Ilustrasi bekerja (magnific.com/BalashMirzabey)
Hal yang menarik dari fase ini adalah terkadang kita sebenarnya bukan kehilangan diri sendiri, melainkan sudah berubah. Hobi yang dulu terasa seru mungkin gak lagi menarik, pekerjaan yang dulu menjadi impian mulai terasa hambar, atau lingkungan yang dulu membuat nyaman kini justru terasa melelahkan.
Dr. Ilene S. Cohen, psikolog klinis dan pakar trauma mengatakan bahwa, "Kehilangan spark dapat terjadi ketika seseorang merasa terjebak dalam versi lama dirinya. Menurutnya, keinginan untuk berubah gak selalu perlu dianggap sebagai sesuatu yang harus ditakuti atau disalahkan karena identitas seseorang memang dapat berkembang seiring waktu." Demikian diucapkannya di Psychology Today.
Jadi, mungkin kamu gak sedang kehilangan spark. Bisa jadi kamu sedang mencari bentuk kebahagiaan yang baru dan lebih sesuai dengan siapa dirimu sekarang. Gak semua hal yang dulu membuatmu bahagia, harus terus dipertahankan hanya karena pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu.
Usia 30-an bukan deadline untuk sudah punya semua jawaban. Kadang, kehilangan rasa excited justru menjadi tanda bahwa sudah waktunya berhenti sebentar, melihat kembali hidupmu, lalu memilih apa yang benar-benar masih ingin kamu bawa ke fase berikutnya.