Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ceramah Tarawih 2026 Malam Kesepuluh: Sedekah di Bulan Ramadan

Ceramah Tarawih 2026 Malam Kesepuluh: Sedekah di Bulan Ramadan
Ilustrasi Ceramah Tarawih 2026 Malam kesepuluh (pexels.com/Photo by Alena Darmel)
Intinya Sih
  • Ceramah Tarawih malam kesepuluh 2026 menekankan pentingnya memperkuat solidaritas sosial melalui sedekah sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap sesama di bulan Ramadan.
  • Disampaikan bahwa sedekah memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an, dengan janji pahala berlipat ganda bagi yang memberi dengan ikhlas tanpa rasa takut kehilangan harta.
  • Pesan penutup mengajak jamaah menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah dan berbagi kebaikan agar tercipta masyarakat yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ceramah tarawih 2026 malam kesepuluh menjadi momen penting untuk saling mengingatkan mengenai pentingnya solidaritas sesama Muslim. Sepuluh hari pertama telah dilewati dan kini saatnya meningkatkan kualitas sosial melalui amalan yang berdampak luas, yaitu dengan bersedekah. Pada fase ini, hati mulai ditempa dengan kepekaan terhadap kebutuhan sesama dan lebih ringan untuk memberi.

Melalui ceramah 2026 malam kesepuluh ini, jemaah diharapkan memahami bahwa sedekah bukan sekadar memberi, melainkan menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain. Amalan ini memperkuat solidaritas dan menghapus sekat sosial di tengah masyarakat. Dengan niat tulus, sedekah menjadi jalan mendekatkan diri kepada kepada Allah SWT sekaligus menebar rahmat di lingkungan sekitar.

1. Bagian pembuka

ilustrasi ceramah tarawi tentang bersedekah
ilustrasi ceramah tarawi tentang bersedekah (pexels.com/Alena Darmel)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Innalhamdalillah washolatu wasalamu ala rosulillah sayyidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wasohbihi wamawalah (amma ba'du).

Jemaah tarawih yang dimuliakan Allah,

Pada ceramah tarawih 2026 malam kesepuluh ini, mari kita merefleksikan perjalanan ibadah yang telah kita lalui. Puasa telah melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri dari berbagai hawa nafsu. Kini, saatnya kita memperluas dampak ibadah kita dengan cara meningkatkan kepedulian kepada sesama umat Muslim.

Ramadan tidak hanya mengenai hubungan kita dengan Tuhan, tetapi juga hubungan dengan sesama manusia. Nilai-nilai empati tumbuh ketika kita merasa lapar dan dahaga yang bisa dialami oleh mereka yang kekurangan. Dari sinilah kesadaran bahwa sedekah adalah kebutuhan rohani, bukan sekadar kewajiban sosial.

2. Bagian isi

ilustrasi ustaz memberikan ceramah tarawih
ilustrasi ustaz memberikan ceramah tarawih (unsplash.com/imam hassan)

Jemaah yang dimuliakan Allah, bersedekah tidak lepas dari landasan Al-Qur’an dan hadis. Allah SWT menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar berbagi. Janji ini menjadi motivasi agar umat Islam tidak ragu dalam membagikan sebagian hartanya.

Allah SWT berfirman:

matsalulladzîna yunfiqûna amwâlahum fî sabîlillâhi kamatsali ḫabbatin ambatat sab‘a sanâbila fî kulli sumbulatim mi'atu ḫabbah, wallâhu yudlâ‘ifu limay yasyâ', wallâhu wâsi‘un ‘alîm

Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 261)

Pada ayat tersebut, digambarkan betapa besarnya balasan bagi orang-orang yang bersedekah dengan ikhlas. Satu kebaikan yang dilakukan dengan bersedekah dapat diganti berlipat hingga ratusan kali lipat atas izin Allah SWT. Dengan demikian, tak perlu dikhawatirkan bila bersedekah, karena pada dasarnya tidak terdapat kerugian dalam berbagi.

Jemaah yang dimuliakan Allah, sedekah juga memberikan dampak sosial yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Bantuan kepada fakir miskin membantu meringankan beban ekonomi dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ketika solidaritas tumbuh, masyarakat menjadi lebih harmonis dan saling peduli.

Dalam konteks kekinian, sedekah dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan transparan. Banyak lembaga sosial menyediakan sarana donasi yang terpercaya dan tepat sasaran. Namun demikian, niat dan keikhlasan tetap menjadi landasan utama dalam beramal.

Jemaah sekalian, di bulan yang penuh keagungan dan penuh keberkahan ini, mari kita menanamkan ketenangan batin melalui sedekah. Saat tangan kanan memberi, hati akan merasakan kebahagiaan yang sulit dijelaskan. Di lain hal, pahala yang diraih pun akan berlipat ganda karena keberkahan bulan Ramadan.

3. Bagian penutup

ilustrasi menutup ceramah tarawih
ilustrasi menutup ceramah tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Hadirin yang dimuliakan Allah, diujung ceramah ini mari kita kuatkan ibadah kita dengan melakukan berbagai kebaikan. Ramadan merupakan bulan suci dan menjadi waktu yang tepat dalam melakukan kebaikan, salah satunya dengan bersedekah. Jangan merasa risau dengan berkurangnya harta ketika bersedekah, karena sesungguhnya Allah akan menggantinya dengan beribu kebaikan yang tak pernah terbayangkan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah ceramah tarawih 2026 malam kesepuluh tentang sedekah di bulan Ramadan. Ramadan merupakan momentum  untuk meningkatkan kualitas ibadah, bukan hanya secara spiritualitas, tetapi juga secara sosial melalui amalan berbagi. Ceramah ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi materi dakwah, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.


Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Latest in Life

See More