Comscore Tracker

Michella Ham, Pengusaha Muda Bantu Acne Fighters Melalui 'Skin Game'

membangun skin game berdasarkan pengalaman pribadinya

Saat ini, beauty industry di Indonesia tengah naik daun dengan berbagai produk dan formula yang inovatif. Tak hanya menawarkan produk perawatan kulit dengan komposisi yang dirancang secara spesifik untuk menjawab permasalahan beauty enthusiast, namun skincare merek lokal juga menyebarkan pesan positif. 

Salah satu merek perawatan kulit yang tengah digandrungi oleh para acne fighters adalah Skin Game. Produk ini dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena spesifik membantu orang-orang dengan permsalahan kulit berjerawat.

Untuk menjadi produk ternama seperti sekarang, Michella Ham sebagai founder Skin Game telah melewati banyak tantangan dan hambatan hingga produknya dikenal luas seperti saat ini. Di usianya yang masih terbilang muda, Michella jadi salah satu generasi muda yang dapat menginspirasi kita dengan kegigihannya membesarkan nama produk kecantikan yang satu ini.

Seperti apa awal mula berdirinya Skin Game yang digagas oleh Michella? Melalui wawancara khusus pada Senin (5/9/22) bersama IDN Times, Michella membagikan pahit-manis perjuangannya di balik nama besar Skin Game. 

1. Skin Game berangkat dari permasalahan kulit yang dialami oleh Michella Ham

Michella Ham, Pengusaha Muda Bantu Acne Fighters Melalui 'Skin Game'Michella Ham, owner dari Skin Game. (instagram.com/michellalh)

Gagasan untuk menciptakan sebuah produk skincare yang fokus pada permasalahan kulit berjerawat, bermula dari pengalaman pribadi Michella. Saat itu, Michella merasa kesulitan menemukan krim totol jerawat dengan merek lokal. 

"Jadi, waktu itu munculnya memang aku mengalami jerawat, walaupun memang gak parah. Dan memang waktu itu juga, merasakan gak ketemu krim totol jerawat tuh di lokal, di supermarket atau pun di apotek," kata Michella dalam wawancara daring bersama IDN Times. 

Bermula dari keresahannya ini, Michella menyadari masih kurangnya ketersediaan produk totol jerawat yang dikenal luas di pasaran dan bisa didapatkan dengan mudah. Hal tersebut membuat Michella harus membeli produk obat totol jerawat dari luar negeri. 

Michella melanjutkan, "Waktu itu aku notice masalah orang Indonesia adalah tidak menemukan krim totol jerawat dari merek lokal yang bisa diandalkan. Jadi waktu itu, mereka sering banget ngejastip (jasa titip) atau nitip impor dari Jepang, Singapore, dan laiin-lain hanya untuk sebuah krim totol jerawat."

Dari pengalaman pribadinya tersebut, gagasan untuk menciptakan produk skincare yang membantu pejuang kulit berjerawat muncul. Tepatnya di masa pandemik 2020, Michella melihat waktu tersebut menjadi momentum yang tepat untuk terjun ke industri kecantikan.

"Padahal krim totol jerawat itu kan produk kecantikan yang cukup umum dan mudah dibuat. Tapi, kayak kenapa waktu itu lokal belum ada pilihannya gitu sih. Jadi, kita salah satu brand totol jerawat indie local yang pertama," ujarnya lagi. 

2. Michella mengumpulkan modal dari uang jajannya untuk membangun Skin Game dan andalkan strategi marketing dengan sistem barter

Michella Ham, Pengusaha Muda Bantu Acne Fighters Melalui 'Skin Game'Michella Ham, owner dari Skin Game. (instagram.com/michellalh)

Skin Game dibangun pada awal pandemik, di mana banyak krisis terjadi dan banyak bisnis lumpuh. Namun, Michella melihat krisis ini sebagai peluang untuk dirinya terjun ke industri kecantikan. Ia pun gigih mengumpulkan modal dengan menyisihkan uang jajannya. 

Michella mengisahkan perjalanan awalnya membangun Skin Game dengan modal kecil. "Dibangun waktu awal pandemik, terus habis itu, karena memang keterbatasan modal, kita tuh melakukan marketing yang affordable banget sih. Waktu itu kita banyak melakukan review dengan mikro skincare reviewer, jadi barter produk dengan review. Itu yang kita lakukan secara tekun, mungkin satu tahun ya," katanya.

Tak banyak keuntungan yang berhasil diraup dari penjualan awal, tapi Michella tak menyerah dan terus memutar otak. Perempuan tersebut bahkan memilih untuk tak ambil keuntungan dari bisnisnya pada saat itu, hingga usahanya mulai stabil. 

"Nah dari situ kita baru kumpulin uang lah pelan-pelan, kita kumpul dari situ, baru kita bisa lakuin ekspansi yang lebih besar lagi. Jadi memang selama satu tahun pertama di 2020 itu kita gak mengambil untung sama sekali. Jadi, semua keuangan diputar lagi sampai cashflow-nya itu lebih besar dan bisa ekspensif," kenang Michella.

3. Skin Game menjadi produk yang genderless, yakni dapat digunakan oleh siapa saja tanpa terbatas gender tertentu

Michella Ham, Pengusaha Muda Bantu Acne Fighters Melalui 'Skin Game'Michella Ham, owner dari Skin Game. (instagram.com/michellalh)

Banyak orang merasa kurang percaya diri karena mengalami jerawat di kulit. Sebenarnya, permasalahan ini tidak terbatas hanya pada gender tertentu. Kulit berjerawat juga dirasakan oleh laki-laki maupun perempuan.

Hal ini yang berusaha diangkat oleh Michella dan tim melalui Skin Game, bahwa setiap orang berhak untuk menjaga dan merawat kulitnya. Genderless skincare jadi pesan yang berusaha diangkat oleh Skin Game agar jadi produk yang bisa dinikmati oleh siapa pun. 

"Kalau Skin Game yang paling sering kita angkat itu genderless skincare. Jadi, memang dari awal Skin Game mau dibikin untuk semua gender. Karena gender apa pun kan bisa bermasalah dengan jerawat. Nah, untuk itu, kita kampanyenya genderless skincare," papar dia.

Pesan yang berusaha disampaikan Skin Game juga tertuang dalam kemasan produknya yang berwarna netral. Harapannya agar seluruh segmen market Skin Game dapat menggunakannya juga.

"Selain itu juga, secara packaging biasanya beauty brand kan packacing-nya cenderung lebih feminin dan approach-nya lebih feminin. Mungkin warna-warnanya pink, ungu, terus juga oranye. Nah, kalau Skin Game itu menggunakan warna-warna alumunium atau warna abu-abu sih yang cenderung lebih netral," jelas Michella.

Baca Juga: Perjalanan Ade Putri Paramadita Jadi Culinary Storyteller, Inspiratif!

4. Terjun ke dunia bisnis sejak muda, Michella merasa masih harus banyak belajar lagi

Michella Ham, Pengusaha Muda Bantu Acne Fighters Melalui 'Skin Game'Michella Ham, owner dari Skin Game. (instagram.com/michellalh)

Michella memang memiliki ketertarikan besar di dunia usaha. Ia menuturkan, "Dari awal memang sudah tertarik sih untuk (menjadi) entrepreneur."

Namun perjalannya untuk menjadi pengusaha masih jauh dari sempurna. Banyak hal perlu dipelajari lagi untuk menumbuhkan jiwa enterpreneurship dalam dirinya. 

"Mungkin lack of experience karena masih muda, jadi belum banyak kenal atau ngobrol dengan orang-orang yang lebih tua atau lebih berpengalaman. Akunya juga masih belum berpengalaman, jadi masih banyak trial and eror," kata Michella.

Michella menyadari bahwa menjadi pengusaha muda membutuhkan usaha ekstra. Ia pun terus membuka diri untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru.

Michella menambahkan, "Caranya sih waktu itu, aku banyak baca buku. Kedua, gak malu untuk bertanya. Jadi kalau misalkan ketemu orang yang lebih pintar itu, gak minder, tapi justru inspired dan justru banyak nanya-nanya sama orang. Soalnya biasa kalau kita merasa masih kurang pinter, kita cenderung malah minder. Padahal justru sebenarnya jangan minder, justru harus dipakai kesempatannya untuk ngobrol sama orang yang lebih berpengalaman."

5. Pesan Michella untuk perempuan Indonesia

Michella Ham, Pengusaha Muda Bantu Acne Fighters Melalui 'Skin Game'Michella Ham, owner dari Skin Game. (instagram.com/michellalh)

Sebagai perempuan muda yang telah terjun ke dunia usaha, Michella memberi tips untuk anak muda yang hendak mengikuti jejaknya. Michella menuturkan, "Jadi, pertama sih harus tahu dulu kalau memang mau jadi entrepreneur dan bukan karena melihat orang lain keren atau pengin dipuji keren sebagai entreperenur. Menurutku, kalau mau sukses, sih, tetep harus ngejalanin apa yang mau kita jalanin. Kalau gak, kayaknya bakal bertahan, tapi segitu doang."

Michella juga mendorong perempuan Indonesia untuk terus bersemangat meraih mimpi tanpa khawatir akan tantangan yang akan dihadapi. "Women need to believe that there is no limit to what women can achieve. Apa pun gendernya, we are capable to reach our dreams!" tutup Michella.

Itulah beberapa hal dari Michella Ham yang mungkin bisa menjadi inspirasi untukmu. Perjalanan pengusaha muda ini tidaklah muda, namun selalu berhasil untuk dihadapi karena adanya keyakinan dalam diri. 

Baca Juga: Kisah Rama Suparta Dirikan Brand Kacamata Lokal SATURDAYS, Inspiratif!

Topic:

  • Dina Fadillah Salma
  • Febriyanti Revitasari
  • Pinka Wima

Berita Terkini Lainnya