas pekerja perkotaan. Alejandro Velasco mengulas bagaimana konsep demokrasi berkembang di lingkungan barrio, tempat negara sering hadir setengah-setengah. Ia menunjukkan bahwa politik di Venezuela tidak selalu berjalan lewat jalur resmi.

Fokus utama buku ini adalah kawasan 23 de Enero, lingkungan simbolis yang dekat dengan istana kepresidenan dan menjadi basis dukungan Chávez. Velasco menjelaskan bagaimana barrio ini berubah dari simbol modernitas menjadi pusat perlawanan, lalu akhirnya dijadikan panggung politik. Buku ini membantu memahami mengapa loyalitas politik di Venezuela bisa begitu emosional dan bertahan lama.

5. Doña Bárbara – Rómulo Gallegos

buku Doña Bárbara.
buku Doña Bárbara (penguinrandomhouse.com)

Meski berbentuk novel dan terbit jauh sebelum krisis modern Venezuela, Doña Bárbara adalah kunci memahami jiwa negara ini. Ditulis oleh Rómulo Gallegos pada 1929, novel ini sering dibaca sebagai alegori konflik antara peradaban dan kebiadaban. Ceritanya berpusat pada perebutan tanah di wilayah llanos, dataran yang juga menjadi latar tempat Hugo Chávez dibesarkan.

Novel ini tidak hanya memperkenalkan sisi Venezuela yang jarang dibahas, tetapi juga memperlihatkan akar konflik kekuasaan, hukum, dan kekerasan. Chávez sendiri sering mengklaim bahwa llanos membentuk identitasnya. Membaca Doña Bárbara penting untuk memahami bagaimana narasi kepemimpinan dan kekuasaan berkembang di Venezuela.

Venezuela adalah negara dengan sejarah panjang penuh konflik dan perubahan ekonomi serta politik yang dramatis. Melalui kelima buku yang membuka mata tentang Venezuela, kamu bisa memahami bukan hanya apa yang terjadi tetapi mengapa semuanya bisa sampai di titik ini. Kira-kira mana yang ingin kamu duluan untuk memahami situasi Venezuela secara lebih lengkap?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

7 Rekomendasi Cincin Couple, Aksesori Simple tapi Bermakna!

12 Jan 2026, 08:00 WIBLife