Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Orang Gak Belanja saat Tanggal Kembar? Bikin Khilaf

5 min read
Kenapa Orang Gak Belanja saat Tanggal Kembar? Bikin Khilaf
ilustrasi diskon (pexels.com/Max Fischer)
  • Promo tanggal kembar tidak selalu menaikkan penjualan; sebagian konsumen sengaja menahan diri karena sadar diskon dapat memicu belanja impulsif dan penyesalan.
  • Konsumen teliti memantau harga dan menemukan produk incaran kadang lebih murah di luar periode promo, sehingga tidak bergantung pada diskon tanggal kembar.
  • Pengiriman yang berpotensi lebih lama, risiko barang rusak, kebutuhan mendadak, serta kesibukan membuat konsumen menunda atau melupakan checkout.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Promo tanggal kembar yang marak di marketplace menjadi harapan bagi semua penjual online serta afiliator. Konten promosi digencarkan mendekati promo 9.9, 10.10, dan seterusnya. Harapannya, agar bertepatan dengan tanggal kembar nanti, banyak orang tinggal checkout isi keranjang mereka.

Realitasnya gak jarang agak mengecewakan. Sebagian toko online memang kebanjiran pesanan tiap tanggal kembar. Akan tetapi, tak sedikit pula pedagang atau afiliator yang cuma bisa gigit jari. Penjualan bukannya naik, malah menurun.

Bahkan penjual atau afiliator pemula boleh jadi gak berhasil menjual satu produk pun ketika promo tanggal kembar. Kalau kamu juga mengalaminya, jangan menyerah dulu. Tetaplah konsisten melakukan promosi produk sambil memahami alasan konsumen gak belanja saat tanggal kembar.

  1. 1. Sudah paham promo tanggal kembar gampang bikin khilaf

    belanjaan datang
    ilustrasi belanjaan datang (pexels.com/Gustavo Fring)

    Ketika kondisi ekonomi sedang lesu seperti sekarang, orang-orang memacu diri untuk lebih cepat mempelajari dan menerapkan segala pengetahuan tentang keuangan. Salah satunya adalah berbagai kebiasaan berbelanja yang kurang bijak sehingga menyebabkan anggaran belanja sering bocor.

    Khilaf berbelanja ketika ada promo tanggal kembar coba diantisipasi oleh sebagian konsumen. Mereka telah sadar bahwa pada tanggal cantik itu mudah sekali untuk mereka tiba-tiba membeli berbagai produk yang sebetulnya kurang dibutuhkan. Bahkan setelah paket sampai, mereka kerap menyesal.

    Kalap belanja karena promo tanggal kembar tak cuma mendorong mereka untuk membeli produk apa pun. Mereka juga cenderung kurang berhati-hati mengecek ulasan pembeli lain, sehingga mereka kecewa dengan produk yang dikirimkan. Mereka yang mengerti hal ini memilih menahan diri dan berbelanja nanti saja ketika tanggal kembar telah berlalu.

  2. 2. Produk incarannya justru bisa lebih murah di luar tanggal kembar

    membuka paket
    ilustrasi membuka paket (pexels.com/Mikhail Nilov)

    Ada tipe konsumen yang sangat teliti dalam mencermati produk-produk incarannya. Mereka tidak hanya fokus pada kualitas produk. Produk yang diinginkan telah jauh-jauh hari dimasukkan ke keranjang belanja.

    Setiap hari, bahkan beberapa kali sehari, mereka juga mengecek perubahan harganya. Dari kebiasaan ini, mereka menjadi tahu bahwa harga produk yang ingin dibeli justru dapat lebih miring di luar promo tanggal kembar. Andai ketika itu mereka sudah punya dananya, tentu langsung memesannya.

    Kalau uangnya belum ada, terpenting mereka telah paham kapan kira-kira bisa memperoleh produk yang sama dengan harga terbaik. Mereka tak lagi mengandalkan promo tanggal kembar yang gak seberapa untuk produk tersebut. Makanya mereka kalem saja walau tiba tanggal kembar dan orang-orang bersemangat checkout.

  3. 3. Malas proses pengiriman lebih lama dan barang tertumpuk parah

    banyak belanjaan
    ilustrasi banyak belanjaan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Namanya belanja online, tentu perlu waktu untuk pengirimannya. Kian jauh jarak toko dengan alamat pembeli, kian lama pula waktu yang diperlukan buat pengiriman. Belum lagi jasa ekspedisi yang dipilih. Apakah instan, kargo, atau reguler?

    Akan tetapi, secara umum waktu pengiriman barang memang menjadi lebih panjang setiap tanggal kembar. Penyebabnya, paket yang harus diantar sampai rumah pembeli banyak sekali. Kurir bekerja dari pagi sampai malam pun masih banyak paket yang belum sempat diantar.

    Barang juga lebih rawan rusak karena tertumpuk-tumpuk parah saking banyaknya paket. Guna menghindari risiko ini, sebagian orang memilih berbelanja di luar tanggal kembar. Bahkan mereka tidak keberatan untuk tidak mendapatkan harga semurah saat tanggal kembar.

    Yang terpenting adalah produk sampai lebih cepat serta aman. Apalagi kalau produk yang dipesan rentan rusak seperti bibit tanaman, barang pecah-belah, dan peralatan elektronik. Kalaupun ada garansi kadang orang malas repot mengurusnya.

  4. 4. Ada kebutuhan yang lebih penting ketika tanggal kembar

    belanja online
    ilustrasi belanja online (pexels.com/Marcial Comeron)

    Kebutuhan mendadak dan mendesak tidak mengenal tanggal khusus. Ini bisa terjadi kapan pun. Tidak terkecuali, kebanyakan orang sebenarnya sudah bersiap-siap menyambut promo tanggal kembar.

    Keranjang belanja telah penuh dengan produk-produk yang ingin dibeli. Uang sebetulnya juga sudah disiapkan. Namun, tahu-tahu ada hal lain yang mesti dibiayai. Meski mereka punya dana darurat, jika kebutuhan mendadak lebih besar, tentu jatah belanja nonpangan menjadi yang pertama dikorbankan.

    Pakaian, sepatu, dan produk lain di keranjang marketplace urung dibeli. Kalaupun dana darurat masih mencukupi, orang yang berpikiran panjang lebih memilih menggeser anggaran belanja tanggal kembar ke pos dana darurat. Seandainya kebutuhan mendadak lain muncul dalam waktu singkat, dananya telah tersedia. Pos ini tidak bisa dibiarkan minim, apalagi kosong.

  5. 5. Kesibukan bikin lupa kalau sudah tanggal kembar

    belanjaan
    ilustrasi belanjaan (pexels.com/Gustavo Fring)

    Orang jika sudah sibuk sekali dapat melupakan banyak hal. Jangankan hanya soal promo tanggal kembar. Makan dan minum saja bisa terlewat sampai membuat mereka gampang sakit. Apalagi, kesibukannya terkait pekerjaan atau persiapan acara besar.

    Penjual dan afiliator perlu memahami hal ini dan mencari solusinya. Iklan yang lebih gencar dapat dilakukan supaya kemungkinan menjangkau konsumen yang lagi super sibuk pun cukup besar. Andai itu tidak berhasil, nanti mereka juga akan tersadar telah melewatkan tanggal kembar.

    Begitu mereka menyadarinya, mereka dapat langsung CO produk yang sudah diinginkan sejak lama atau memang dibutuhkan. Gak ada jaminan mereka bakal ingat tanggal kembar berikutnya apabila kesibukannya terus tinggi dari bulan ke bulan. Namun, produk yang kurang diperlukan biasanya tetap mengendap di keranjang.

    Penjual atau afiliator memang tidak bisa hanya menawarkan produk. Pemahaman terhadap perilaku konsumen yang gak belanja saat tanggal kembar dan alasan-alasan di baliknya juga mesti baik. Bila tidak, penjual serta afiliator pemula bakal mudah menyerah saat penjualan malah drop di tanggal kembar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More