Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan Gak Perlu Dengki pada Kekayaan Orang meski Hidup lagi Susah

seorang pria
ilustrasi seorang pria (pexels.com/Miff Ibra)
Intinya sih...
  • Tidak memperbaiki nasibmu juga
  • Mungkin dia sedang menikmati hasil kerja kerasnya selama ini
  • Orang kaya punya masalahnya sendiri
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memang gak enak rasanya kalau hidup hanya menempatkanmu sebagai penonton. Apalagi tontonannya seputar kekayaan orang. Baik di media sosial maupun di dunia nyata di sekitarmu seolah-olah dipenuhi orang kaya.

Mereka dilihat dari penampilan, unggahan di medsos, atau aset yang diketahui olehmu beda sekali dengan dirimu. Kamu masih di titik berjuang dari hari ke hari demi menyambung hidup. Urusanmu berkutat pada makan apa besok dan bulan ini dapat menabung atau tekor lagi.

Sementara orang-orang kaya di luar sana sepertinya tidak pernah merasakan hal yang sama. Dirimu menjadi sebal pada mereka dan keadaan yang membedakan kalian. Akan tetapi, dengki bukan sifat yang baik. Sekaya apa pun seseorang, kamu gak perlu dengki pada kekayaan orang meski hidup lagi susah. Lima alasannya harus kamu pahami.

1. Tidak memperbaiki nasibmu juga

seorang pemuda
ilustrasi seorang pemuda (pexels.com/Joon Tae Kim)

Mari berhitung mundur. Sudah berapa lama kamu mulai merasakan ketidaksukaan yang kuat setiap melihat orang kaya? Mungkin perasaan serta pemikiranmu tentang mereka bertambah negatif ketika kondisi ekonomimu juga makin diuji.

Misalnya, perasaan negatif tersebut telah ada sejak 3 tahun terakhir. Walaupun kamu masih menolak disebut dengki melihat kekayaan orang. Pertanyaannya, selama 3 tahun ini apakah kehidupanmu menunjukkan perbaikan?

Jika secara finansial masih sama, bahkan terjadi perburukan, artinya dengki sama sekali tidak berguna. Sekalipun perasaan itu seolah-olah muncul secara alami dalam dirimu dan gak tertahankan. Buat apa kamu memelihara emosi serta sifat buruk tersebut? Boleh jadi mendengki justru kian menutup jalan rezekimu.

2. Mungkin dia sedang menikmati hasil kerja kerasnya selama ini

merayakan kerja keras
ilustrasi merayakan kerja keras (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kamu akan mudah sekali dengki pada kekayaan orang lain apabila fokusmu hanya tertuju pada kenikmatan hidupnya saat ini. Kondisi yang dapat dibandingkan dengan kondisi hidupmu. Maka perbedaannya menjadi amat mencolok.

Dirimu menutup mata terhadap kemungkinan orang kaya sudah bekerja dengan luar biasa keras untuk sampai di posisinya sekarang. Kerja keras yang boleh jadi sama sekali belum pernah dilakukan olehmu. Kamu merasa telah bekerja keras, tapi tidak tahu ada orang yang melakukannya melampaui usahamu.

Apa salahnya orang menikmati hasil kerja kerasnya? Coba saja seandainya dirimu berada di posisinya. Setelah kamu bekerja keras siang malam, tentu ingin meningkatkan kesejahteraan hidupmu.

Penampilan, kendaraan, dan rumah menjadi terlihat lebih baik. Mulailah memandangnya sebagai hal wajar. Orang yang menjadi sasaran kedengkianmu tidak mengambil apa-apa darimu guna membangun kekayaannya.

3. Orang kaya punya masalahnya sendiri

punya banyak uang
ilustrasi punya banyak uang (pexels.com/WoodysMedia)

Masalah utama dalam hidupmu saat ini seputar keuangan. Duit gak ada atau sekalinya ada cuma sedikit. Jumlah uangmu tidak sebanding dengan kebutuhan meski kamu sudah melakukan segala metode penghematan.

Sementara itu, orang kaya di matamu selalu hidup enak. Ngomongnya gampang. Ketawanya renyah. Hidupnya seperti tak punya beban sama sekali. Padahal, orang kaya juga menghadapi beragam persoalan.

Masalah-masalah yang sampai sekarang gak terpikirkan olehmu. Hal-hal yang boleh jadi hingga membuat mereka tidak bisa tidur atau harus berkonsultasi dengan psikiater. Membayangkan kehidupan siapa pun bebas masalah hanya akan menambah menyakitimu. Barangkali mereka cuma gak berisik tentang persoalan hidupnya, apalagi di depanmu.

4. Ikut senang dengan rezekinya bikin kamu lebih termotivasi

orang kaya
ilustrasi orang kaya (pexels.com/RDNE Stock project)

Sekarang mungkin rasanya mustahil buatmu bisa ikut senang atas rezekinya. Hidupmu sendiri lagi sulit. Akan tetapi, bila dengki tidak mengubah nasibmu menjadi lebih baik seperti dalam poin pertama, mengapa tak mencoba sebaliknya?

Bersikaplah positif atas setiap kebaikan dalam hidup orang lain. Rasakan seakan-akan hal baik itu terjadi dalam hidupmu. Bergembiralah bersama orang-orang yang gembira. Bukan untukmu menjadi seorang penjilat demi keuntungan pribadi.

Namun, sikap tersebut boleh jadi salah satu cara terbaik untuk memanggil rezekimu di samping kerja keras. Dirimu bakal lebih termotivasi untuk mengikuti jejak kesuksesannya dalam membangun kekayaan. Apabila dengki dipertahankan malah tanpa sadar langkahmu menjauhi kekayaan. Seolah-olah mencari materi adalah hal yang buruk, bahkan nista.

5. Jangan sampai kamu dicap sudah miskin, julid lagi

seorang pemuda
ilustrasi seorang pemuda (pexels.com/Braks Alexandros)

Kalimat di atas dibaca bikin perasaan gak enak sekali, kan? Namun, ucapan seperti itu dapat benar-benar terlontar untukmu kalau kamu terus memelihara sifat dengki. Kedengkianmu bahkan telah diekspresikan dengan kata-kata serta tindakan.

Misalnya, kamu mengatakan uang orang kaya paling bersumber dari kejahatan. Juga sikap-sikap buruk lainnya yang tanpa ragu ditujukan kepada mereka. Baik orang kaya yang diperlakukan begitu olehmu maupun orang-orang yang melihat tingkahmu bisa berkesimpulan sama.

Masalahmu tidak hanya kemiskinan, tetapi juga suka julid sama orang. Gak cukup sampai di situ, mereka dapat berkata pantas saja hidupmu susah. Kalau kamu tak kuat menahan emosi dengan kalimat-kalimat di atas, jangan julid lagi.

Kamu gak perlu dengki pada kekayaan orang meski hidup lagi susah karena akan membuatmu lelah. Bila pun mengubah dengki menjadi ikut happy dengan kekayaan orang lain gak gampang, netralkan dulu perasaanmu. Jangan ada perasaan terluka ketika kamu melihat orang hidup lebih enak daripada dirimu. Pusatkan perhatianmu ke kehidupan sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

50 Kata-kata Valentine 2026 untuk Sahabat yang Berkesan

12 Feb 2026, 17:03 WIBLife