Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari menentukan menu sarapan, memilih pakaian, membalas pesan, menyelesaikan pekerjaan, hingga mengambil keputusan yang lebih besar. Sekilas, banyak pilihan memang terdengar menyenangkan karena kita punya lebih banyak kebebasan. Namun, ketika keputusan datang terus-menerus tanpa jeda, pikiran juga bisa ikut kelelahan. Kondisi ketika kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan terasa menurun akibat terlalu banyak keputusan yang harus dibuat dikenal sebagai decision fatigue.
Decision fatigue bukan berarti seseorang tidak mampu mengambil keputusan. Masalahnya lebih pada energi mental yang terus digunakan untuk menimbang pilihan, mempertimbangkan konsekuensi, dan menentukan mana yang paling tepat. Akibatnya, keputusan sederhana pun bisa terasa melelahkan, bahkan membuat kita cenderung menunda, memilih secara asal, atau menyerahkan keputusan kepada orang lain. Mari simak bersama penjelasan lebih lanjutnya di bawah ini!
