Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Doa Qunut Witir Beserta Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan
Ilustrasi salat tarawih (freepik.com/Rawpixel.com)

  • Doa qunut witir merupakan amalan sunah yang dibaca pada rakaat terakhir salat witir, bersumber dari hadis Nabi Muhammad saw dan diajarkan kepada Hasan bin Ali RA.

  • Pembacaan doa qunut witir umumnya dilakukan pada separuh akhir Ramadan, baik sebelum maupun sesudah rukuk, sesuai kebiasaan dan mazhab masing-masing.

  • Dalam Mazhab Syafi’i, hukum membaca doa qunut witir adalah sunah; tidak membacanya tidak membatalkan salat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Doa qunut witir adalah doa yang dibaca saat salat witir, terutama pada rakaat terakhir. Hukumnya sunah menurut mayoritas ulama.

Banyak orang mencari bacaan doa qunut witir karena ingin memastikan lafaz Arabnya benar, memahami artinya, serta tahu kapan waktu membacanya. Dalam praktiknya, doa ini sering dibaca pada separuh akhir Ramadan, meski pada dasarnya boleh dibaca sepanjang tahun menurut sebagian mazhab.

Kalau kamu masih ragu soal bacaan hingga dalil doa qunut witir, artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan runtut. Dengan begitu, kamu jadi tahu tata cara membaca doa qunut witir sesuai tuntunan.

1. Bacaan doa qunut witir

ilustrasi salat (pexels.com/Michael Burrows)

Doa qunut dalam salat witir merupakan amalan yang dianjurkan dalam Mazhab Syafi’i. Anjuran ini didasarkan pada riwayat hadis yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw mengajarkan doa qunut kepada Hasan bin Ali RA. Karena itu, banyak imam di Indonesia membaca qunut witir khususnya pada separuh akhir Ramadan.

Salah satu bacaan doa qunut yang populer adalah yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad serta beberapa kitab Sunan dari Hasan bin Ali RA. Hadis ini juga dinilai hasan oleh At-Tirmidzi. Ia menyebut bahwa tidak ada doa qunut dari Nabi yang lebih utama daripada riwayat tersebut, sehingga lafaz ini menjadi rujukan dalam praktik qunut witir.

Teks Arab:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ، وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

Teks Latin:

Allahumma ihdnî fîman hadait, wa 'âfnî fîman 'âfait, wa tawallanî fiman tawalait, wa barik li fimâ a'athait, wa qinî syarra mâ qadhaita, fainnaka taqdhî, wa lâ yuqdhâ 'alaika, wa innahu la yadzillu man wâlaita, wa lâ ya'izzu man 'âdaita, tabârakta rabbanâ wa ta'âlaita, wa shallâ allahu 'alâ an-nabiyyi muhammadin.

Teks terjemahan:

"Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Selamatkanlah aku bersama orang-orang yang Engkau selamatkan. Bimbinglah aku bersama orang-orang yang Engkau bimbing. Berikanlah keberkahan dalam karunia yang Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dari keputusan-Mu yang buruk. Sesungguhnya Engkau yang menghakimi, dan tidak ada seorang pun yang menghakimi-Mu. Sesungguhnya orang yang Engkau tolong tidak akan menjadi hina. Orang yang Engkau musuhi tidak akan menjadi mulia. Mahasuci dan Mahatinggi Engkau, wahai Tuhan kami. Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat kepada Nabi Muhammad."

2. Doa qunut witir dibaca kapan?

Doa qunut witir mulai dianjurkan pada separuh akhir Ramadan. Untuk tahun 1447 Hijriah, pemerintah RI melalui hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan perhitungan kalender Hijriah tersebut, malam separuh akhir Ramadan (malam 16 Ramadan) diperkirakan jatuh pada Kamis, 5 Maret 2026 malam.

Dalam pelaksanaannya, doa qunut witir dibaca di dua waktu, yaitu sebelum rukuk setelah selesai membaca surat Al-Qur’an atau setelah bangkit dari rukuk pada rakaat terakhir salat witir.

Hal ini berdasarkan riwayat dari Humaid yang bertanya kepada Anas bin Malik tentang kapan doa qunut dibaca. Anas menjawab:

"Kami membaca doa qunut sebelum melakukan rukuk dan sesudah melakukan rukuk." (HR Ibnu Majah)

Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Irwa' al-Galil serta disebut memiliki sanad yang kuat oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathu al-Bari. Oleh karena itu, baik membaca doa qunut sebelum atau sesudah rukuk, sama-sama diperbolehkan dan tergantung pada kebiasaan dan mazhab yang diikuti.

3. Hukum membaca doa qunut witir

ilustrasi salat tarawih berjamaah (pexels.com/RDNE Stock project)

Dalam madzhab Syafi’i, hukum membaca doa qunut witir adalah sunah, bukan wajib. Artinya, jika kamu membacanya akan mendapat pahala, tetapi jika tidak membacanya salat tetap sah. Hal ini ditegaskan oleh Imam al-Nawawi dalam Kitab al-Adzkar, yang menyatakan bahwa qunut disunahkan di akhir witir mulai pertengahan Ramadan.

Pendapat tersebut juga didukung oleh mayoritas ulama Syafi’iyah yang berpegang pada riwayat dari Ubay bin Ka’ab. Namun, ada pandangan lain dalam madzhab Syafi’i yang menyebutkan bahwa qunut bisa dilakukan sepanjang Ramadan.

Bahkan, dalam madzhab Hanafi, qunut dianjurkan dalam seluruh salat sunah, bukan hanya salat witir. Meskipun demikian, yang paling umum digunakan adalah madzhab Syafi’i.

Karena hukumnya sunah, maka tidak berdosa jika tidak membaca doa qunut witir. Hal ini penting dipahami agar kamu tidak merasa cemas berlebihan ketika lupa.

4. Tata cara membaca doa qunut witir

Doa qunut witir memiliki tata cara khusus yang umum dipraktikkan dalam Mazhab Syafi’i. Berikut urutannya:

  1. Dilakukan pada rakaat terakhir salat witir, setelah i’tidal atau bangun dari rukuk

  2. Mengangkat kedua tangan seperti saat berdoa

  3. Dibaca dengan suara keras (jahar) oleh imam, terutama saat salat berjemaah

  4. Jika salat sendiri, dibaca pelan (sirr)

  5. Makmum mengaminkan doa imam pada bagian doa

  6. Tidak disunahkan mengusap wajah setelah selesai doa.

5. Anjuran setelah membaca doa qunut witir

ilustrasi berdoa (unsplash.com/Masjid MABA)

Setelah membaca doa qunut witir, disunahkan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw sebagai penutup. Anjuran ini disebutkan dalam berbagai kitab fiqh Mazhab Syafi’i karena shalawat termasuk doa yang mustajab dan memperindah permohonan.

Lafaz yang biasa dibaca adalah:

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam.

Selain itu, meenambah shalawat di akhir doa menunjukkan adab berdoa. Pasalnya, dalam banyak riwayat dijelaskan bahwa doa yang diawali dan diakhiri dengan pujian serta shalawat lebih mungkin dikabulkan.

Kesimpulan

Jadi, dapat disimpulkan bahwa doa qunut witir adalah doa sunah yang dibaca pada rakaat terakhir salat witir, umumnya setelah rukuk. Bacaan ini bersumber dari hadis dan memiliki keutamaan karena berisi permohonan petunjuk, perlindungan, dan keberkahan kepada Allah Swt.

Perbedaan pendapat tentang waktu membacanya adalah hal yang wajar dalam fiqh. Selama memahami bacaan, arti, hukum, dan dalilnya, kamu bisa mengamalkan doa qunut witir dengan lebih tenang dan yakin.

FAQ seputar doa qunut witir

Apakah doa qunut witir hanya dibaca saat akhir Ramadan?

Doa qunut witir boleh dibaca sepanjang tahun. Namun dalam Mazhab Syafi’i, pembacaan pada separuh akhir Ramadan lebih dianjurkan.

Doa qunut witir dibaca sebelum atau sesudah rukuk?

Dalam praktik Mazhab Syafi’i, doa qunut witir dibaca setelah i’tidal atau bangun dari rukuk pada rakaat terakhir.

Apakah salat witir tetap sah jika lupa membaca doa qunut?

Ya, tetap sah. Karena hukumnya sunah. Jadi, meninggalkan doa qunut witir tidak membatalkan salat dan tidak berdosa.

Bolehkah membaca doa lain jika belum hafal doa qunut witir?

Boleh. Kamu bisa membaca doa lain yang berisi permohonan kepada Allah.

Jika tidak hafal doa qunut, baca apa?

Kamu bisa membaca doa singkat seperti “Rabbana atina fid-dunya hasanah…” atau doa lain yang berisi permohonan kebaikan, karena inti qunut adalah berdoa kepada Allah.

Editorial Team