- Hindari membiarkan kucing atau anjing berkeliaran di luar selama abu vulkanik masih berjatuhan atau menumpuk di lingkungan
- Pastikan mangkuk makanan dan air berada di tempat tertutup agar tidak terkontaminasi abu vulkanik
- Waspadai gejala seperti batuk, bersin, atau kesulitan bernapas. Jika muncul gejala tersebut, segera bawa hewan ke dokter hewan untuk diperiksa
- Bersihkan tubuh setelah terpapar. Abu yang menempel pada bulu dapat dibersihkan dengan mengelap tubuh secara perlahan atau memandikan hewan. Pastikan abu tidak sampai dijilat karena dapat ikut tertelan
- Lindungi mata dari abu. Abu vulkanik bersifat abrasif sehingga dapat mengiritasi bahkan menyebabkan kerusakan pada mata hewan jika terpapar terus-menerus
- Untuk hewan ternak, bersihkan pakan terlebih dahulu. Pakan yang berada di area terdampak abu sebaiknya dicuci sebelum diberikan kepada hewan
Cara Membersihkan Abu Vulkanik dari Tubuh Kucing, Ini Tipsnya

Erupsi Anak Krakatau sejak 4 September 2026 menyebarkan abu vulkanik yang dapat mengiritasi mata, saluran pernapasan, serta berisiko tertelan kucing melalui bulu.
Cara membersihkan tubuh kucing dari abu vulkanik bisa dengan menyemprot kabut air lalu mengusap bulu memakai handuk basah.
Jangan langsung menyisir bulu kucing dan bilas mata perlahan bila terkena abu, tanpa menggosoknya, karena bisa melukai anabul.
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (04/09/2026) menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi ini tidak hanya perlu diwaspadai oleh manusia, tetapi juga oleh hewan peliharaan seperti kucing, terutama yang masih sering beraktivitas di luar rumah.
Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa karena partikelnya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan kucing, bahkan berisiko tertelan ketika menempel pada bulu. Lantas, bagaimana cara membersihkan abu vulkanik dari tubuh kucing? Bulu yang terpapar perlu dibersihkan dengan cara yang tepat agar abu tidak semakin menyebar, terhirup, atau masuk ke mata dan mulut kucing. Yuk, simak tips lengkapnya di sini!
Table of Content
1. Cara membersihkan abu vulkanik dari tubuh kucing

ilustrasi memandikan kucing (vecteezy.com/Pitsanu Jaroenpipitaphorn) Membersihkan kucing yang terkena abu vulkanik perlu dilakukan dengan hati-hati agar partikel abu tidak semakin menyebar atau masuk ke bagian tubuh yang sensitif. Dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Slamet Rahardjo, menjelaskan bahwa bulu kucing sebaiknya tidak langsung disisir atau disikat karena abu vulkanik dapat beterbangan dan justru terhirup oleh kucing maupun pemiliknya.
Untuk membersihkannya, permukaan tubuh kucing bisa terlebih dahulu disemprot menggunakan air dalam bentuk kabut agar abu menempel dan lebih mudah diangkat. Setelah itu, usap bulu secara perlahan menggunakan handuk atau kanebo basah hingga abu terangkat. Sebaiknya proses ini dilakukan di tempat yang terlindung agar abu tidak kembali menempel pada tubuh kucing.
Setelah sebagian besar abu hilang, bulu kucing baru dapat disisir atau disikat sambil dikeringkan menggunakan hair dryer. Jangan lupa periksa bagian mata karena abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi. Jika terdapat abu di mata, bilas dengan air secara perlahan dan jangan menggosok mata sebab partikel abu yang kasar dapat menyebabkan iritasi atau luka.
2. Bahaya abu vulkanik bagi kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Kaan Keskin) Abu vulkanik mengandung partikel debu silika yang memiliki permukaan kasar dan ujung tajam. Pada kucing yang memiliki bulu, paparan abu umumnya tidak terlalu berdampak pada kulit karena sebagian besar partikel menempel di permukaan bulu.
Namun, abu tetap perlu diwaspadai jika mengenai mata atau terhirup ke saluran pernapasan. Partikel abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi dan membuat kucing merasa tidak nyaman hingga menggosok matanya dengan kaki depan.
Kebiasaan menggosok mata dapat memperparah iritasi dan meningkatkan risiko infeksi sekunder akibat bakteri. Sementara itu, abu yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu peradangan. Jika paparan cukup banyak atau terjadi berulang, kondisi ini dapat berkembang menjadi infeksi sekunder bakteri, seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) hingga infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia.
3. Tips menjaga hewan peliharaan dari dampak abu vulkanik

ilustrasi kucing peliharaan (pexels.com/Helena Lopes) Hewan peliharaan perlu mendapat perlindungan ekstra saat terjadi hujan abu vulkanik karena mereka dapat menghirup partikel abu dalam jumlah lebih banyak dibandingkan manusia. Dilansir ABS-CBN, dokter hewan menyarankan pemilik untuk membawa hewan peliharaan ke dalam rumah selama wilayah masih terdampak abu. The Philippine Animal Welfare Society (PAWS) juga membagikan beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melindungi hewan peliharaan, yaitu:
Dengan menerapkan berbagai cara membersihkan abu vulkanik dari tubuh kucing yang sudah dijelaskan, risiko abu terhirup atau tertelan oleh anabul dapat diminimalkan. Semoga ulasan ini membantu, ya.






















