Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Membangun Kebiasaan Membaca 15 Menit Setiap Hari
Ilustrasi membaca (pexels.com/Ayşenur)

Di tengah kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, dan derasnya arus informasi dari media sosial, meluangkan waktu untuk membaca buku sering kali terasa sulit. Banyak orang memiliki niat untuk membaca lebih banyak, tetapi akhirnya menyerah karena merasa harus menghabiskan satu buku dalam waktu singkat.

Padahal, membangun kebiasaan membaca tidak harus dimulai dengan target yang besar. Hanya dengan menyediakan waktu sekitar 15 menit setiap hari, seseorang sudah dapat mulai membentuk kebiasaan membaca yang konsisten.

1. Mengapa membaca 15 menit sehari sudah memberikan manfaat?

Ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Photo by Viktor Forgacs)

Banyak orang berpikir bahwa membaca harus dilakukan selama satu hingga dua jam agar terasa bermanfaat. Padahal, dalam pembentukan kebiasaan, yang terpenting bukanlah lamanya waktu, melainkan konsistensinya.

Membaca selama 15 menit setiap hari akan terasa lebih mudah dipertahankan dibandingkan memaksakan diri membaca berjam-jam hanya sesekali. Paling penting adalah kebiasaan atau perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten akan menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang.

“Kebiasaan adalah bunga majemuk dari peningkatan diri. Sama seperti uang yang berlipat ganda melalui bunga majemuk, efek kebiasaan kamu juga berlipat ganda saat kamu mengulanginya. Kebiasaan tersebut tampaknya tidak banyak berpengaruh pada hari tertentu, namun dampaknya selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun bisa sangat besar,” kata James Clear, penulis "Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones" dikutip dari Goodreads.

2. Mulailah dengan target yang sangat kecil agar konsisten

Ilustrasi membaca (pexels.com/Photo by cottonbro studio)

Salah satu alasan banyak orang gagal membangun kebiasaan membaca adalah karena menetapkan target yang terlalu tinggi sejak awal, misalnya harus membaca satu buku setiap minggu. Target seperti ini memang terdengar menarik, tetapi sering kali justru membuat seseorang kehilangan motivasi ketika tidak mampu mencapainya.

Sebaliknya, target kecil seperti membaca lima hingga sepuluh halaman atau 15 menit sehari jauh lebih realistis untuk dilakukan. Tugas kecil ini akan memudahkan kamu dalam membangun momentum yang berkelanjutan.

"Kamu bisa menentukan tugas terkecil dan termudah, lalu mulai membangun momentum. 'Energi aktivasi' ini adalah jumlah energi minimum yang dibutuhkan untuk membuat kamu bergerak," kata terapis Risa Williams, LMFT. dikutip dari WonderMind.

3. Tentukan waktu dan tempat membaca yang tetap

Ilustrasi membaca (unsplash.com/Photo by Kailun Zhang)

Salah satu cara paling efektif untuk membangun kebiasaan membaca adalah dengan menentukan waktu dan tempat yang sama setiap hari. Misalnya, membaca selama 15 menit setelah bangun tidur, saat istirahat makan siang, atau sebelum tidur. Kamu bisa mengatur waktu dan tempat ini sesuai keadaan atau kebutuhanmu.

"Salah satu cara yang bermanfaat untuk menciptakan rutinitas yang konsisten dan efektif adalah dengan memasukkan kebiasaan baru ke dalam slot waktu kosong di jadwalmu," kata psikolog berlisensi Jaci Lopez Witmer, PsyD. dari WonderMind

Lingkungan juga memiliki peran besar dalam membentuk perilaku sehari-hari. Misalnya, menyimpan buku di meja kerja, di samping tempat tidur, atau di dalam tas dapat menjadi 'isyarat' yang mengingatkan seseorang untuk membaca tanpa harus mengandalkan motivasi setiap hari.

4. Pilih buku yang benar-benar kamu nikmati

Ilustrasi membaca buku (pexels.com/Photo by cottonbro studio)

Kesalahan lain yang sering dilakukan saat mulai membangun kebiasaan membaca adalah memaksakan diri membaca buku yang sebenarnya tidak menarik. Akibatnya, membaca terasa seperti tugas yang membosankan sehingga motivasi cepat menghilang.

Padahal, tujuan utama pada tahap awal adalah membangun kebiasaan, bukan mengejar daftar bacaan yang dianggap bergengsi. Penting untuk diingat bahwa membaca bukan sekadar menyelesaikan banyak halaman, tetapi memahami, menikmati, dan memberi kesempatanmu untuk berpikir lebih mendalam.

Karena itu, memilih buku yang sesuai dengan minat itu sangat membantu. Baik itu novel, biografi, pengembangan diri, sejarah, maupun sains populer, akan membuat proses membaca terasa lebih menyenangkan dan berkelanjutan.

5. Jadikan membaca sebagai bagian dari rutinitas harian

Ilustrasi membaca (pexels.com/Ayşenur)

Membangun kebiasaan membaca akan terasa lebih mudah jika aktivitas tersebut dihubungkan dengan rutinitas yang sudah dilakukan setiap hari. Misalnya, membaca selama 15 menit setelah menikmati secangkir kopi di pagi hari, setelah makan, saat menunggu transportasi, atau sebelum tidur.

Dalam ilmu perilaku, strategi ini dikenal sebagai habit stacking. Ini adalah strategi menempelkan kebiasaan baru pada kebiasaan lama yang sudah mengakar sehingga lebih mudah diingat dan dilakukan secara konsisten.

"Habit stacking adalah strategi yang sangat efektif untuk membangun kebiasaan baru karena memanfaatkan jaringan saraf yang sudah ada di otak kita," jelas psikolog berlisensi Melissa Ming Foynes, PhD. dikutip dari RealSimple.

"Ketika kamu mengidentifikasi tindakan atau kebiasaan harian yang sudah kamu lakukan, tambahkan [kebiasaan baru atau lakukan perubahan] sebelum atau setelah kebiasaan yang sudah ada. Alih-alih memperkuat jaringan saraf yang sepenuhnya baru, kamu memanfaatkan struktur dan siklus yang sudah ada di otakmu," tambahnya.

Membangun kebiasaan membaca tidak harus dimulai dengan target yang besar atau menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari. Menyisihkan waktu selama 15 menit secara konsisten, menetapkan jadwal dan tempat yang tetap, memilih buku yang sesuai minat, serta mengaitkan kegiatan membaca dengan rutinitas harian merupakan langkah sederhana yang didukung oleh berbagai penelitian mengenai pembentukan kebiasaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article