Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menjalani Hidup tanpa Terus Mengejar Pencapaian
Ilustrasi tentukan arti sukses versi dirimu (magnific.com/magnific)

Di usia 20-an, kamu mungkin sering merasa harus terus berkembang dan mencapai sesuatu. Ada target karier, penghasilan, pendidikan, hubungan, sampai berbagai pencapaian yang terlihat dari kehidupan orang lain. Ketika melihat orang-orang di sekitar mulai mencapai hal tertentu, kamu bisa ikut merasa harus segera mengejar hal yang sama. Akhirnya, hari-hari terasa seperti perlombaan yang gak kunjung selesai.

Ambisi memang bisa membuatmu terus bergerak dan punya arah dalam menjalani kehidupan. Kamu punya tujuan yang ingin dicapai dan alasan untuk terus berusaha. Meski begitu, hidup punya banyak bagian yang gak selalu bisa diukur melalui pencapaian. Waktu bersama orang terdekat, kesehatan, ketenangan, hobi, dan kesempatan untuk beristirahat juga menjadi bagian dari kehidupan yang perlu diperhatikan.

Kamu tetap boleh punya target dan berusaha mencapai berbagai hal yang diinginkan. Di saat yang sama, beri ruang untuk menikmati proses dan menjalani hari tanpa merasa harus menghasilkan sesuatu setiap waktu. Gak semua momen perlu diisi dengan pencapaian karena ada kalanya menikmati perjalanan juga menjadi bagian penting dari kehidupan di usia 20-an.

1. Tentukan arti sukses versi dirimu

Ilustrasi tentukan arti sukses versi dirimu (magnific.com/karlyukav)

Standar sukses setiap orang bisa berbeda. Ada yang ingin mengejar jabatan, membangun bisnis, memiliki rumah, melanjutkan pendidikan, atau mencapai kondisi finansial tertentu. Kamu juga boleh memiliki definisi sukses yang terasa lebih personal dan sesuai dengan kehidupan yang ingin dijalani. Gak perlu memaksakan diri mengikuti ukuran keberhasilan yang digunakan orang lain.

Cobalah tanyakan kepada diri sendiri apa yang sebenarnya ingin kamu capai dan alasan di balik keinginan tersebut. Pikirkan apakah tujuan itu memang sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang kamu anggap penting atau muncul karena sering melihat pencapaian orang lain. Dengan memahami alasannya, kamu bisa lebih mudah menentukan tujuan yang terasa relevan dengan kondisi dan kehidupanmu.

Kamu tetap bisa terinspirasi dari perjalanan orang lain tanpa menjadikannya sebagai patokan utama. Setiap orang punya kondisi, prioritas, dan waktu yang berbeda dalam mencapai sesuatu. Ketika memiliki definisi sukses sendiri, kamu bisa lebih fokus pada perjalanan yang sedang dijalani dan menghargai perkembangan sesuai ukuran yang memang berarti bagimu.

2. Nikmati kegiatan yang gak punya target

Ilustrasi berjalan (magnific.com/prostooleh)

Gak semua aktivitas harus menghasilkan sesuatu. Kamu bisa membaca buku karena tertarik dengan ceritanya, jalan-jalan tanpa harus membuat konten, memasak karena ingin menikmati makanan favorit, atau menghabiskan sore sambil mendengarkan musik. Ada kegiatan yang memang dilakukan karena kamu menikmatinya, bukan karena ingin mendapatkan hasil tertentu.

Kebiasaan untuk selalu mencari hasil dari setiap aktivitas kadang membuat waktu luang terasa seperti tugas tambahan. Padahal, kamu juga membutuhkan kegiatan yang bisa dilakukan dengan santai tanpa target atau ukuran keberhasilan. Menikmati aktivitas sederhana memberi kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari berbagai tuntutan yang biasanya muncul dalam keseharian.

Kegiatan seperti ini tetap membuat hari terasa bermakna meski gak ada pencapaian khusus yang bisa dicatat. Kamu bisa menikmati waktu sesuai dengan suasana hati dan energi yang dimiliki tanpa merasa harus menghasilkan sesuatu. Dari sana, kamu punya ruang untuk menjalani hari dengan lebih santai dan menghargai aktivitas sederhana yang memang kamu sukai.

3. Berhenti menjadikan produktivitas sebagai ukuran diri

Ilustrasi lelah bekerja (magnific.com/DC Studio)

Produktif memang menyenangkan, terutama ketika kamu berhasil menyelesaikan banyak hal dalam satu hari. Ada rasa puas ketika daftar pekerjaan berkurang dan berbagai rencana bisa berjalan sesuai target. Meski begitu, nilai dirimu gak perlu ditentukan dari seberapa banyak pekerjaan yang berhasil kamu lakukan setiap hari.

Ada hari ketika kamu punya cukup energi untuk menyelesaikan banyak hal, tetapi ada pula hari ketika tubuh dan pikiran terasa lebih lelah. Kondisi tersebut merupakan bagian dari keseharian yang gak selalu berjalan dengan energi yang sama. Kamu gak harus memaksakan diri untuk tetap mencapai target yang sama ketika kondisi sedang berbeda.

Beri dirimu kesempatan untuk beristirahat tanpa merasa harus menebusnya dengan bekerja lebih keras keesokan harinya. Waktu untuk tidur, bersantai, atau melakukan aktivitas yang kamu sukai juga tetap punya tempat dalam keseharian. Dengan memberi ruang untuk beristirahat, kamu bisa menjalani rutinitas dengan lebih seimbang tanpa terus mengukur diri dari produktivitas.

4. Rayakan kemajuan kecil

Ilustrasi pulang kerja tepat waktu (magnific.com/magnific)

Ketika terlalu fokus pada tujuan besar, kamu mungkin lupa melihat perkembangan yang sudah terjadi dalam dirimu. Padahal, perubahan kecil seperti lebih berani mengambil keputusan, lebih disiplin mengatur waktu, atau mulai mampu mengatakan tidak juga menjadi bagian dari proses. Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi menunjukkan bahwa kamu sudah berkembang dibandingkan dirimu yang sebelumnya.

Cobalah sesekali melihat kembali perjalanan yang sudah kamu lalui. Ingat keputusan yang dulu terasa sulit, kebiasaan yang berhasil kamu bangun, atau situasi yang akhirnya bisa kamu lewati. Kamu mungkin akan menyadari bahwa ada banyak hal yang sudah berhasil dilakukan meski belum mencapai target besar yang selama ini dipikirkan.

Menghargai perkembangan kecil juga bisa membuatmu lebih sadar bahwa setiap proses membutuhkan waktu. Gak semua perubahan langsung terlihat dalam bentuk pencapaian besar. Ada kemajuan yang muncul dari cara kamu berpikir, mengambil keputusan, menghadapi masalah, atau memperlakukan diri sendiri. Dengan melihat proses tersebut, kamu bisa tetap menghargai perjalanan sambil terus melangkah menuju tujuan yang ingin dicapai.

5. Beri ruang untuk hidup berjalan apa adanya

Ilustrasi mengerjakan sesuai perubahan rencana (pexels.com/AI25.Studio AI GENERATIVE)

Gak semua hal dalam hidup perlu direncanakan sampai detail. Ada kalanya kamu perlu memberi ruang untuk spontanitas, perubahan rencana, atau sekadar menjalani hari sesuai dengan energi yang kamu punya. Kamu tetap boleh memiliki target dan ambisi, tetapi jangan sampai pencapaian menjadi satu-satunya hal yang membuatmu merasa cukup. Menikmati proses dan waktu yang sedang berlangsung juga menjadi bagian dari perjalanan.

Mengejar sesuatu memang bisa membuat hidup terasa lebih terarah. Kamu punya tujuan yang ingin dicapai dan langkah yang perlu dilakukan untuk sampai ke sana. Meski begitu, jangan lupa memperhatikan hal-hal yang terjadi selama prosesnya. Waktu bersama orang terdekat, kesempatan mencoba sesuatu yang baru, atau momen sederhana ketika kamu bisa beristirahat juga tetap punya arti.

Gak apa-apa kalau sesekali kamu berhenti tanpa menetapkan target baru. Gunakan waktu tersebut untuk melihat kembali apa yang sebenarnya kamu inginkan dan bagaimana perasaanmu selama menjalani perjalanan. Bisa jadi, kamu menemukan bahwa ada hal yang memang ingin dikejar dan ada pula yang selama ini dilakukan karena merasa harus. Dari sana, kamu bisa melanjutkan langkah dengan tujuan yang terasa lebih sesuai dengan dirimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article