“Burnout adalah hasil dari kelelahan mental sementara emosi terkuras, terlalu banyak bekerja, dan kewalahan, tanpa waktu atau sumber daya untuk pulih dengan baik. Di sisi lain, rust out adalah kurangnya stres positif, jelasnya. Jika pekerjaanmu tidak menantang (dengan cara yang baik), keterampilanmu dapat menurun seiring waktu dan memengaruhi harga dirimu," kata Cho mengutip laman Real Simple.
Apa Itu Rust Out dalam Bekerja? Kebalikan dari Burnout!

Kamu tentu sudah tahu tentang kelelahan kerja alias burnout saat bekerja. Mungkin kamu pernah baca berbagai penelitian tentang burnout, atau bahkan kamu sendiri yang mengalaminya.
Namun, ternyata ada fenomena lain di tempat kerja yang memengaruhi performa kerja tetapi yang kurang mendapat perhatian. Dikenal dengan rust out, atau perasaan tidak terlibat, ialah kebalikan dari burnout, dan ini menjadi pengalaman yang cukup umum ditemukan di tempat kerja. So, cari tahu di sini apa itu rust out dalam bekerja!
1. Apa itu rust out dalam bekerja?

Ilustrasi rust out (pexels.com/https://kaboompics.com/) Tidak ada definisi klinis untuk mengartikan isitlah rust out, namun, ini digambarkan sebagai penurunan keterlibatan dan motivasi karyawan. Biasanya, ini terjadi ketika seseorang merasa kurang tertantang, kurang dihargai, kurang dimanfaatkan, atau tidak merasa puas.
Menurut HJ Cho, LCSW, terapis yang berspesialisasi dalam masalah duka dan kecemasan, kamu dapat menganggap rust out sebagai kebalikan dari burnout, yang disebabkan oleh stres berlebihan.
Dalam konteks profesional, ini dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang dan identitasnya sebagai individu yang kompeten, karena mereka menyadari apa yang sebenarnya dapat mereka lakukan dibandingkan dengan apa yang diizinkan untuk mereka lakukan.
2. Penyebab dan tanda-tanda kamu mengalami rust out

Ilustrasi rust out (pexels.com/https://kaboompics.com/) Berbagai faktor dapat berkontribusi, seringkali, bekerja secara otomatis, monoton, dan potensi pertumbuhan yang terbatas menjadi faktor penyebabnya. Rust out juga bisa terjadi ketika orang berhenti merasa terhubung dengan pekerjaannya, tujuannya dan orang-orang di sekitar.
“Meskipun pekerjaan itu sendiri tidak selalu tidak menyenangkan, melakukan hal yang sama selama bertahun-tahun tanpa tanggung jawab baru atau peluang untuk kemajuan akhirnya terasa menyesakkan,” kata Cho.
Selain itu, ada ketidakpastian ekonomi yang menjadi salah satu pendorong utama di balik perasaan ini. Dengan inflasi yang masih sangat tinggi dan pasar kerja yang bergejolak dan stagnan, semakin banyak karyawan memilih untuk tetap berada dalam perannya hanya untuk mendapatkan gaji.
Adapun tanda-tanda kamu mengalami rust out juga bisa sangat bervariasi, tetapi secara umum, gejala-gejala berikut cukup sering terjadi:
- Merasa bosan dan kurang terstimulasi.
- Kurangi berbicara dalam rapat.
- Menghindar dari peluang baru atau proyek kerja.
- Menunda-nunda atau menyerahkan proyek terlambat.
- Merasa takut untuk pergi bekerja.
- Lebih mudah teralihkan perhatiannya.
- Merasa potensi dan keterampilan kerja terbuang sia-sia.
- Merasa dirimu menjadi lebih mudah tersinggung, pesimis, depresi, atau acuh tak acuh.
- Merasa lebih lelah dari biasanya.
- Kehilangan kepercayaan diri pada keahlian, kekuatan, atau kemampuan untuk berkinerja.
3. Cara mengatasi kondisi rust out

Ilustrasi diskusi di tempat kerja (pexels.com/Walls.io) Cari tahu apa yang membuatmu merasa stagnan
Jika mengalami karier yang stagnan, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meninjau peran untuk menentukan apa yang membuatmu merasa stagnan.
Cari tahu apa yang memberi kamu energi dan apa yang mengurasnya. Ini akan memberi kamu pemahaman yang lebih baik tentang apa yang perlu kamu tambahkan lebih banyak ke dalam aktivitas sehari-hari, dan apa yang perlu kamu kurangi.
Bicaralah dengan manajer tentang kepastian karier
Dari sini, lakukan percakapan yang jujur dan proaktif dengan manajer tentang penerapan perubahan. Kuncinya adalah hingari melakukan ini dengan cara yang tidak menunjukkan ketidakpuasan, melainkan membingkai perubahan sebagai peluang pertumbuhan.
Misalnya, kamu bisa bilang pada manajer, “Saya merasa produktivitas meningkat, dan paling terlibat selama proyek kolaboratif dan kreatif, sementara tugas-tugas administratif yang berulang menguras energi mental saya. Saya ingin menjajaki peluang yang memanfaatkan kekuatan saya, seperti proyek lintas fungsi, dan membahas cara untuk mendistribusikan atau mengelompokkan tugas-tugas administratif secara berbeda jika memungkinkan.”
Bangkitkan kembali rasa ingin tahu
Pentingnya menumbuhkan rasa ingin tahu kembali, baik di dalam maupun di luar tempat kerja sangat penting.
“Terkadang, kita menunggu tujuan datang kepada kita, padahal kenyataannya, tujuan sering kali tumbuh melalui kontribusi dan koneksi. Jadi, coba jadi volunteer untuk sebuah proyek, pelajari keterampilan baru, tawarkan diri untuk membimbing seseorang, atau jadwalkan waktu untuk minum kopi atau melakukan panggilan telepon dengan kolega yang ingin kamu kenal lebih baik," kata Shari Leid, pembicara TEDx dan pendiri Metode Kepemimpinan Flip the Box®, mengutip laman The Every Girl.
Apa pun yang kamu putuskan, menetapkan tujuan-tujuan kecil, hingga menggapai kemenangan kecil yang dapat dicapai untuk diri sendiri, dapat membantu membangkitkan kembali minatmu pada pekerjaan, kepercayaan diri dan antusiasme.
Itulah yang dimaksud dengan rust out, penyebab, tanda-tanda, dan cara mengatasinya. Jadi, apakah kamu justru sering mengalami rust out, bukan burnout di tempat kerja?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)








![[QUIZ] Dari Hubungan di Upin Ipin, Ini Boundaries Kamu di Hubungan](https://image.idntimes.com/post/20260801/stocksnap-couple-2563424_b5773fa4-fd83-4791-ac1f-5f124242b5ed.jpg)






![[QUIZ] Pilih Vibe di Upin Ipin, Ini Akar Masalah Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20260608/mengapa-sebagian-perjuangan-tidak-pernah-diceritakan-konsumsi-publik_cd027948-9919-4c9d-aa0a-a09fd3ac36f6.jpeg)






