Di era media sosial, olahraga bukan lagi sekadar soal kesehatan. Aktivitas fisik kini sering kali hadir bersama tren, komunitas, dan gaya hidup tertentu. Sayangnya, tidak sedikit yang terjebak dalam semangat sesaat karena takut ketinggalan tren atau yang sering disebut sebagai Fear of Missing Out (FOMO).
Fenomena ini terlihat jelas pada kebiasaan membeli perlengkapan olahraga dengan harga fantastis, bahkan sebelum benar-benar menekuni aktivitas tersebut. Sepeda belasan hingga puluhan juta rupiah, raket premium, sepatu edisi terbatas, hingga berbagai aksesori mahal dibeli dengan penuh antusias. Namun beberapa bulan kemudian, semuanya hanya menjadi pajangan di rumah. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?
