Kesepian tampaknya menjadi fenomena yang tidak lagi asing bagi generasi muda. Ketika teknologi dan media sosial bisa mempermudah interaksi, nyatanya hal tersebut gak bisa menjadi indikator seseorang dikatakan tidak kesepian.
Mungkin kamu pernah mendapati seseorang yang hidupnya selalu produktif dan punya banyak teman. Dari luar, hidupnya terlihat ramai tapi ketika malam tiba, yang dirasakannya hanyalah sepi. Atau mungkin, fenomena ini juga kamu rasakan?
Buat anak rantau yang mau tidak mau dituntut mandiri, perasaan kesepian ini kerap kali mampir tanpa permisi. Terhubung secara digital atau sering berinteraksi langsung pun belum tentu membuat seseorang terhubung secara emosional. Bahkan, kesepian pun menjadi salah satu tantangan besar yang memengaruhi kesehatan mental mereka.
Hal tersebut juga tergambar dalam riset terbaru Rukita yang dirilis dalam rangka Hari Kesehatan Mental Sedunia. Survei terhadap anak kost dari kalangan Milenial dan Gen Z menunjukkan bahwa kesepian masih menjadi tantangan besar, sekaligus menegaskan pentingnya komunitas sebagai salah satu faktor yang dapat membantu menjaga kesehatan mental.
