Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
8 Buku Novel dengan Latar Perang Dunia, Tertarik Baca?
Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (goodreads.com)

Novel berlatar perang telah lama menjadi medium kuat untuk mengeksplorasi dinamika konflik dan imbasnya terhadap kehidupan pribadi. Di tengah dunia yang sedang menyaksikan gejolak seperti ketegangan antara Israel dan Iran atau wacana world war III yang sering digaungkan media, minat terhadap karya-karya yang mengangkat tema perang kembali menguat.

Lewat novel, pembaca bisa melihat sisi lain dari sebuah peperangan. Bukan hanya soal pertempuran, tetapi juga tentang kehidupan orang-orang biasa yang terdampak. Dari Perang Dunia I, Perang Dunia II, hingga kisah fiksi tentang perang, deretan buku ini menawarkan cerita yang menegangkan sekaligus menyentuh. Berikut rekomendasi novel dengan latar perang dunia yang bisa masuk daftar bacaanmu.

1. All The Light We Cannot See - Anthony Doerr

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (simonandschuster.com)

Novel setebal 576 halaman ini mengisahkan kehidupan Marie-Laure, gadis tunanetra yang tinggal di Paris bersama ayahnya yang bekerja di Museum Sejarah Nasional. Saat tentara Nazi menduduki Prancis, mereka terpaksa melarikan diri ke Saint-Malo sambil membawa sebuah benda berharga yang menjadi incaran. Di sisi lain, ada Werner Pfenning, anak yatim piatu asal Jerman yang berbakat dalam bidang radio dan akhirnya direkrut untuk melacak siaran pemberontak. Dua kehidupan dari sisi yang berseberangan dalam Perang Dunia II ini perlahan terhubung dalam situasi yang penuh ketegangan dan ketidakpastian.

Kamu harus membaca novel ini karena Anthony Doerr menyajikan kisah perang bukan hanya dari sisi kekejaman, tetapi juga dari sudut kemanusiaan yang menyentuh. Narasinya membuat pembaca seakan menjadi saksi sejarah yang hidup di tengah pendudukan Nazi. Jika kamu tertarik pada novel berlatar Perang Dunia dengan cerita tentang harapan di tengah kehancuran, buku ini bisa jadi pilihan.

2. AtonementIan - McEwan

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (goodreads.com)

Novel ini berlatar pada musim panas tahun 1935. Briony Tallis yang baru berusia 13 tahun melihat kedekatan antara kakaknya, Cecilia, dan Robbie Turner, putra seorang pelayan. Karena masih anak-anak dan belum memahami hubungan orang dewasa, Briony membuat tuduhan yang keliru. Kesalahan itu berdampak besar dan mengubah hidup mereka, apalagi ketika cerita berlanjut ke masa Perang Dunia II yang penuh kekacauan.

Atonement bukan hanya cerita cinta berlatar perang, tapi juga tentang rasa bersalah dan kelas sosial. Ian McEwan menulis dengan alur yang kuat dan emosional, memperlihatkan bagaimana sebuah cerita bisa mengubah hidup banyak orang. Novel ini cocok untuk kamu yang suka drama perang dengan konflik batin yang dalam.

3. Slaughterhouse-Five - Kurt Vonnegut

buku novel perang dunia (goodreads.com)

Slaughterhouse-Five adalah novel anti-perang yang terinspirasi dari pengalaman Kurt Vonnegut sendiri sebagai tawanan perang Amerika saat pengeboman Dresden di Perang Dunia II. Menceritakan Billy Pilgrim, seorang pria biasa yang hidupnya terasa kacau karena ia 'terlepas dari waktu', bolak-balik antara masa lalu, masa perang, dan bahkan pengalaman diculik alien. Lewat karakter Billy, Vonnegut menggambarkan kengerian perang dengan cara yang unik. Ia memadukan sejarah, fiksi ilmiah, satire, dan pengalaman pribadi.

Novel ini layak dibaca karena menawarkan sudut pandang perang yang berbeda. Bukan tipikal cerita yang heroik, melainkan getir, absurd, dan penuh kritik. Dengan gaya penulisan yang tajam dan humor gelap, Vonnegut membahas trauma perang hingga kecemasan pascaperang. Meski sempat menuai kontroversi, buku ini justru menjadi salah satu karya klasik anti-perang yang relevansinya terasa hingga sekarang.

4. The Book Thief - Markus Zusak

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (amazon.co.uk)

The Book Thief adalah novel historical fiction karya Markus Zusak yang berlatar Jerman pada masa Perang Dunia II, tepatnya saat rezim Nazi berkuasa. Cerita berfokus pada Liesel Meminger, seorang gadis kecil yang tinggal bersama keluarga angkatnya setelah kehilangan orangtuanya. Di tengah situasi perang dan tekanan politik, Liesel menemukan pelarian lewat buku dan kata-kata. Ia belajar membaca, lalu mulai mengumpulkan buku-buku yang ia temukan, bahkan dari peristiwa pembakaran buku oleh Nazi.

Kisahnya tidak hanya menyoroti kehidupan warga sipil di masa perang, tetapi juga menggambarkan ketakutan dan risiko yang mereka hadapi. Termasuk saat keluarga Liesel menyembunyikan seorang Yahudi di rumah mereka. Diceritakan dari sudut pandang 'Death', novel ini menghadirkan potret kemanusiaan dan harapan di tengah kekejaman perang.

5. The Nightingale - Kristin Hannah

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (goodreads.com)

The Nightingale adalah novel historical fiction karya Kristin Hannah yang terbit pada 2015. Berlatar di Prancis saat Perang Dunia II dan pendudukan Nazi, buku ini menceritakan kisah dua saudara perempuan, Vianne dan Isabelle, yang menghadapi perang dengan cara berbeda. Vianne berusaha bertahan demi keluarganya ketika sang suami ditawan dan ia terpaksa tinggal serumah dengan perwira Jerman. Sementara itu, Isabelle yang pemberani memilih bergabung dengan gerakan perlawanan Prancis dan membantu tentara Sekutu melarikan diri dari wilayah Nazi. Kisah ini terinspirasi dari sosok nyata, Andrée de Jongh.

Novel ini menyoroti kekuatan, keberanian, dan pengorbanan perempuan di tengah situasi perang yang kejam. Lewat dua karakter yang kontras, pembaca diajak melihat bagaimana cinta keluarga dan tekad untuk melawan bisa tumbuh bersamaan. Emosional dan penuh ketegangan, The Nightingale menjadi salah satu novel Perang Dunia II yang paling banyak dibicarakan dan meninggalkan kesan mendalam.

6. Regeneration Trilogy - Pat Barker

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (amazon.com)

Regeneration Trilogy adalah trilogi novel historical fiction karya Pat Barker yang berlatar Perang Dunia I. Seri ini terdiri dari Regeneration, The Eye in the Door, dan The Ghost Road. Ceritanya memadukan tokoh nyata dan fiksi, seperti penyair Siegfried Sassoon dan Wilfred Owen, serta psikiater Dr. William Rivers. Alih-alih berfokus pada medan tempur, trilogi ini banyak menggambarkan dampak psikologis perang terhadap para tentara, terutama mereka yang mengalami trauma (yang kini dikenal sebagai PTSD).

Melalui kisah para pasien di rumah sakit militer dan konflik batin yang mereka alami, Pat Barker menunjukkan sisi perang yang jarang dibahas, yakni tekanan mental, identitas, rasa bersalah, hingga stigma sosial. Novel terakhirnya, The Ghost Road, bahkan memenangkan Booker Prize pada 1995. Cocok untuk kamu yang ingin membaca cerita perang dari sudut pandang yang lebih emosional dan reflektif.

7. Fatherland - Robert Harris

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (penguinrandomhouse.co.za)

Fatherland adalah novel thriller sejarah alternatif karya Robert Harris yang terbit pada 1992. Berlatar di Berlin tahun 1964, cerita ini membayangkan dunia di mana Nazi Jerman memenangkan Perang Dunia II dan membentuk Kekaisaran Jerman Raya yang membentang luas di Eropa. Kisahnya tentang Xavier March, seorang detektif yang menyelidiki penemuan mayat misterius. Penyelidikan itu justru membawanya pada konspirasi besar yang bisa mengguncang pemerintahan Nazi.

Novel ini memadukan unsur misteri, politik, dan sejarah alternatif dengan alur yang menegangkan. Lewat cerita 'bagaimana jika Nazi menang perang', Robert Harris menghadirkan gambaran dunia yang mencekam sekaligus membuat pembaca berpikir ulang tentang sejarah. Cocok untuk kamu yang suka cerita perang dengan sentuhan thriller dan plot penuh teka-teki.

8. Pachinko - Min Jin Lee

Buku Novel dengan Latar Perang Dunia (gramedia.com)

Rekomendasi terakhir, berbeda dari buku-buku yang lain, kali ini berlatar di Korea saat masa penjajahan Jepang. Novel fiksi sejarah karya Min Jin Lee ini mengangkat kisah Kim Sunja, gadis muda dari desa nelayan dekat Busan, yang hamil di luar nikah. Hidupnya berubah ketika seorang rohaniwan bernama Baek Isak menikahinya dan membawanya pindah ke Jepang. Di negeri asing itu, Sunja harus berjuang bertahan hidup sebagai imigran Korea yang menghadapi diskriminasi dan kerasnya kehidupan.

Diceritakan dalam rentang waktu sekitar delapan puluh tahun dan mengikuti empat generasi, Pachinko bukan hanya tentang romansa, tetapi juga tentang identitas dan perjuangan melawan stigma sosial. Novel ini menggambarkan sisi kelam kolonialisasi Jepang atas Korea sekaligus menunjukkan keteguhan perempuan dan keluarganya dalam menghadapi sejarah yang tidak berpihak pada mereka.

Itu dia beberapa rekomendasi novel dengan latar perang dunia. Buku mana yang tertarik untuk kamu baca?

Editorial Team