Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-11: Keutamaan Tahajud

Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-11: Keutamaan Tahajud
Ilustrasi Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-11. (Pexels.com/Alena Darmel)
Intinya Sih
  • Ceramah Tarawih 2026 malam ke-11 membahas keutamaan salat tahajud sebagai ibadah istimewa di bulan Ramadan yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedekatan dengan Allah SWT.
  • Tahajud dijelaskan sebagai amalan sunnah yang mengangkat derajat hamba di sisi Allah, menjadi waktu terbaik memohon ampunan, serta memberi ketenangan batin bagi yang rutin melaksanakannya.
  • Umat Islam diajak untuk mulai membiasakan diri bangun di sepertiga malam terakhir, menjadikan tahajud sebagai bukti cinta kepada Tuhan dan jalan menuju keberkahan hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ceramah tarawih 2026 malam ke-11 menjadi momentum yang tepat untuk membahas keutamaan tahajud sebagai ibadah istimewa di bulan Ramadan. Setelah sepuluh hari menjalani ibadah berpuasa, umat Islam diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah dengan menambah amalan malam yang penuh keberkahan. Salah satu amalan yang paling utama yang dapat dikerjakan adalah salat sunah tahajud pada sepertiga malam.

Tahajud bukan hanya sekadar ibadah tambahan, tetapi juga simbol kesungguhan seseorang dalam mencari karunia Tuhan. Ketika sebagian besar manusia terlelap dalam tidur nyenyaknya, orang yang bangun untuk melakukan tahajud menunjukkan cinta dan pengorbanan yang luar biasa. Untuk itu, pembahasan tahajud pada ceramah tarawih 2026 malam ke-11 menjadi topik yang pas untuk mengingatkan para jamaah agar tidak menyia-nyiakan malam Ramadan.

1. Bagian pembuka

ilustrasi jemaah tarawih menderngar ceramah
ilustrasi jemaah tarawih menderngar ceramah (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Innalhamdalillah washolatu wasalamu ala rosulillah sayyidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wasohbihi wamawalah (amma ba'du).

Jemaah sekalian yang dimuliakan Allah,

Pada ceramah Tarawih 2026 malam ke-11 ini, mari kita mengingat bahwa Ramadan merupakan waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah SWT. Di siang hari kita berjuang menahan lapar dan berbagai hawa nafsu, sedangkan di malam hari kita mempersembahkan sujud sebagai bentuk penghambaan. Tahajud menjadi pelengkap dari puasa, karena keduanya sama-sama melatih kesabaran dan keikhlasan.

Banyak orang yang mampu beribadah ketika suasana sedang ramai dan penuh semangat, tetapi sedikit orang yang mampu bangun dari rasa kantuk untuk melaksanakan salat sunnah ini. Tahajud mengajarkan disiplin dan kesungguhan yang lahir dari kesadaran iman. Untuk itu, mari kita merenungkan betapa mulianya ibadah ini sebagai bukti cinta kepada Allah SWT.

2. Bagian isi

Ilustrasi ceramah tarawih tentang tahajud
Ilustrasi ceramah tarawih tentang tahajud (unsplash.com/masjidpogungraya)

Jemaah yang dimuliakan Allah, tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa. Allah SWT memberikan pujian khusus kepada hamba-Nya yang bangun pada malam hari untuk beribadah. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

wa minal-laili fa taḫajjad bihî nâfilatal laka ‘asâ ay yab‘atsaka rabbuka maqâmam maḫmûdâ

Artinya: “Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra ayat 79)

Pada ayat ini, dijelaskan bahwa tahajud menjadi sebab diangkatnya derajat seorang hamba di sisi Allah SWT. Tempat yang terpuji merupakan kedudukan mulia yang diberikan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya. Untuk itu, dapat diketahui bahwa tahajud bukan sekadar rutinitas, tetapi jalan menuju kemuliaan.

Tahajud merupakan waktu terbaik untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilalui. Di saat sunyi, seorang hamba dapat menangis dan menyesali kesalahan dengan lebih khusyuk. Ramadan adalah bulan ampunan, sehingga tahajud menjadi sarana yang efektif untuk membersihkan diri.

Keutamaan lain tahajud adalah ketenangan hati yang sulit didapat dari aktivitas dunia. Seorang Muslim yang rutin melaksanakan tahajud biasanya memiliki jiwa yang lebih sabar dan lapang dalam menghadapi ujian. Hal ini terbiasa menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT di waktu yang paling hening.

Jemaah yang dimuliakan Allah, tahajud bukan ibadah yang berat jika dilakukan dengan niat yang tulus dan langkah yang bertahap. Kita bisa memulainya dengan dua rakaat dan memperpanjang doa sesuai kemampuan. Konsistensi lebih penting daripada jumlah yang banyak tetapi tidak berkelanjutan.

Bagi sebagian orang, bangun malam mungkin sangat sulit karena kelelahan kerja atau lain sebagainya. Namun, jika ada keinginan kuat untuk mendekat kepada Allah SWT, pasti ada jalan untuk mewujudkannya. Untuk itu, mari kita berkomitmen untuk mulai mencoba dan merasakan manisnya tahajud di sepertiga malam.

3. Bagian penutup

Ilustrasi menutup ceramah tarawih
Ilustrasi menutup ceramah tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Jemaah Tarawih yang dimuliakan Allah, tahajud bukanlah sekadar amalan sunnah, tetapi bukti cinta seorang hamba pada Tuhannya. Semakin sering kita mengetuk pintu langit di sepertiga malam, semakin dekat pula kita dengan pertolongan dan rahmatnya. Semoga kita termasuk hamba yang diangkat derajatnya karena tahajud yang istikamah, Aamiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah ceramah tarawih 2026 malam ke-11 tentang keutamaan tahajud. Melalui ceramah ini, diharapkan setiap Muslim terdorong untuk meluangkan waktu untuk bangun di sepertiga malam terakhir untuk melaksanakan tahajud. Semoga tahajud yang kita lakukan menjadi jalan menuju ampunan, keberkahan, dan kebahagiaan dunia serta akhirat.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More