Comscore Tracker

Kisah Inspiratif Ade Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & Janin

Menghadapi kritik dengan tetap memberi kontribusi terbaik

Ade Putri Verlita Maharani atau yang kerap disapa Verlita, merupakan pendiri Rahim & Janin, sebuah komunitas yang peduli kesehatan mental ibu, khususnya pada masa perinatal. Selain aktif dalam komunitas ini, profesi utama Verlita adalah Mental Health and Psychosocial Support.

Bagaimana kisah inspiratif Verlita membangun Rahim & Janin serta kontribusinya terhadap kesehatan mental ibu? Verlita membagikan kisahnya pada IDN Times, Sabtu (4/7/2020) lalu. Yuk, simak selengkapnya di bawah!

1. Rahim & Janin hadir untuk memfasilitasi ibu, terutama dalam merawat diri dan kesehatan mental mereka

Kisah Inspiratif Ade Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & JaninDiskusi Perjalanan Perempuan Menjadi Ibu pada Kegiatan Rahim & Janin di C20 Library. 26 Januari 2020. Dok. Istimewa

Motivasi awal mendirikan Rahim dan Janin adalah karena alasan personal. Verlita merupakan perempuan yang cukup dekat dengan sosok mama dalam hidupnya.

Selama perjalanan kehidupan itu, ia melihat perempuan, terutama ibu tidak mendapat privilege yang sama, seperti bapak misalnya. Bagi Verlita, ibu menghabiskan banyak waktunya untuk mementingkan orang lain seperti keluarga, alih-alih dirinya. 

Perempuan yang juga bekerja sebagai pekerja sosial di bidang pendidikan ini, tahu bahwa peran ibu sangat berperan pada tumbuh kembang anak. Sayangnya, ibu di pedesaan terutama, merasa tidak cukup percaya diri untuk bisa mendidik buah hatinya. 

Hal ini dapat terjadi karena di masyarakat, para perempuan, khususnya ibu, belum mendapat peran-peran yang berimbang, baik di ranah domestik maupun publik. Selain itu, upaya untuk menjaga kesehatan mental juga belum menjadi prioritas utama.

Hal ini terbukti dari angka isu kesehatan mental para ibu yang cukup tinggi di Indonesia. Sekitar 22,4 persen ibu mengalami depresi pasca melahirkan. 

2. 'Teman Dengar dan Cerita', 'Ruang Dengar dan Cerita', dan 'Ruang Diri' adalah program yang telah dilaksanakan rutin oleh Rahim & Janin

Kisah Inspiratif Ade Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & JaninAde Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & Janin pada Perjalanan Perempuan Menjadi Ibu di C20 Library. 26 Januari 2020. Dok. Istimewa

Verlita menuturkan pada IDN Times bahwa beberapa program yang tercetus pada platform Rahim & Janin telah berjalan rutin. Program itu adalah 'Teman Dengar dan Cerita' dan 'Ruang Dengar dan Cerita'.

'Teman Dengar dan Cerita' memberi kesempatan kepada ibu atau lingkungan di sekitarnya untuk berbagi cerita, fenomena, dan pengalaman selama menjadi ibu, termasuk mengenai isu kesehatan mental yang mewarnai perjalanan menjadi ibu. Program 'Teman Dengar dan Cerita' rutin membuat video yang tayang tiap 1-2 bulan sekali.

Sementara 'Ruang Dengar dan Cerita' merupakan ruang alternatif untuk mengenalkan isu  tersebut pada masyarakat yang lebih luas melalui diskusi bersama. Pada program 'Ruang Diri', Rahim dan Janin memfasilitasi ibu untuk katarsis berkolaborasi dengan beberapa pihak. Misalnya para profesional di bidang kesehatan mental seperti psikiater dan psikolog, juga para praktisi seperti instruktur yoga yang tersertifikasi. 

Verlita menuturkan, "Kami paham tidak bisa menyelesaikan isu ini sendiri, maka kami juga mengajak kolaborasi beberapa pihak seperti organisasi linier, profesional, dan harapannya juga bisa mengajak kerja sama pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin ringan langkah yang kita upayakan. Maka semakin juga bagi kami untuk mewujudkan visi kami, yaitu mengupayakan dunia yang lebih ramah ibu bersama."

3. Keluarga Verlita tergolong keluarga demokratis. Ia dibebaskan memilih sendiri preferensinya, termasuk soal pendidikan dan pekerjaan

Kisah Inspiratif Ade Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & JaninAde Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & Janin pada Perjalanan Perempuan Menjadi Ibu di C20 Library. 26 Januari 2020. Dok. Istimewa

Ketika ditanya bagaimana tanggapan keluarga terhadap pilihan hidup yang diambil oleh perempuan lulusan Ilmu Komunikasi ini, ia memaparkan bahwa keluarga mendukung dengan memberi kebebasan. Verlita dibesarkan dengan pola asuh yang demokratis.

Sedari kecil, ia tidak pernah dipaksa melakukan sesuatu dan dibebaskan untuk bisa memilih preferensinya. Ini termasuk dalam hal pendidikan dan pekerjaan.

Tentu saja, ada tantangan dalam membangun platform Rahim & Janin dialami oleh Verlita dan tim. Ia bercerita, tantangan utamanya adalah menjaga keberlanjutan platform dan program.

Hal tersebut dikarenakan platform sosial ini terdiri dari tim yang bergabung karena panggilan sukarela. Anggota perlu membagi waktu antara pekerjaan utama dan platform ini.

Demi menjaga bonding, maka ia menerapkan sikap egaliter di dalam tim. Setiap orang berhak menyampaikan ide dan inisiasi yang dianggap bermanfaat untuk platform.

Ia dan tim juga berusaha untuk tetap bisa saling menjaga kesehatan mental satu sama lain dalam tim karena buat terjun ke isu ini juga membutuhkan energi yang lebih. 

"Saat ini kami fokus pada upaya agar program tetap berjalan. Kami terus mengembangkan upaya kolaborasi dengan stakeholder yang sevisi dan bisa saling melengkapi,” tambah Verlita.

Ke depannya, ia berharap bisa berkolaborasi di level internasional karena isu ini sudah lebih dikenal di negara maju dibanding berkembang. Karena itu, peluang grants atau funding juga terus diupayakan oleh pihaknya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Model dan Presenter Patricia Gouw saat Meniti Karier

4. Bagi Verlita, berbagi kepedulian tidak perlu menunggu. Ia menghadapi kritik dengan tetap memberi kontribusi terbaik

Kisah Inspiratif Ade Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & JaninDiskusi Perjalanan Perempuan Menjadi Ibu pada Kegiatan Rahim & Janin di C20 Library. 26 Januari 2020. Dok. Istimewa

Verlita sempat mendapat kritik perihal bagaimana ia bisa berkontribusi secara maksimal terkait isu kesehatan mental ibu, sedangkan ia sendiri belum menjadi ibu. Namun menurutnya, hal itu wajar terjadi karena beberapa masyarakat masih kritis dibanding aktif.

Cara Verlita menghadapi kritik semacam itu adalah dengan tetap memberikan kontribusi terbaik melalui platform Rahim & Janin. Baginya, berbagi kepedulian tidak perlu menunggu. 

"Selain itu, banyak juga yang menyangsikan tentang uang yang bisa didapat dari melakukan hal semacam ini. Karena saya memulai menginisiasi platform ini bukan dengan acuan materi, tapi demi bisa menjalani tujuan hidup saya, maka saya tidak terlalu mengambil pusing komentar semacam itu. Karena saya percaya, bahwa dunia yang lebih ramah ibu bisa berdampak lebih besar terhadap masa depan bangsa itu sendiri," pungkas Verlita. 

Ia menambahkan bahwa hal itu sama seperti DPR yang memilih untuk tidak segera mengesahkan RUU PKS karena dianggap rumit. Maka, pihaknya sebagai perwakilan dari perempuan, khususnya ibu, akan terus mengupayakan RUU tersebut untuk segera disahkan.

Sebab menurutnya, kasus kekerasan di ranah domestik masih ada dan terus meningkat. Lingkungan terdekat masih belum sepenuhnya bisa menjadi ruang aman bagi para korban. 

Meski pernah mendapat kritik, Verlita banyak mendapat pengalaman serta motivasi dari perkembangan platform ini. Ia mendapat kesempatan belajar dari berbagai jenis karakter manusia.

Mulai dari formasi tim, ia bersyukur bahwa semua tim menjalani pekerjaan ini dengan hati. Semuanya bekerja melampaui nominal.

Hampir semua bekerja secara maksimal sesuai kapasitas masing-masing. Timnya bekerja sebagai pemimpin sekaligus manusia bagi satu sama lain. 

Verlita memaparkan, "Selain itu, selama menjalani program, banyak insight positif baik dari para ibu atau lingkungan ibu, seperti keluarga dan teman, juga profesional. Bagi kami, ketika 1 orang ibu merasa terbantu dengan adanya platform ini, itu sudah lebih dari cukup. Apalagi jika para ibu ini juga merasa terbantu untuk bisa menyampaikan hal-hal yang selama ini berat untuk dilakukan ke lingkungan terdekatnya, seperti keluarga. Momen semacam ini yang menurut saya lebih memberdayakan".

5. Verlita yakin, orang yang tidak berhenti belajar tentang dirinya adalah orang yang mau belajar tentang orang lain

Kisah Inspiratif Ade Putri Verlita Maharani, Founder Rahim & JaninDiskusi Perjalanan Perempuan Menjadi Ibu pada Kegiatan Rahim & Janin di C20 Library. 26 Januari 2020. Dok. Istimewa

Ketika ditanya tentang tantangan sebagai perempuan, ia menuturkan bahwa bagaimana melawan kepercayaan atau kebiasaan yang sudah tidak relevan, seperti patriarki, yang sayangnya masih banyak mengakar di negara ini.

"Kita perlu sadar bahwa perempuan juga berhak mendapat privilege yang sama seperti laki-laki. Bahwa kita tetap berhak melakukan dan menentukan yang kita mau, terlepas dari apa pun peran kita," terang Verlita. 

Wanita yang hobi yoga ini, juga mengagumi perempuan yang mau mencari dan menjalani tujuan hidupnya. Ia yakin bahwa orang yang tak berhenti belajar untuk mengetahui lebih jauh tentang dirinya, adalah orang yang mau belajar tentang orang lain di waktu yang sama. Dengan begitu, individu bisa jadi pembelajar seumur hidup dan jadi orang yang tak mudah menjustifikasi sesuatu. 

"Bagi setiap perempuan, khususnya ibu, Anda berhak menciptakan bahagia versi masing-masing. Anda berhak mencapai mimpi kecil dan besar, berapa pun usia Anda dan apa pun peran yang Anda jalani. Jangan takut menjadi egois karena dengan berani mengisi tangki cinta sendiri, Anda akan lebih mampu untuk membantu mengisi tangki cinta orang lain, termasuk orang yang Anda sayangi," ujar Verlita.

Kesehatan mental ibu merupakan isu yang masih belum menjadi perhatian khusus buat masyarakat umum di Indonesia. Kehadiran Rahim & Janin yang diprakarsai oleh Verlita ini, setidaknya dapat jadi penyala lilin untuk membantu masalah yang menghinggapi ibu dan lingkungan sekitarnya. Informasi mengenai platform ini dapat kamu peroleh dari akun instagram Rahim & Janin serta pada akun YouTube Rahim & Janin. 

Itu tadi kisah inspiratif dari Verlita dalam kehidupan pribadi serta pada saat membangun platform Rahim & Janin. Semoga bisa jadi teladan dan dorongan semangat agar lebih baik lagi, ya!

Baca Juga: Titik Balik Sri Juwita Kusumawardhani, Founder Cinta Setara  

Topic:

  • Fajar Laksmita Dewi
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya