Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Hemat Belanja Kebutuhan Sehari-hari biar Budget Aman
ilustrasi berbelanja (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Kenaikan harga kebutuhan harian membuat pengeluaran makan menyerap porsi besar pendapatan, sehingga belanja perlu diatur lebih cermat agar tabungan tidak terganggu.
  • Penghematan dapat dilakukan dengan memilih kemasan sachet atau refill, serta membandingkan harga produk di toko offline dan online sebelum membeli.
  • Belanja pangan bisa ditekan dengan memakai stok bahan yang ada, menyederhanakan bumbu, dan memilih produk pengganti yang lebih murah tetapi tetap cocok digunakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belanja kebutuhan sehari-hari sekilas terkilat kecil. Namun, jika pengeluaran ditotal dalam sebulan, ternyata makan merupakan porsi terbesar dari pendapatan. Tak heran kalau banyak orang sampai kesulitan menabung.

Bukan gaya hidup yang selalu menjadi penyebabnya. Akan tetapi, harga berbagai barang kebutuhan harian memang naik. Sesimpel air minum galon yang dikonsumsi setiap hari pun rutin naik dari tahun ke tahun. Padahal, kebanyakan air sumur sudah tak layak dikonsumsi.

Lumrah kalau sekarang kamu perlu lebih cermat dalam berbelanja. Oleh sebab itu, cara hemat belanja kebutuhan sehari-hari biar budget aman berikut ini bisa dilakukan. Semua ini sebenarnya bukan cara baru, tetapi boleh jadi anak muda sepertimu belum pernah mencobanya.

1. Beralih dari produk kemasan botol ke sachet atau refill

ilustrasi menuang sampo (pexels.com/Beyzanur K.)

Sampo, sabun mandi, kondisioner, atau minyak goreng di rumah atau kos-kosan menggunakan kemasan botol atau sachet/refill? Kalau kamu melihat dari segi kepraktisan serta tampilan, membeli produk botolan memang sangat pas. Dirimu tak perlu repot-repot menuang minyak goreng ke botol.

Kamu mau keramas pun, botol sampo selalu ada di kamar mandi. Dirimu tidak usah mengambil sampo saset demi saset dan menggunting ujungnya sebelum mandi. Akan tetapi, selisih harga antara produk kemasan botol dengan sachet atau refill ternyata cukup besar.

Coba saja dirimu membandingkan harga sampo botolan sekian mililiter vs sampo merek yang sama kemasan saset dikalikan jumlah yang kurang lebih setara dengan isi botol tersebut. Harganya beda jauh. Kamu gak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membayar botolnya.

2. Cermat membandingkan harga di toko offline dan online

ilustrasi belanja (pexels.com/Tianwang Xiao)

Sering kali orang mengira semua produk di toko online selalu lebih murah daripada toko offline. Apalagi jika kamu berbelanja di minimarket atau supermarket. Faktanya, itu tidak selalu tepat. Terkadang malah produk yang sama lebih murah di toko offline.

Ini bisa karena kebetulan di toko tersebut sedang ada promo atau harganya sengaja dipatok tidak setinggi produk lain. Pertimbangannya, pembelinya rata-rata kelas menengah ke bawah. Jika suatu produk menjadi incaran kelas menengah ke atas, baru harganya dinaikkan.

Cara ini cukup efektif untuk membuat produk pilihan kelas menengah ke bawah tetap laris. Sementara itu, kalangan kelas menengah ke atas gak keberatan merogoh kocek lebih dalam untuk produk kesukaan mereka. Bukan pembelian offline atau online patokannya, melainkan cek dulu harga saat itu.

3. Bahan makanan segar gak dibeli setiap hari

ilustrasi pedagang dan pembeli (pexels.com/Yeremia Ganda)

Belanja bahan pangan menjadi pengeluaran terbesar bagi setiap orang. Kamu masak sendiri pun tak lantas pos ini berubah jadi pos dengan bujet terendah. Tidak apa-apa.

Manusia bekerja memang paling utama untuk memenuhi kebutuhan akan makanan terlebih dahulu. Namun, kebutuhan belanja bahan makanan segar masih bisa ditekan dengan cara membatasi frekuensi kamu pergi ke pasar atau toko swalayan. Jangan membeli sayur, buah, serta aneka bahan makanan lainnya setiap hari.

Prinsipnya adalah memasak sisa bahan makanan yang ada di rumah. Bukan hari ini kamu atau keluarga mau makan apa? Jika prinsipmu memenuhi keinginan akan menu tertentu setiap hari, uang belanja pasti membengkak. Di kulkas masih ada ayam, tapi dirimu atau keluargamu ingin daging sapi.

Kamu harus belanja daging sapi. Besok menu yang diinginkan beda lagi, dirimu kembali berbelanja, dan seterusnya. Sisa bahan makanan di kulkas malah tak tersentuh lagi hingga berbulan-bulan kemudian.

4. Menyederhanakan bumbu masakan

ilustrasi memasak (pexels.com/Anna Shvets)

Masyarakat Indonesia memang menyukai rasa masakan yang kaya bumbu. Akan tetapi, harga rempah-rempah juga tidak murah. Apalagi ketika harganya melonjak, sedangkan stok di rumah habis bersamaan.

Total biaya beli bumbu bisa sama bahkan lebih mahal daripada bahan utama yang akan dimasak. Pastinya bukan kemudian kamu menghilangkan rempah-rempah sama sekali dari masakan. Cukup bumbu yang biasanya terasa kuat sekali dikurangi sedikit.

Contohnya, untuk sekali memasak tumis biasanya menggunakan 3 siung bawang putih besar dan 4 siung bawang merah yang juga besar. Kurangi masing-masing satu siung atau jumlahnya sama, tapi pilih ukuran yang lebih kecil. Begitu juga jika masakan sudah pedas oleh cabai, pemakaian merica dikurangi. Atau sebaliknya, pedas dari merica dapat mengurangi jumlah cabai dalam masakan.

5. Luwes terkait substitusi produk, mana yang lebih murah saja

ilustrasi berbelanja (pexels.com/Anna Shvets)

Substitusi produk atau mengganti produk dengan produk lain yang fungsinya sama merupakan salah satu cara berhemat. Makin kamu fleksibel terkait produk pengganti, makin banyak uang yang dapat disisihkan. Kalau dirimu cuma mau menggunakan dua produk dan suatu hari harga keduanya naik, tentu bikin bingung.

Apabila kamu punya lebih banyak alternatif produk pengganti, akan lebih gampang. Anggaran belanja gak perlu ditambah. Cuma isi belanjaan yang berbeda dari biasanya karena menyesuaikan harga. Namun, barang pengganti yang dimaksud tetap harus cocok buatmu. Khususnya untuk produk yang, jika tidak sesuai, bisa menyebabkan alergi. Contohnya, makanan, minuman, kosmetik, dan produk perawatan tubuh.

Cara hemat belanja kebutuhan sehari-hari biar budget aman banyak dilakukan oleh orang yang telah berkeluarga. Tingginya biaya hidup dan pendapatan yang cenderung tetap mendorong mereka untuk lebih cermat mengatur belanja. Kalau masih lajang tapi butuh berhemat, kamu juga dapat melakukan hal yang sama. Bahkan saat keuanganmu sudah membaik, gak ada salahnya dirimu tetap menerapkannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article