Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Sikap Solider pada Teman yang lagi Berhemat, Jangan Diejek

5 min read
6 Sikap Solider pada Teman yang lagi Berhemat, Jangan Diejek
ilustrasi pertemanan (pexels.com/Thuan Pham)
  • Teman yang sedang berhemat perlu dipahami, bukan diejek atau disebut tidak asyik saat sering menolak ajakan berbiaya.
  • Solidaritas bisa ditunjukkan dengan menemani naik transportasi umum, membawa bekal, atau menawarkan tebengan ketika arah perjalanan sama dan memungkinkan.
  • Hindari menghakimi alasan penghematan atau menebak masalah finansialnya; tawarkan peluang pendapatan yang aman hanya bila ia terbuka dan membutuhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cara-cara berhemat makin familier dalam kehidupan sehari-hari masyarakat seiring dengan kondisi ekonomi yang terasa berat. Harga berbagai kebutuhan naik. Tentu tidak semua orang merasakan beban yang sama.

Boleh jadi kamu termasuk salah seorang yang beruntung karena gak begitu terpukul oleh kondisi ekonomi akhir-akhir ini. Dirimu memiliki daya tahan finansial yang lebih kuat dibandingkan teman yang kudu berhemat mati-matian. Ini bisa karena penghasilanmu lebih tinggi.

Lalu, jumlah tanggunganmu lebih sedikit darinya. Kamu harus sangat bersyukur sembari tetap berempati pada teman yang situasinya berbeda. Sikap solider atau setia kawan perlu dikembangkan supaya gak terasa ada ketimpangan besar di antara kalian. Seperti apa bentuk sikap solider pada teman yang lagi berhemat?

  1. 1. Jangan menyebutnya gak asyik lagi karena sering menolak ajakan

    pertemanan
    ilustrasi pertemanan (pexels.com/Duc Nguyen)

    Bila kamu menyebut teman gak asyik karena langkah penghematan membuatnya tak lagi bisa sering mengikuti ajakanmu, ini sangat menyedihkan. Siapa orang yang dengan senang hati berhemat sampai gak leluasa jalan-jalan dan nongkrong sama kawan? Pastinya ia juga sebetulnya ingin menerima ajakanmu.

    Hanya saja, ajakanmu berbiaya, bahkan mungkin cukup besar. Ini tidak sejalan dengan keharusannya untuk berhemat. Semua pilihan berat buatnya. Jika ia mengikuti ajakanmu, rencana berhemat gagal total.

    Padahal, kendur sedikit dalam hal keuangan bakal bikin hidupnya lebih susah. Namun, dia juga tahu bahwa penolakannya yang sering bisa membuatmu serta teman-teman lainnya kesal. Dalam situasi begini, seharusnya kamu dan kawan-kawan lain meyakinkannya bahwa kalian memahami keadaannya.

  2. 2. Membersamainya naik kendaraan umum atau bawa bekal

    pertemanan
    ilustrasi pertemanan (pexels.com/Margo Evardson)

    Salah satu usaha teman untuk berhemat barangkali adalah beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Ini buat menekan biaya bahan bakar yang telah memberatkannya. Bahkan bisa saja mobil atau motornya sudah dijual.

    Mumpung ada teman, yuk sesekali dirimu membersamainya naik kendaraan umum. Apalagi jika alat transportasi massal menjangkau rumahmu. Walaupun kamu gak terbiasa, kamu dapat bertanya kepada kawan tentang cara naik dan rute kendaraan umum yang tepat.

    Begitu pula ketika ia terlihat selalu membawa bekal. Ini kebiasaan baru sebab sebelumnya dia cukup sering jajan di kantin, bahkan memesan makanan melalui aplikasi. Mungkin kamu memang gak terlalu telaten menyiapkan bekal tiap hari di sela kesibukan. Akan tetapi, sesekali dirimu bisa ikut membawa bekal agar kawan tak merasa sendirian dan aneh saat makan bekal di ruang kerjanya.

  3. 3. Tawarkan tebengan jika searah dan kamu lagi longgar

    pertemanan
    ilustrasi pertemanan (pexels.com/Sun Lee)

    Kalau kebetulan arah tujuannya sama denganmu dan kamu membawa kendaraan sendiri, ajaklah ia bersamamu. Ini bukan hanya membantunya menghemat biaya transportasi. Dia juga dapat sedikit merasakan kembali kenyamanan berangkat atau pulang tanpa perlu berdesak-desakan dengan penumpang lain di kendaraan umum.

    Bukan malah kamu bawa mobil setiap hari dan 3 dari 4 jok kosong melompong, tapi bersikap cuek saja. Bahkan sekalipun dirimu cuma naik motor, kawan pasti senang kalau diberi tumpangan. Cukup ketika kamu dan kendaraanmu longgar saja.

    Apabila dirimu sedang terburu-buru karena ada berbagai kewajiban, gak apa-apa untukmu tidak menawarkan tumpangan. Kamu tidak perlu takut sekali memberikan tumpangan gratis ke kawan malah membuatnya gak tahu diri dan manja. Toh, dirimu memang tak berjanji bakal selalu bisa memberinya tumpangan.

  4. 4. Gak usah nyinyir uang diirit-irit mau buat apa?

    pertemanan
    ilustrasi pertemanan (pexels.com/Peter Kambey)

    Semua orang yang sedang berhemat pasti punya alasan dan tujuan masing-masing. Namun, apa pun motivasi teman untuk menahan pengeluaran tidak untuk dinyinyir oleh siapa pun. Termasuk jika kamu cuma bermaksud bercanda.

    Dirimu, kan, gak sepenuhnya tahu kondisi finansialnya. Pengetahuanmu terbatas terkait hal-hal yang mudah terlihat dari luar. Kamu selalu berpikir uangnya sudah banyak. Kenapa ia mesti mempersulit diri dengan berhemat segala-galanya?

    Pikirmu, penghematan seperti yang dilakukannya malah bisa sia-sia. Manusia tak tahu batas usianya. Jangan-jangan uang hasil penghematan gila-gilaan tidak dapat dinikmati karena dia keburu sakit lalu meninggal dunia. Bahkan andai ramalanmu terjadi, itu sepenuhnya urusan keluarganya.

  5. 5. Kalau dia gak bilang lagi berhemat jangan main tebak

    pertemanan
    ilustrasi pertemanan (pexels.com/Vũ Bụi)

    Sebenarnya wajar dirimu penasaran dengan perubahan gaya hidup teman. Terlebih jika sebelumnya ia termasuk cukup boros bahkan bermewah-mewah. Namun, justru makin jomplang cara hidupnya dulu dengan sekarang, makin kurang pantas kamu menanyakannya secara langsung.

    Keputusan berhemat pasti amat tidak mudah baginya. Ada hal-hal besar yang melatarbelakangi tindakannya. Bahkan keharusan berhemat itu sebenarnya menggerus kepercayaan dirinya.

    Beda dengan teman yang memang dari dulu suka mendadak berhemat kalau sedang punya tujuan tertentu. Seperti demi membeli tiket konser, mau jalan-jalan ke suatu tempat, dan sebagainya. Lantaran penghematan telah menjadi pola dan ia sejak awal terbuka soal alasannya, gak apa-apa dirimu menanyakan motivasi iritnya kali ini.

  6. 6. Informasikan peluang sumber pendapatan baru kalau dia mau

    pertemanan
    ilustrasi pertemanan (pexels.com/Thái Trường Giang)

    Tentu, tindakan ini meski bermaksud baik, jangan dilakukan secara gegabah. Kamu kudu bisa membaca dengan akurat dulu apa penyebab teman berubah irit. Kalau latar belakangnya dapat dipastikan karena persoalan keuangan yang cukup serius, tawaran sumber pendapatan lain dapat membantunya.

    Misalnya, gajinya dipotong tanpa batas waktu yang jelas. Mungkin situasi kantornya lagi buruk atau itu konsekuensi dari kesalahan yang pernah dilakukannya dengan atau tanpa sengaja. Sisa penghasilan setelah pemotongan terlalu kecil untuk hidup layak.

    Selama dia terbuka padamu tentang masalahnya atau hal ini telah menjadi pengetahuan umum di antara kawan-kawan, tidak apa-apa bagimu untuk menawarkan sumber penghasilan lain. Ini bisa berupa pekerjaan sampingan. Namun, jangan pernah kamu menyodorinya bisnis atau investasi gak jelas yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Nanti malah cuma tipu-tipu yang kamu sendiri belum menyadarinya.

    Supaya memiliki sikap solider pada teman yang lagi berhemat, kamu gak harus senasib dengannya. Ini hanya memerlukan empati dan sikap tulus sebagai kawan. Bukan malah perubahan situasi finansialnya mendangkalkan makna persahabatan kalian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More