Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dari Hobi Anime, Rakha Konsisten Berkarya di IDN Times Community
Rakha Putra Alif Rinaldi (dok. pribadi/Rakha Putra Alif Rinaldi)
  • Rakha Putra Alif Rinaldi, mahasiswa asal Bekasi, menyalurkan hobinya menulis di IDN Times Community sejak 2020 dan kini terpilih sebagai Community Writer of the Month.
  • Perjalanan menulisnya dimulai dari kegagalan artikel bertema sepak bola hingga sukses lewat tulisan tentang figur publik dan anime yang ia sukai, membuktikan pentingnya menulis sesuai passion.
  • Rakha menggunakan tulisan untuk melawan negativitas internet dengan menyebarkan hal positif seputar kultur pop Jepang, sekaligus memperoleh manfaat finansial dari konsistensinya berkarya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

"Berkarya dengan menulis menjadi caraku untuk merespons. Aku memilih untuk merayakan hal-hal yang aku suka ketimbang mencemooh hal-hal yang tak aku suka.

Menulis bukan sekadar menyusun kata, melainkan cara untuk menyampaikan kegemaran dan memberikan dampak positif bagi orang lain. Bagi sebagian orang, menulis menjadi pelarian dari hiruk-pikuk negativitas di dunia maya. Hal inilah yang dilakukan oleh salah satu penulis produktif di IDN Times Community yang baru saja memetik buah manis dari konsistensinya.

Perkenalkan Rakha Putra Alif Rinaldi, mahasiswa berusia 21 tahun asal Bekasi ini menjadi sosok inspiratif di balik artikel-artikel IDN Times Community seputar dunia kultur pop. Bulan ini, ia terpilih sebagai Community Writer of the Month. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Rakha tetap menyisihkan waktu untuk meriset dan menyusun informasi menjadi bacaan yang menarik. Mari, kita simak perjalanan Rakha dari sekadar mencoba hingga meraih kesuksesan finansial dari hobinya.

1. Mulai menulis di tengah pandemik

ilustrasi mengetik (unsplash.com/@kaitlynbaker)

Perjalanan Rakha di IDN Times Community dimulai pada 2020, tepatnya ketika pandemik COVID-19 melanda dan memaksa semua orang untuk lebih banyak beraktivitas di rumah. Rasa penasaran untuk mengeksplorasi hobi baru membawanya bertemu dengan platform IDN Times Community. Tanpa pikir panjang, ia langsung mencoba peruntungannya dengan mengirimkan banyak artikel sebagai bentuk eksperimen produktif.

Kini, menulis telah menjadi bagian dari ritme harian Rakha yang ia lakukan dengan disiplin setelah waktu magrib hingga menjelang tidur. Meski begitu, kesibukannya sebagai mahasiswa saat ini membuat durasi pengerjaan artikel lebih lama. Baginya, menulis menjadi kegiatan yang eksploratif dan menyenangkan.

2. Gagal lewat artikel sepak bola, tetapi akhirnya berhasil lewat artikel figur publik dan anime

ilustrasi ide (unsplash.com/@codzilla_swiss)

Menariknya, awal karier menulis Rakha tidak langsung berjalan mulus seperti yang dibayangkan banyak orang. Ia bercerita bahwa pada awalnya ia sangat menggebu-gebu mengirimkan banyak artikel bertema sepak bola, tetapi semuanya berujung pada penolakan. Ia mengakui bahwa saat itu ia terlalu impulsif dan menulis tanpa mempelajari aturan penulisan IDN Times Community.

Titik balik Rakha terjadi ketika ia beralih menulis tentang aktris Hollywood Debby Ryan, yang merupakan istri dari drumer band favoritnya, Twenty One Pilots. Artikel tersebut menjadi karya pertamanya yang berhasil menembus meja redaksi dan terbit di platform IDN Times Community. Setelah itu, ia mengeksplorasi banyak artikel yang berkaitan dengan budaya pop Jepang, terutama musik dan anime. Pengalaman ini mengajarkannya bahwa menulis tentang hal yang benar-benar disukai dan dikuasai akan memberikan hasil yang lebih maksimal dibandingkan sekadar mengikuti tren.

3. Kegagalan membuatnya terpacu dan menjadi lebih baik

Rakha Putra Alif Rinaldi (dok. pribadi/Rakha Putra Alif Rinaldi)

Alasan Rakha sangat vokal dan rajin menulis tentang topik anime sebenarnya sangat sederhana: ia sangat menyukai anime. Ia tidak terlalu memikirkan berapa banyak pembacanya. Bahkan, ia merasa bahwa mengirim banyak artikel ke IDN Times Community itu ibarat mengirim benda ke ruang hampa yang kemudian ia lupakan. Fokus utama Rakha hanyalah mengekspresikan minatnya terhadap kultur pop Jepang kepada pembaca luas.

Lewat artikel-artikelnya, Rakha berharap bisa menjadi jembatan informasi bagi orang-orang untuk mengenal sutradara, penulis naskah, atau studio anime tertentu. Ia ingin mendorong pembaca untuk mencoba menonton karya-karya yang ia bahas. Harapannya, industri kreatif tersebut semakin banyak diapresiasi. Baginya, memberikan panggung bagi karya hebat jauh lebih bermanfaat daripada sekadar mengikuti arus pembicaraan yang tidak tentu arah, seperti di media sosial.

4. Melawan negativitas internet dengan membagikan kesukaan

ilustrasi pengguna media sosial (unsplash.com/@camstejim)

Sebagai bagian dari gen Z, Rakha merasa sangat prihatin dengan kondisi media sosial saat ini yang menurutnya sangat mendorong negativitas. Ia mengamati bahwa algoritma daring cenderung memihak pada konten yang memancing kemarahan karena itu yang biasanya mendapatkan interaksi (engagement) tinggi dari pengguna. Hal tersebut membuat banyak anak muda terjebak dalam budaya membenci hanya demi terlihat keren, yang pada akhirnya sangat menguras kesehatan mental.

“Mudah bagi kita untuk kehilangan rasa empati. Padahal, dalam waktu yang sulit ini, empati merupakan salah satu tanda bahwa kewarasan dan kemanusiaan kita masih ada.”

Alih-alih ikut menghujat hal yang tidak ia sukai di platform seperti Twitter, Rakha memilih untuk merespons dengan cara berkarya. Ia lebih suka memberi tahu dunia bahwa band Jepang favoritnya, seperti RADWIMPS atau 5SOS, memiliki lagu yang luar biasa atau menginfokan bahwa ada karya terbaru dari Naoko Yamada (A Silent Voice), sutradara terkenal favoritnya. Rakha percaya bahwa di tengah dunia yang makin toksik, empati dan kemampuan untuk merayakan hal positif menjadi tanda bahwa kemanusiaan kita masih tetap ada.

5. Selain sebagai wadah aktualisasi diri, menulis juga menghasilkan manfaat materiel

Rakha Putra Alif Rinaldi (dok. pribadi/Rakha Putra Alif Rinaldi)

Kerja keras Rakha selama beberapa tahun terakhir akhirnya membuahkan hasil finansial yang nyata dan sangat membantunya sebagai mahasiswa. Meski ia tidak menghitung secara rinci total pendapatannya, ia bangga bisa membeli laptop baru yang kini ia gunakan. Itu semua berkat poin-poin yang ia kumpulkan dari IDN Times Community. Baginya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa hobi yang ditekuni secara serius dapat memberikan dukungan ekonomi yang signifikan.

Sebagai penutup, Rakha mengutip nasihat dari idolanya, Conan O'Brien, tentang bagaimana menghadapi hidup pada masa muda.

“Jangan bersikap sinis ... Itu tidak akan membawamu ke mana pun ... Jika kamu bekerja sangat keras dan tetap bersikap baik, hal-hal luar biasa akan terjadi.”

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team