Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Elegan Menegur Teman yang Berperilaku Buruk, Begini Kata Ahli!
ilustrasi bicara dengan teman (pexels.com/Edmond Dantès)

Pertemanan gak selalu berjalan mulus. Ada kalanya, seseorang mungkin menunjukkan sikap yang membuat kamu merasa gak nyaman atau bahkan terluka. Jika kamu merasa bahwa sikap yang ditunjukan temanmu masih bisa ditoleransi, maka memberi teguran dengan cara yang baik bisa jadi solusi tepat untuk memperbaiki hubungan kalian. Penting untuk diingat bahwa menegur teman bukan berarti harus berujung pada pertengkaran.

Dengan cara yang tepat, kamu bisa menyampaikan keberatan tanpa memperburuk hubungan. Lantas, bagaimana cara elegan menegur teman yang berperilaku buruk? Simak tipsnya berikut ini.

1. Mulai dengan basa-basi

ilustrasi mengobrol (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Jika kamu merasa bahwa sikap buruk temanmu itu adalah sesuatu yang mungkin gak dia sadari, maka jangan langsung menghakimi. Misalnya, kamu melihat dia bersikap egois tapi gak ada niatan jahat darinya, maka berbicara dengannya bisa jadi cara terbaik untuk memperbaiki keadaan.

Alih-alih langsung membahas kesalahannya, ajak temanmu berbicara santai dan awali dengan basa-basi sederhana. Crystal Raypole (penulis) dan Janet Brito (terapis), dikutip dari Healthline, menyarankan untuk selalu menggunakan penyataan "aku" dan metode komunikasi produktif lainnya. Misalnya, jika obrolanmu sudah masuk ke dalam topik yang sensitif, kamu bilang, "sebenernya aku ngerasa gak nyaman saat kamu bilang badanku tetep gendut meski sudah olahraga.".

Cobalah bersikap terbuka tentang bagaimana perilaku temanmu membuat kamu gak nyaman. Dia mungkin gak sadar dengan apa yang sudah dilakukannya, maka kamu bisa memberitahunya dengan cara yang baik.

2. Jangan ungkit kesalahan, fokus pada solusi

ilustrasi mengobrol santai (pexels.com/Jack Sparrow)

Selain itu, saat menegur temanmu pastikan untuk fokus pada solusi, jangan terus menerus membahas kesalahannya. Temanmu mungkin akan merasa terpojokkan jika sepanjang percakapan kamu hanya mengungkit kesalahan-kesalahannya saja. Selain itu, pastikan dalam percakapan ini kamu hanya mengangkat satu permasalahan saja.

"Bahas satu masalah pada satu waktu. Jangan sampai kamu membuat temanmu kewalahan (dengan memborbardir berbagai masalah). Jika itu terjadi, dia gak akan bisa fokus pada apa yang kamu sampaikan," ucap Dr. Noah Kass, terapis, dilansir dari Verywell Mind.

Sampaikan permasalahan secara spesifik. Misalnya, katakan, “Kamu sudah tiga kali membatalkan rencana kita bulan ini,” daripada mengatakan, “Kamu gak pernah datang!”. Cara ini membuat teman lebih mudah memahami masalah tanpa merasa langsung dihakimi dan dituduh.

3. Utarakan apa yang kamu rasakan

ilustrasi mengobrol dengan teman (pexels.com/Cliff Booth)

Saat menegur teman, cobalah menyampaikan perasaan dan pengalamanmu saja, jangan bandingkan dengan orang lain. Fokuskan pembicaraan pada bagaimana sikap temanmu memengaruhi dirimu, bukan langsung menyalahkan mereka atau membandingkan sikapnya kepada orang lain.

Menurut Dr. Kass, cara ini dapat membuat teman lebih terbuka untuk mendengarkan dan berdiskusi. Mereka juga cenderung gak merasa diserang atau menjadi defensif selama percakapan.

4. Beri temanmu kesempatan untuk berbicara

ilustrasi berbicara dengan teman (pexels.com/SHVETS production)

Setelah menyampaikan perasaanmu, jangan langsung memenuhi keheningan. Beri teman waktu untuk berpikir dan menyampaikan sudut pandangnya.

Dr. Kass menekankan pentingnya menjadi pendengar aktif karena percakapan seharusnya berlangsung dua arah. Dengarkan respons mereka dengan terbuka agar kamu juga memahami bagaimana mereka melihat situasi tersebut.

"Jadilah pendengar aktif . Percakapan adalah dialog, bukan monolog," kata Dr. Kass

5. Diskusikan tentang langkah selanjutnya

ilustrasi memeluk teman (pexels.com/RDNE Stock project)

Setelah menyampaikan keberatan dan menegurnya, lihat bagaimana temanmu meresponsnya. Jika dia mau memahami dan memperbaiki sikap, berikan kesempatan sambil menetapkan batasan yang jelas agar hubungan tetap sehat.

Namun, jika setelah kamu menegur perilaku buruk temanmu terus berulang dan gak ada perubahan sekecil apa pun, kamu juga berhak mempertimbangkan untuk mengakhiri pertemanan. Perubahan hanya bisa terjadi jika temanmu sendiri mau berusaha, jadi kamu gak perlu terus bertahan dalam hubungan yang membuatmu merasa gaknyaman.

Menegur teman bukan tentang mencari siapa yang salah, melainkan menyampaikan perasaan dan batasan dengan cara yang sehat. Jika hubungan tersebut masih bisa diperbaiki, komunikasi terbuka dapat menjadi langkah awal untuk membangun pertemanan yang lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article