Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara agar Tetap Bersyukur meski Gaji Pas-pasan, Stop Bandingin Diri!

ilustrasi uang
ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Punya gaji yang besar adalah impian banyak orang. Sayangnya, kita tinggal di negara yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak dibandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia. Alhasil, mau gak mau banyak orang yang akhirnya rela dibayar dengan gaji pas-pasan atau bahkan kurang layak. Namun, meski gajimu terasa pas-pasan, kamu tetap harus syukuri keadaan tersebut.

Rasa syukur bukan ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan, melainkan cara kita memaknai apa yang dimiliki. Kalau kamu ingin hidup lebih tenang tanpa terus-menerus merasa kurang, lima cara ini bisa membantu mengubah perspektifmu. Keep scrolling, Guys!

1. Fokus pada kebutuhan, bukan gengsi semata

Belanja kursi
ilustrasi belanja perlengkapan rumah (pexels.com/Antoni Shkraba Studio)

Langkah pertama adalah memahami dengan jujur dan penuh kesadaran apa yang benar-benar kamu butuhkan. Kebutuhan berkaitan dengan keberlangsungan hidup dan kesejahteraan dasar, sementara gengsi sering berhubungan dengan citra sosial. Ketika dua hal ini tercampur, pengeluaran mudah melebar tanpa benar-benar menambah kebahagiaan.

Dengan memprioritaskan kebutuhan, kamu melatih diri untuk hidup lebih sadar. Kamu jadi tahu bahwa rasa cukup bukan datang dari memiliki banyak hal, tetapi dari memahami batas yang sehat. Perspektif ini membantu kamu melihat bahwa hidup sederhana pun bisa tetap bermakna dan stabil.

2. Batasi konsumsi media sosial yang memicu perbandingan

ilustrasi main sosmed
ilustrasi main sosmed (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Media sosial sering kali membuat realitas terasa bias. Orang cenderung membagikan momen terbaik, bukan proses penuh tantangan yang mereka jalani. Tanpa sadar, kamu pun akan membandingkan kehidupan sehari-harimu dengan potongan highlight orang lain.

Maka cobalah mengatur ulang cara kamu menggunakan media sosial. Kurangi waktu scrolling tanpa tujuan dan pilih konten yang memberi perspektif, bukan tekanan. Ketika pikiran tidak terus-menerus dipicu rasa kurang, kamu lebih mudah melihat nilai dari hidupmu sendiri.

3. Rayakan pencapaian kecil setiap bulan

ilustrasi bahagia
ilustrasi bahagia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gaji pas-pasan sering membuat orang merasa gak ada progres sama sekali. Padahal, stabil membayar kebutuhan, menahan diri dari utang konsumtif, atau menabung sedikit setiap bulan adalah pencapaian yang nyata. Progres kecil tetaplah progres.

Mulailah mencatat keberhasilan finansialmu, sekecil apa pun itu. Kebiasaan ini membantu otak mengenali bahwa kamu sedang bertumbuh, bukan stagnan. Dari situ muncul rasa percaya diri yang sehat dan syukur yang lebih tulus.

4. Bangun rutinitas sederhana yang memberi rasa cukup

ilustrasi memasak
ilustrasi memasak (freepik.com/valeria_aksakova)

Rasa cukup sering lahir dari pengalaman sehari-hari yang konsisten. Rutinitas sederhana seperti memasak makanan sendiri, merapikan ruang pribadi, atau berjalan santai bisa memberi ketenangan yang gak bergantung pada uang. Hal-hal kecil ini menciptakan stabilitas emosional.

Ketika hidup terasa terstruktur dan cukup, dorongan membandingkan diri perlahan berkurang. Kamu tidak lagi mencari validasi dari luar karena kenyamanan sudah kamu bangun dari dalam. Ini membuat kesejahteraan terasa lebih berkelanjutan.

5. Ubah cara memandang rezeki dan perjalanan hidup

Wanita sedang merenung
ilustrasi merenung (pexels.com/duhews dfbas)

Setiap orang berjalan dengan ritme yang berbeda. Ada yang cepat mencapai kestabilan finansial, ada yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk sampai pada titik yang sama. Perbedaan ini bukan kegagalan, melainkan variasi perjalanan hidup.

Rasa syukur muncul ketika kamu berhenti melihat hidup sebagai kompetisi. Kamu mulai memahami bahwa nilai dirimu gak ditentukan oleh kecepatan, melainkan oleh ketekunan. Proses yang lambat sering membentuk ketahanan mental yang lebih kuat.

Gaji pas-pasan bukanlah identitas, melainkan kondisi sementara dalam perjalanan panjang. Dengan perspektif yang sehat, kamu tetap bisa membangun kehidupan yang bermakna, stabil, dan penuh rasa cukup. Saat kamu berhenti membandingkan diri, kamu memberi ruang bagi ketenangan untuk tumbuh dan syukur untuk menetap. Tetap semangat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tips Memilih Kado Valentine yang Tepat Sesuai Kepribadian Pasangan

10 Feb 2026, 18:15 WIBLife