Pernahkah kamu berada dalam posisi ingin mencurahkan semua pengalaman traumatis atau emosi negatif secara berlebihan kepada teman dan saudara? Jika kamu berada dalam posisi ini, berarti kamu mengalami trauma dumping. Trauma dumping itu memiliki perbedaan dengan curhat. Perbedaannya terletak dimana isi pembicaraan trauma dumping memiliki satu arah, sedangkan curhat memiliki dua arah.
Orang yang mengalami trauma dumping biasanya akan secara tiba-tiba tanpa bertanya apakah pendengar siap dan mendominasi percakapan semata-mata untuk meluapkan beban diri sendiri. Tentunya hal ini juga mengabaikan batasan yang dimiliki si pendengar. Nah, bagaimana cara agar menghindari trauma dumping ketika memiliki masalah dan tak mengabaikan batasan lawan bicara? Perhatikan cara berikut ini!
