"Melalui semangat #TumbuhBermakna, Gramedia berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas akses literasi, serta memperkuat kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Gramedia Rayakan HUT ke-56, Kolaborasi dengan Ilustrator Nadya Noor

Jakarta, IDN Times - Gramedia rayakan hari ulang tahun ke-56 pada Kamis (5/2/25) di Gramedia Jalma, Jakarta Selatan. Momentum ini turut menegaskan komitmennya untuk terus memberi dampak dan menumbuhkan ekosistem literasi bagi masyarakat. Tahun ini, Gramedia mengangkat tema TumbuhBermakna, memperkuat perannya untuk menumbuhkan literasi, memperluas pendidikan, dan menghadirkan ruang kolaborasi.
Gramedia telah hadir selama lebih dari 5 dekade bagi masyarakat dengan toko buku yang telah ada hampir di seluruh wilayah Indonesia. Kemampuan beradaptasi serta komitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat membuat Gramedia kini hadir dengan 144 toko di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi jaringan ritel buku terbesar sejak tahun 1970. Dalam perayaannya, Gramedia memberikan berbagai penawaran dan kolaborasi menarik, berikut pemaparannya.
1. Gramedia #TumbuhBermakna untuk memperluas akses literasi

Tema #TumbuhBermakna menjadi komitmen Gramedia untuk terus menghadirkan pengalaman ritel yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Selain itu, Gramedia juga menghadrikan program Gramedia Berbagi Kado untuk pemerataan akses pendidikan di wilayah 3T. Gramedia Berbagi Kado akan berkontribusi menjangkau berbagai sekolah dengan keterbatasan fasilitas belajar.
CEO Gramedia, Priyo Utomo menyampaikan, pertumbuhan tidak hanya diukur dari ekspansi bisnis yang dilakukan oleh Gramedia, namun juga dampak yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Melalui semangat ini, Gramedia terus berupaya untuk mendekatkan akses buku, produk edukatif, dan kebutuhan lainnya yang relevan.
Sebelumnya di 2025 Gramedia mengangkat tema Tumbuh Bersama. Tahun ini, tema serupa, yakni #TumbuhBermakna menjadi tema yang diangkat untuk terus menguatkan komitmen dari tahun-tahun sebelumnya.
2. Gramedia gandeng ilustrator Nadya Noor untuk meriahkan hari jadi ke-56

HUT ke-56 Gramedia terasa lebih spesial berkat kolaborasi bersama ilustrator Nadya Noor. Gramedia menggandeng Nadya untuk hadirkan visualisasi yang merepresentasikan semangat literasi, kreativitas, serta kolaborasi dengan pembaca masa kini. Kolaborasi ini juga menandakan dukungan terhadap ekosistem kreatif masa kini.
“Melalui kolaborasi ini, saya ingin memvisualisasikan makna tumbuh yang tidak berhenti pada satu titik, tetapi menyebar dan menumbuhkan kembali," ujar Nadya.
Dalam kesempatan yang sama Nadya juga menyampaikan Gramedia telah memberi dampak positif bagi banyak masyarakat Indonesia, tak hanya dari dunia literasi namun juga industri kreatif. Berbagai lapisan masyarakat merasakan dampak yang dihadirkan oleh jaringan ritel buku terbesar di Indonesia tersebut berkat kehadirannya hampir di setiap wilayah.
Nadya hadirkan ilustrasi untuk berbagai produk kolaborasi dengan gramedia. Ia mengungkapkan, karya terinspirasi dari tema #TumbuhBermakna yang diangkat oleh Gramedia, sehingga tercetuslah gambar dendalion dan burung kolibri sebagai ilustrasi utama dalam desainnya. Menurutnya, kedua elemen ini menjadi representasi Gramedia yang selalu menyebarkan kebaikan dengan harapan inklusif dan bisa diterima oleh semua kalangan.
"Jadi aku coba cari unit terkecil yang jarang diperhatikan oleh orang, tetapi sebenarnya dia itu tersebar kemana-mana. Jadi aku melihat Gramedia itu sebenarnya sudah ada di mana-mana, dan tahun ini semakin ke mana-mana, mulai dari industri buku sampai pembaca baru pun pasti kenal sama Gramedia," cerita Nadya.
Produk kolaborasi Gramedia dengan Nadya diwujudkan dalam berbagai merchandise unik seperti tas, lanyard, payung, dan berbagai item lainnya. Merchandise ini bisa didapatkan secara online maupun offline.
3. Kang Maman: Kalau minat baca orang Indonesia rendah, toko buku akan sepi

Kolaborasi antar industri yang dilakukan oleh Gramedia menjadi langkah yang penting untuk mendorong ekosistem literasi Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Gramedia turut mengundang penulis buku, Kang Maman untuk berbagi pandangan dan perspektifnya dalam diskusi tersebut.
Kang Maman menanggapi stigma terhadap masyarakat Indonesia yang kerap dianggap sebagai masyarakat yang malas membaca buku. Namun, kehadiran toko buku Gramedia membuktikan bahwa stereotipe tersebut keliru. Baginya, perkembangan toko buku Gramedia menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki minat baca yang baik.
"Jadi Gramedia membuktikan kemudian dengan lahirnya Jalma, lahirnya Makarya, bahwa tidak seperti yang dibayangkan, toko buku akan sepi, akan sunyi. Mimpi saya dari dulu adalah lahirnya perpustakaan-perpustakaan yang punya 2 sifat, dan itu ada di sini (Gramedia Jalma) dan ada di Makarya, experience library dan human library," jelasnya.
Kang Maman mengapresiasi perkembangan Gramedia, termasuk hadirnya konsep kolaboratif di dalam toko buku. Menurutnya, pengunjung dapat pengalaman baru di perpustakaan, kita dapat menemukan buku yang bukan bukunya, tapi orangnya yang berbicara.
"Itu trend internasional tentang human library dan itu diwujudkan di Jalma dan Makarya," tambahnya.
Menutup perjumpaan siang itu, Kang Maman menyampaikan harapannya Gramedia dapat terus hadir untuk berbagai lapisan masyarakat. Ke depannya, Gramedia juga bisa terus menghadirkan toko buku dengan jangkauan yang lebih luas, termasuk ke pelosok negeri.



















