Cyber bullying tidak selalu berupa hinaan yang dikirim secara langsung. Komentar merendahkan, penyebaran foto tanpa izin, ejekan yang terus diulang, hingga sengaja mengucilkan seseorang dari grup media sosial juga termasuk bentuk perundungan di dunia digital. Karena terjadi melalui layar, banyak orang mengira dampaknya tidak sebesar perundungan secara langsung. Padahal, tekanan emosional yang ditimbulkan bisa berlangsung lama, bahkan setelah unggahan atau komentar tersebut sudah dihapus.
Setelah mengalami cyber bullying, yang paling penting bukan membalas pelaku, melainkan memulihkan diri secara bertahap. Proses ini memang tidak bisa selesai dalam semalam, tetapi ada beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi beban yang dirasakan. Berikut beberapa cara yang bisa mulai dilakukan agar kesehatan mental tetap terjaga setelah mengalami cyber bullying.
