ilustrasi ceramah Tarawih (pexels.com/Alena Darmel)
Jemaah yang dirahmati Allah, pada diri Nabi Muhammad sesungguhnya terdapat kebaikan, suri teladan yang baik. Dirinya merupakan figur yang sangat cocok untuk ditiru perilaku dan karakternya. Hal ini bahkan tertulis dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi:
laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ
Artinya: “Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (Q.S Al-Ahzab ayat 21)
Pada ayat tersebut, jelas ditekankan bahwa Rasulullah merupakan teladan bagi manusia dalam segala hal. Suri teladan pada dirinya tergambar jelas dalam ucapan dan perilaku, sehingga patut dicontoh bagi orang-orang yang memiliki cita-cita menjadi orang yang baik. Dengan meneladani beliau, insyaAllah akan terbentuk pribadi yang lebih baik, baik dalam kehidupan sosial, maupun kehidupan beragama.
Jemaah yang dimuliakan Allah SWT, Rasulullah dikenal sebagai seseorang yang memiliki sifat sabar dalam menghadapi ujian. Beliau sering kali menghadapi penolakan, hinaan, bahkan ancaman akan hidupnya sendiri. Namun dengan keteguhan hatinya, ia selalu yakin bahwa akan ada sesuatu yang indah dari Allah untuk dirinya yang selalu sabar.
Sabar sering kali menjadi hal yang tergambar berat untuk dilakukan. Namun sabar bukan berarti lemah, melainkan kemampuan pengendalian emosi saat menghadapi tekanan. Ramadan dan Nabi Muhammad mengajarkan kepada kita untuk menahan diri dari amarah dan hawa nafsu. Dengan mengikuti sifat Nabi yang selalu sabar, maka sesungguhnya kita sedang belajar menjaga ketenangan hati.
Selain daripada sifat sabarnya, Rasulullah juga merupakan figur penuh kasih sayang. Beliau memperlakukan anak kecil dengan lemah lembut dan menghormati orangtua dengan penuh kasih. Bahkan dengan orang yang menyakitinya, beliau tetap menunjukkan empati.
Sifat kasih sayang beliau merupakan hal yang patut ditiru bagi kita untuk memperbaiki perilaku dan karakter. Kasih sayang merupakan kunci bagi seseorang dalam meraih kebahagiaan batin. Orang yang penuh kasih sayang tidak akan mudah dipenuhi kebencian dan rasa emosi