5 Manfaat Ekoliterasi, Meningkatkan Kesadaran Terhadap Isu Lingkungan

- Meningkatkan kesadaran individu tentang isu lingkungan
- Menemukan solusi dari permasalahan lingkungan
- Mendorong gaya hidup berkelanjutan
Ekoliterasi secara sederhana didefinisikan sebagai melek ekologi. Lebih jelasnya, ekoliterasi adalah kemampuan untuk memahami hubungan antar manusia dan alam, sekaligus kesadaran untuk menjaga keberlangsungan ekosistem alam. Contohnya menyadari bahwa sumber daya alam terbatas dan tindakan hari ini akan memengaruhi masa depan dan generasi mendatang.
Ekoliterasi sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam. Tanpa ekoliterasi, manusia akan cenderung mengeksploitasi tanpa menyadari kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan dari eksploitasi itu. Yuk, cari tahu apa saja manfaat ekoliterasi!
1. Meningkatkan kesadaran individu tentang isu lingkungan

Ekoliterasi bukan hanya tahu tentang isu lingkungan, tetapi sebuah transformasi yang mengubah sudut pandang orang. Karena ekoliterasi gak hanya berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga aksi. Contohnya, kamu tahu bahwa sampah plastik itu buruk dan kamu punya merasa punya tanggung jawab untuk gak menggunakannya.
Kamu juga sadar bahwa manusia bukanlah entitas yang terpisah dari alam. Oleh sebab itu kamu terdorong untuk melakukan tindakan kecil manusia punya dampak pada sistem yang lebih besar. Misalnya membuang sisa makanan dapat menimbulkan emisi gas metana di TPA. Kamu menyadari bahwa kerusakan di satu bagian ekosistem pada akhirnya akan merugikan manusia.
2. Menemukan solusi dari permasalahan lingkungan

Adanya ekoliterasi memungkinkan manusia untuk menemukan solusi atas permasalahan lingkungan yang tengah terjadi. Contohnya ketika terjadi banjir di perkotaan, dengan kemampuan ekoliterasi kamu akan terdorong untuk memahami siklus hidrologi secara utuh. Dan kamu bisa menemukan solusi yang lebih luas seperti penanaman kembali daerah resapan hulu atau pengurangan penggunaan beton di rumah-rumah.
Ekoliterasi juga mengajarkanmu untuk meniru cara alam bekerja. Karena alam sendiri gak mengenal konsep sampah. Semua bahan dan limbah adalah nutrisi bagi organisme. Hal ini akan mendorongmu untuk menerapkan ekonomi sirkular. Sebuah model ekonomi yang bertujuan untuk meminimalkan limbah dan memaksimalkan sumber daya yang ada.
3. Mendorong gaya hidup berkelanjutan

Ekoliterasi adalah fondasi untuk mewujudkan gaya hidup yang berkelanjutan atau sustainable living. Ini bukan sekadar tren, tetapi upaya untuk meminimalkan jejak karbon dari setiap individu. Ekoliterasi berperan sebagai kompas yang memastikan gaya hidup berkelanjutan dapat dilakukan dengan konsisten, bukan karena FOMO belaka.
Orang yang memiliki ekoliterasi tinggi gak akan mudah terjebak dalam konsumerisme yang berlebihan. Tanpa ekoliterasi, gaya hidup berkelanjutan terasa seperti beban. Namun, dengan adanya ekoliterasi, orang menjadi puas dengan menjalankan gaya hidup yang selaras dengan ekosistem bumi.
4. Mengambil kebijakan yang berorientasi pada lingkungan

Pada skala yang lebih tinggi, pemangku kebijakan yang memiliki ekoliterasi akan mengambil Keputusan strategis dalam menangani masalah lingkungan. Mereka akan membuat kebijakan dari individu yang memahami dasar-dasar kebutuhan manusia dan alam.
Para pemangku kebijakan yang memiliki ekoliterasi tinggi akan menggunakan prinsip kehati-hatian dalam membuat sebuah program. Jika sebuah tindakan berisiko merusak lingkungan, kebijakan tersebut akan ditunda dan dimodifikasi. Dengan begitu penilaian dampak yang dilakukan akan lebih holistik atau gak hanya melihat jangka pendek.
5. Membangun komunitas yang bertanggung jawab pada lingkungan

Di level sosial, ekoliterasi menjadi perekat antar individu untuk membangun komunitas yang tangguh dan bertanggung jawab pada lingkungan. Ketika sebuah komunitas memiliki pemahaman ekologi, mereka akan membentuk ekosistem sosial dan lingkungan yang saling menjaga.
Warga sebagai komunitas gak lagi menunggu instruksi pemerintah untuk bertindak. Karena mereka mampu mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitar mereka secara mandiri. Gak hanya itu, budaya ekoliterasi juga mendorong komunitas untuk saling berbagi. Misalnya dengan menciptakan kebun komunitas, perpustakaan alat kebun, hingga pembuatan bank sampah.
Ekoliterasi adalah skill yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Karena melek isu lingkungan bukan tentang tahu ada masalah lingkungan saja. Namun, juga ikut berkontribusi untuk melakukan tindakan yang berdampak positif sekecil apa pun.


















