Comscore Tracker

Ingat 5 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Komentar di Sebuah Pos Medsos

Utamakan empati dalam berkomentar, bukan asal omong

Berkomentar di media sosial adalah hak setiap orang. Namun, karena kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain, kamu wajib berhati-hati. Ingat, jejak digital itu kejam, lo. Kita perlu untuk mengedepankan empati dalam berkomentar. Jadi, jangan ikuti nafsu yang mengikat hati dan pikiran.

Semua ini dilakukan untuk menciptakan kehidupan media sosial yang nyaman dan ramah. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum menuliskan komentar di sebuah pos medsos. Simak baik-baik, ya!

1. Pada dasarnya, tulisan sama dengan ucapan

Ingat 5 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Komentar di Sebuah Pos MedsosFreepik.com/yanalya

Banyak yang takut berkata-kata, namun hampir semua orang tidak takut dalam tulis menulis. Alasannya sederhana, mereka menganggap tulisan lebih susah dipertanggungjawabkan. Apalagi, kini, sedang marak pengguna media sosial yang menyembunyikan bahkan memalsukan identitas mereka.

Semua harus sadar bahwa apa yang mereka tuliskan sama dengan yang mereka ucapkan. Terlebih, dalam pandangan agama, hukum tulisan ialah sama dengan hukum lisan. Jadi, apa yang mereka tulis, kelak di hari akhir juga akan mereka pertanggungjawabkan sebagai apa yang pernah mereka ucapkan melalui lisan.

2. Tulis kata-kata yang baik karena HRD akan terus mengintaimu

Ingat 5 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Komentar di Sebuah Pos MedsosFreepik.com/emodpk

Melalui perkembangan industri, kini banyak bagian HRD (Human Resource Development) perusahaan mengincar media sosial kita untuk dijadikan rujukan. Mereka mencari bagaimana sifat dan sikap kita yang sebenarnya. Sangat mudah bagi HRD untuk melacak apa saja yang pernah kita tulis di kolom komentar orang lain.

Jika komentar buruk sering kita lontarkan, HRD akan berpikir seribu kali untuk menarik kita sebagai karyawan. Karena itu, penting untuk senantiasa berhati-hati dalam menuliskan komentar. Usahakan tidak mencaci orang lain di kolom komentarnya, tidak peduli siapa pun mereka, entah itu pejabat, artis, maupun orang biasa.

Baca Juga: 5 Hikmah Punya Cowok yang Gak Kecanduan Media Sosial

3. Marak kasus bunuh diri diawali dari adanya komentar negatif di media sosial

Ingat 5 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Komentar di Sebuah Pos MedsosFreepik.com/jcomp

Saat seseorang yang sedang depresi menuliskan perasaannya di media sosial, dua jenis respons akan didapatkan. Respons pertama adalah orang-orang yang memberikan dukungan agar dia segera terbebas dari depresi. Biasanya, kata-kata motivasi dan kesediaan diri untuk dijadikan tempat curhat akan mereka berikan.

Respons kedua adalah orang-orang yang terus mengolok dia. Tidak jarang mereka justru mempersilakan untuk bunuh diri dengan cara-cara yang konyol. Jika komentar seperti ini diterima orang depresi, tentu hal tersebut akan semakin menambah rasa depresinya. Penderita depresi berisiko melakukan bunuh diri jika menghadapi situasi seperti ini.

Kita tidak benar-benar tahu apakah orang yang sedang mengeluh depresi di media sosial merupakan mereka yang butuh bantuan atau sekadar mencari sensasi. Namun, alangkah baiknya agar kita memilih menuliskan komentar yang bersifat memberikan dukungan positif saja.

Minimal, kita mendiamkan pos medsos semacam itu. Jangan malah semakin memperkeruh suasana, ya.

Brian A. Primack MD, PhD bersama lima orang lain melakukan studi dengan judul "The Association Between Valence of Social Media Experiences and Depressive Symptoms" pada 2018 dan masuk dalam jurnal Depression and Anxiety dari Universitas Pittsburgh.

Mereka memaparkan bahwa setiap kenaikan 10 persen dalam interaksi media sosial negatif yang dialami seseorang, risiko depresi mereka meningkat secara signifikan sebesar 20 persen. Sebaliknya, setiap kenaikan 10 persen dalam pengalaman positif, risiko depresi turun sampai 4 persen.

Studi tersebut mempertanyakan hampir 1.200 siswa antara usia 18-30 tahun tentang penggunaan media sosial mereka dan apakah pengalaman mereka dengan hal itu biasanya positif atau negatif.

Studi ini semakin menguatkan bahwa media sosial turut andil dalam menumbuhkan depresi seseorang. Tugas kita adalah berusaha meredamnya, minimal dengan tidak meninggalkan komentar negatif di pos medsos seseorang.

4. Kolom komentar diciptakan bukan untuk membenci

Ingat 5 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Komentar di Sebuah Pos MedsosFreepik.com/rawpixel.com

Melalui kolom komentar di media sosial, memudahkan kita untuk bertanya jika apa yang seseorang pos di medsos kurang kita pahami. Selain itu, medsos juga sangat memudahkan kita pula untuk sekadar memberikan semangat atau selamat atas aktivitas yang dilakukan seseorang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kolom komentar sejatinya tidak diciptakan untuk menyebarkan kebencian. Bahkan, akhir-akhir ini, YouTube menuliskan petunjuk memberikan komentar yang baik untuk menghindari penyebaran komentar negatif.

5. Selimuti hidup dengan kepedulian, bukan cacian

Ingat 5 Hal Ini Sebelum Meninggalkan Komentar di Sebuah Pos MedsosFreepik.com/freepik

Tidak jarang ada yang rela membuat akun palsu hanya demi bisa menuliskan komentar negatif di medsos seseorang. Selain hal itu sangat kurang kerjaan, tentu juga merugikan  banyak orang.

Orang seperti itu seolah sangat lega dan puas jika sudah mencaci dengan kata-kata yang sangat tidak pentas. Tujuan mereka hanya satu, yakni meninggalkan komentar dengan kesan menjatuhkan.

Padahal, balasan dari setiap apa yang kita perbuat sedang menunggu di masa depan. Ya, balasan yang buruk itu pasti akan datang di waktu yang tepat jika kita berbuat buruk juga. Oleh karena itu, hendaknya kita berhati-hati dalam menuliskan komentar.

Alangkah baiknya kita menggunakan fasilitas kolom komentar untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Jika hal baik yang kita tanam, niscaya suatu saat akan kita akan memanennya juga.

Itulah kelima hal yang harus senantiasa kita cermati terlebih dahulu sebelum menuliskan komentar di pos medsos seseorang. Sangat perlu bagi kita untuk menumbuhkan rasa empati dengan sesama. Melalui rasa empati, kita akan belajar apa yang dapat kita terima. Tentu itulah yang harus kita berikan kepada orang lain. Begitu pun sebaliknya.

Siapa pun orangnya, tidak berhak kita menghakiminya melalui kolom komentar. Ada baiknya jika berniat mengingatkan seseorang, kita lakukan hal tersebut di fasilitas pesan, bukan kolom komentar yang sifatnya publik.

Baca Juga: 5 Tips Agar Kamu Tidak Terpengaruh Couple Goals di Media Sosial!

edd edd Photo Writer edd edd

We can make it if we try.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha

Berita Terkini Lainnya