Ceramah Tarawih (pexels.com/Alena Darmel)
Qiyamul lail merupakan ibadah malam yang menjadi sarana seorang hamba untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Rabb-nya. Di saat suasana sunyi dan kebanyakan manusia terlelap, seorang hamba berdiri menghadap Allah, memanjatkan doa, beristighfar, bertasbih, serta memuji kebesaran-Nya. Pada momen itulah, seorang hamba merasakan ketenangan dan kelezatan spiritual yang tidak ternilai.
Secara waktu, qiyamul lail dapat dilaksanakan setelah salat Isya hingga menjelang fajar. Namun, waktu yang paling utama adalah pada sepertiga malam terakhir. Pada waktu tersebut, doa-doa lebih mustajab dan hati lebih khusyuk.
Dalam kitab Abwabul Al-Faraj karya Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani, dijelaskan beberapa keutamaan qiyamul lail. Di antaranya:
Pertama, orang yang istiqamah melaksanakan qiyamul lail dijanjikan masuk surga tanpa hisab.
Kedua, qiyamul lail menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai penghapus dosa. Namun, perlu dipahami bahwa dosa yang berkaitan dengan sesama manusia tidak akan terhapus kecuali dengan meminta maaf dan menyelesaikan hak-haknya.
Ketiga, mereka yang konsisten menjalankan qiyamul lail akan masuk surga dengan penuh ketenangan dan kedamaian.
Keempat, pelaku qiyamul lail akan memperoleh kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Kelima, orang yang gemar bangun malam tidak akan merugi dan kecewa karena setiap doa dan harapan yang dipanjatkan dengan tulus, akan dikabulkan oleh Allah sesuai kehendak-Nya.