Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dampak Positif Hubungan Parasosial yang Jarang Dibahas, Cek Yuk!
ilustrasi parasosial (magnific.com/tirachardz)
  • Hubungan parasosial dapat memberi kenyamanan emosional saat kesepian, selama menjadi salah satu sumber hiburan dan tidak menggantikan dukungan emosional nyata.
  • Kekaguman pada figur publik bisa memicu motivasi berkembang, sekaligus membantu seseorang mengenali nilai, minat, serta kualitas pribadi yang ingin dimiliki.
  • Fandom dapat membuka koneksi sosial, rasa memiliki komunitas, dan ruang mengekspresikan emosi, dengan tetap memahami bahwa hubungan ini bersifat satu arah dan berbatas sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hubungan parasosial kerap dibicarakan dalam konteks negatif. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan keterikatan emosional seseorang dengan figur publik, karakter fiksi, influencer, atau kreator yang tidak benar-benar memiliki hubungan timbal balik dengannya. Padahal, merasa dekat dengan sosok yang sering kita lihat di layar tidak selalu berarti sesuatu yang buruk.

Selama tetap disadari sebagai hubungan satu arah dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, keterikatan parasosial juga dapat memberikan pengalaman emosional yang positif. Bagi sebagian orang, figur yang dikagumi bahkan bisa menjadi sumber hiburan, inspirasi, hingga rasa terhubung. Berikut lima dampak positif hubungan parasosial yang jarang dibahas. Dibaca sampai habis, ya!

1. Memberikan rasa nyaman ketika sedang sendirian

ilustrasi menonton TV (freepik.com/bonzoix)

Menonton konten dari aktor, idol, YouTuber, atau kreator favorit terkadang bisa memberikan perasaan seperti sedang ditemani. Kita mungkin sudah terbiasa mendengar suara mereka, mengikuti cerita kehidupan mereka, atau menonton konten yang membuat suasana hati terasa lebih baik.

Hal ini bisa menjadi salah satu bentuk hiburan dan kenyamanan emosional, terutama ketika seseorang sedang menjalani hari yang sepi. Namun, rasa nyaman tersebut tetap lebih sehat jika menjadi salah satu sumber hiburan, bukan satu-satunya tempat untuk mendapatkan dukungan emosional.

2. Bisa menjadi sumber motivasi

ilustrasi seorang cewek yang bersemangat (freepik.com/cookie_studio)

Figur yang dikagumi terkadang membuat seseorang terdorong untuk melakukan sesuatu yang positif. Misalnya, melihat idol yang disiplin berlatih dapat memotivasi penggemar untuk lebih konsisten berolahraga. Melihat seorang aktor belajar bahasa asing atau mengembangkan keterampilan tertentu juga bisa membuat penggemarnya ikut tertarik mencoba hal baru.

Dalam kondisi seperti ini, kekaguman tidak berhenti pada perasaan suka. Sosok yang dikagumi dapat menjadi contoh yang membantu seseorang menemukan inspirasi untuk berkembang. Selama tetap realistis dan tidak menuntut diri untuk meniru kehidupan orang tersebut secara keseluruhan, pengaruh ini bisa menjadi sesuatu yang konstruktif.

3. Membantu seseorang menemukan komunitas

ilustrasi komunitas perempuan muda (freepik.com/cookie_studio)

Menjadi penggemar suatu figur publik sering kali membuat seseorang bertemu dengan orang lain yang memiliki ketertarikan serupa. Dari sekadar membicarakan drama, musik, film, atau konten favorit, hubungan tersebut dapat berkembang menjadi pertemanan di dunia nyata maupun komunitas online.

Bagi seseorang yang merasa sulit menemukan lingkungan dengan minat yang sama, fandom bisa menjadi pintu masuk untuk membangun koneksi sosial. Kegiatan seperti berdiskusi, menghadiri acara penggemar, atau membuat konten bersama juga dapat memberikan rasa memiliki terhadap sebuah komunitas.

4. Membantu memahami diri sendiri

ilustrasi perempuan sedang bercermin (pexels.com/andreapiacquadio)

Hal yang kita sukai dari seorang figur publik terkadang bisa memberi petunjuk mengenai nilai atau karakter yang kita kagumi. Misalnya, seseorang mungkin menyukai aktor tertentu karena kegigihannya, cara berkomunikasi, kreativitas, atau keberaniannya mencoba hal baru.

Dari sana, seseorang bisa mulai bertanya kepada diri sendiri tentang kualitas apa yang sebenarnya ingin dimiliki. Kekaguman tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengenali minat, nilai, dan aspirasi pribadi. Jadi, hubungan parasosial tidak selalu hanya tentang mengenal sosok yang dikagumi, tetapi juga bisa menjadi proses mengenal diri sendiri.

5. Memberikan ruang untuk mengekspresikan emosi

ilustrasi seorang penggemar (freepik.com/benzoix)

Menikmati karya seorang musisi, aktor, dan lainnya, dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mengekspresikan berbagai emosi. Kita bisa merasa bahagia ketika melihat pencapaian mereka, terharu ketika mengikuti cerita yang mereka bawakan, atau bahkan mendapatkan pelepasan emosi setelah menjalani hari yang melelahkan.

Pengalaman tersebut bisa menjadi bagian dari kehidupan emosional yang normal selama seseorang tetap mampu membedakan antara perasaan yang muncul dari konsumsi media dan hubungan nyata. Dengan batas yang sehat, fandom dan hubungan parasosial dapat menjadi salah satu ruang untuk menikmati hiburan sekaligus memproses emosi.

Melihat lima dampak positif diatas, hubungan parasosial tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Perasaan dekat dengan figur publik atau karakter yang sering kita ikuti dapat memberikan kenyamanan, inspirasi, dan kesempatan untuk menemukan orang-orang dengan minat yang sama. Yang penting adalah tetap menyadari batas antara kekaguman dan hubungan nyata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article