Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ceramah Tarawih 2026 Malam Kedelapan: Meneladani Sifat Nabi Muhammad
Ilustrasi Ceramah Tarawih 2026 Malam Kedelapan (pexels.com/Photo by Alena Darmel)
  • Ceramah Tarawih malam kedelapan 2026 mengajak jamaah mengevaluasi kualitas ibadah dan akhlak, menekankan pentingnya perubahan perilaku selama Ramadan.
  • Nabi Muhammad SAW dijadikan teladan utama dengan sifat sabar, kasih sayang, dan pengendalian diri yang menjadi contoh bagi umat Muslim.
  • Pesan penutup menegaskan bahwa meneladani akhlak Rasulullah adalah kunci ketenangan hidup serta jalan menuju pribadi berkarakter mulia dan diridhoi Allah SWT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ceramah tarawih 2026 malam kedelapan merupakan momen yang tepat untuk mengevaluasi kualitas ibadah dan akhlak setelah sepekan menjalani puasa Ramadan. Pada fase ini, ibadah bukan lagi hanya sekadar kuantitas, tapi juga kualitas yang berdampak pada perubahan perilaku dan karakter seseorang. Salah satu cara memperbaiki kualitas diri adalah dengan meneladani sifat Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad merupakan salah satu figur terkenal yang dikagumi sekaligus dihormati oleh umat Muslim. Tema mengenai teladan Nabi Muhammad merupakan pilihan yang pas untuk dijadikan bahan ceramah saat menjalankan salat tarawih. Untuk itu, artikel ini akan membahas meneladani sifat Nabi Muhammad pada ceramah tarawih 2026 malam kedelapan.

1. Bagian pembuka

Ilustrasi ceramah Meneladani Sifat Nabi Muhammad (pexels.com/Photo by Muhammad Adil)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Innalhamdalillah washolatu wasalamu ala rosulillah sayyidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wasohbihi wamawalah (amma ba'du).

Jemaah masjid yang dirahmati Allah SWT

Dalam kehidupan modern yang penuh hiruk pikuk ini, banyak sekali kasus seseorang yang kehilangan arah hidup, selalu merasa cemas, dan hilang moral. Banyak konflik muncul karena lemahnya pengendalian diri dan kurangnya empati, sehingga manusia zaman ini mudah tersinggung dan cepat marah. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa ibadah kita belum sepenuhnya membentuk karakter diri yang matang.

Pada ceramah tarawih hari ini, sangat pas rasanya bila kita membicarakan Nabi Muhammad sebagai suri teladan yang baik. Perilakunya yang penuh kemuliaan dan kebijaksanaan amatlah cocok untuk ditiru dalam kehidupan di zaman ini. Di samping itu, Ramadan tahun ini juga menjadi waktu yang pas bagi kita untuk merevolusi karakter untuk menjadi lebih baik seperti baginda Nabi Muhammad SAW.

2. Bagian isi

ilustrasi ceramah Tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Jemaah yang dirahmati Allah, pada diri Nabi Muhammad sesungguhnya terdapat kebaikan, suri teladan yang baik. Dirinya merupakan figur yang sangat cocok untuk ditiru perilaku dan karakternya. Hal ini bahkan tertulis dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:

laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ

Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (Q.S Al-Ahzab ayat 21)

Pada ayat tersebut, jelas ditekankan bahwa Rasulullah merupakan teladan bagi manusia dalam segala hal. Suri teladan pada dirinya tergambar jelas dalam ucapan dan perilaku, sehingga patut dicontoh bagi orang-orang yang memiliki cita-cita menjadi orang yang baik. Dengan meneladani beliau, insyaAllah akan terbentuk pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan sosial, maupun kehidupan beragama.

Jemaah yang dimuliakan Allah SWT, Rasulullah dikenal sebagai seseorang yang memiliki sifat sabar dalam menghadapi ujian. Beliau sering kali menghadapi penolakan, hinaan, bahkan ancaman akan hidupnya sendiri. Namun dengan keteguhan hatinya, ia selalu yakin bahwa akan ada sesuatu yang indah dari Allah untuk dirinya yang selalu sabar.

Sabar sering kali menjadi hal yang tergambar berat untuk dilakukan. Namun sabar bukan berarti lemah, melainkan kemampuan pengendalian emosi saat menghadapi tekanan. Ramadan dan Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita untuk menahan diri dari amarah dan hawa nafsu. Dengan mengikuti sifat Nabi yang selalu sabar, maka sesungguhnya kita sedang belajar menjaga ketenangan hati.

Selain daripada sifat sabarnya, Rasulullah juga merupakan figur penuh kasih sayang. Beliau memperlakukan anak kecil dengan lemah lembut dan menghormati orangtua dengan penuh kasih. Bahkan dengan orang yang menyakitinya, beliau tetap menunjukkan empati.

Sifat kasih sayang beliau merupakan hal yang patut ditiru bagi kita untuk memperbaiki perilaku dan karakter. Kasih sayang merupakan kunci bagi seseorang dalam meraih kebahagiaan batin. Orang yang penuh kasih sayang tidak akan mudah dipenuhi kebencian dan rasa emosi

3. Bagian penutup

ilustrasi ceramah tarawih (pexels.com/Alena Darmel)

Jemaah yang berbahagia, meneladani sifat Nabi Muhammad bukanlah sekadar anjuran, tetapi kebutuhan bagi setiap Muslim. Akhlak Rasulullah merupakan cahaya yang menerangi jalan kehidupan, baik dalam urusan pribadi, keluarga, maupun sosial. Sifat mulianya bahkan juga tertuang dalam Surah Al-Qalam ayat 3 yang berbunyi:

wa innaka la‘alâ khuluqin ‘adhîm

Artinya: “Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Q.S Surah Al-Qalam ayat 3)

Sebagai penutup, mari kita semangat dalam mengubah perilaku dan karakter kita. Ketenangan sejati hanya lahir dari akhlak dan karakter yang diperbaiki. Semoga Allah merahmati kita, membimbing kita, dan meridhoi usaha kita untuk terus menjadi lebih baik.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah ceramah tarawih 2026 malam kedelapan mengenai meneladani sifat Nabi Muhammad. Dengan meneladani sifat Rasulullah, hidup akan terasa lebih tenang dan semuanya akan terasa lebih terarah. Semoga Ramadan ini benar-benar menjadi titik awal perubahan diri menuju pribadi yang lebih berakhlak mulia dan diridhoi Allah SWT.

Editorial Team