5 Checklist Perawatan Kucing untuk Mencegah Over Grooming

- Kucing butuh grooming rutin untuk mengurangi rontok dan kusut bulu, serta memperkuat bonding dengan pemiliknya.
- Kebersihan lingkungan rumah perlu dijaga agar kucing tidak terkena alergi dan parasit yang bisa memicu over grooming.
- Stimulasi mental dan fisik, diet yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan rutin dapat mencegah perilaku grooming berlebihan pada kucing.
Kucing bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menjilati bulu, merapikan tampilan, dan menjaga tubuh tetap bersih. Namun, ini akan jadi berbeda ketika kucing sudah over grooming. Masalah ini sering muncul tanpa kamu sadari karena terlihat seperti aktivitas normal.
Padahal, over grooming bisa menunjukkan adanya stres, alergi, rasa sakit, atau gangguan kesehatan lainnya. Mencegah over grooming sebenarnya bukan hal rumit, tapi perlu konsistensi. Dengan mengikuti lima checklist perawatan berikut, kamu bisa mencegah kebiasaan grooming berlebihan anabul di rumah.
1. Pastikan rutinitas grooming dilakukan secara konsisten

Banyak orang mengira kucing tak membutuhkan grooming tambahan karena mereka sudah bisa melakukannya sendiri. Kenyataannya, grooming rutin tetap sangat diperlukan, terutama untuk kucing berbulu panjang seperti Persia atau Maine Coon. Menyisir bulu secara teratur membantu mengurangi rontok, menghindari kusut, dan membuat kucing tak perlu grooming berlebihan.
Kamu bisa mulai dengan menyisir kucing dua hingga tiga kali seminggu. Untuk kucing berbulu pendek, sekali seminggu pun sudah cukup membantu. Rutinitas ini bukan cuma bermanfaat untuk fisik, tapi juga memperkuat bonding karena kucing akan merasa lebih aman dan rileks.
2. Jaga kebersihan lingkungan

Alergi dan parasit adalah dua penyebab terbesar over grooming pada kucing. Debu, serbuk tanaman, tungau, hingga bulu rontok bisa memicu kulit sensitif dan membuat kucing merasa gatal berlebihan. Kondisi rumah yang lembap juga bisa memperburuk masalah kulit atau membuat jamur tumbuh lebih cepat.
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan jadi langkah penting dalam perawatan kucing. Kamu bisa mulai dengan membersihkan rumah secara rutin. Pastikan juga tempat tidur kucing dicuci secara berkala. Jika kucingmu sering bermain di luar, penggunaan obat anti-kutu dan anti-tungau sebulan sekali bisa membantu mencegah over grooming, lho!
3. Berikan stimulasi mental dan fisik

Stres adalah salah satu penyebab over grooming yang paling tidak disadari. Kucing adalah hewan pencinta rutinitas, jadi perubahan kecil bisa membuat mereka gelisah. Untuk mencegah perilaku grooming berlebihan akibat stres, kamu perlu memastikan kucing mendapat stimulasi yang cukup setiap hari.
Stimulasi bisa berupa sesi bermain 10–15 menit beberapa kali sehari, terutama dengan mainan yang memicu naluri berburu seperti laser pointer. Menambahkan area berlindung juga membantu mereka merasa lebih aman dan punya ruang personal. Kucing yang punya lingkungan kaya stimulasi cenderung lebih rileks dan tidak mencari pelarian melalui grooming.
4. Perhatikan pola makan

Diet yang tepat sangat berpengaruh pada kondisi kulit dan bulu kucing. Jika kucing kekurangan nutrisi tertentu, bulunya bisa mudah rontok, kasar, atau membuat kulitnya sensitif sehingga lebih sering grooming. Beberapa kucing bahkan punya alergi terhadap bahan makanan tertentu yang akhirnya memicu rasa gatal di kulit.
Untuk mencegah over grooming, pastikan makanan kucing mengandung protein berkualitas tinggi, omega-3 dan omega-6, serta vitamin untuk kesehatan kulit. Jika kamu curiga kucing punya alergi makanan, bisa coba diet eliminasi atau pilih makanan yang formulanya hypoallergenic. Jangan lupa memastikan kucing cukup minum karena itu penting.
5. Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin

Kadang penyebab over grooming tak terlihat secara kasat mata. Kucing punya kebiasaan menyembunyikan rasa sakit, jadi satu-satunya tanda yang muncul mungkin hanya grooming berlebihan di area tertentu. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Setidaknya bawa kucing untuk general check-up setahun sekali, atau dua kali jika usianya sudah lebih tua. Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi kondisi kulit, bulu, gigi, hingga kesehatan organ dalam. Semakin cepat penyebab over grooming diketahui, semakin mudah ditangani tanpa membuat kondisi kulit kucing semakin parah.
Over grooming bisa jadi sinyal penting bahwa ada sesuatu yang mengganggu kenyamanan kucing. Dengan mengikuti checklist perawatan di atas, kamu bisa mengurangi risiko perilaku grooming berlebihan secara signifikan.


















