Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Grounded Speculative Diprediksi Jadi Genre Buku Laris di 2026?

ilustrasi buku bacaan
ilustrasi buku bacaan (unsplash.com/Bartosz Kwitkowski)
Intinya sih...
  • Grounded Speculative adalah fiksi yang berakar pada pertanyaan what-if dan tetap berlandaskan realitas yang akrab bagi pembaca, menawarkan cerita dekat pada pengalaman personal dan situasi yang tengah berlangsung.
  • Peningkatan minat terhadap grounded speculative disebabkan oleh perubahan pola membaca generasi muda dan perkembangan format digital, memperluas nilai komersial genre ini.
  • Perkembangan genre ini tidak bisa dilepaskan dari peran media sosial dan komunitas pembaca digital, serta apresiasi pembaca yang membentuk legitimasi genre ini di industri perbukuan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Perkembangan sastra populer memperlihatkan perubahan selera pembaca yang semakin selektif terhadap genre bacaan. Salah satu yang mulai mencuri perhatian adalah grounded speculative. Genre ini dinilai mampu menjembatani imajinasi sesuai kebutuhan pembaca untuk memahami berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kecenderungan tersebut diperkirakan akan semakin menguat pada 2026.

Mengutip Miss Demeanors, meningkatnya minat terhadap grounded speculative juga berkaitan erat pada topik situasi global, mulai dari perkembangan teknologi, krisis iklim, hingga perubahan dinamika sosial. Dalam konteks ini, pembaca cenderung mencari bacaan yang tidak sekadar menghibur, tetapi juga memberi ruang refleksi. Lantas, mengapa grounded speculative diprediksi menjadi genre buku yang mendominasi pasar pada 2026?

1. Apa itu genre Grounded Speculative?

ilustrasi penggambaran latar fiksi ilmiah
ilustrasi penggambaran latar fiksi ilmiah (unsplash.com/Rod Long)

Mengutip The Original Writers Group, grounded speculative merujuk pada karya fiksi yang berakar pada pertanyaan what-if dan tetap berlandaskan realitas yang akrab bagi pembaca. Genre ini berbeda dari fiksi ilmiah biasa yang kerap membawa pembaca ke dunia futuristik yang jauh dari keseharian. Pendekatan yang lebih membumi membuat cerita-cerita grounded speculative terasa dekat pada pengalaman personal dan situasi yang tengah berlangsung. Hal inilah yang menjadi kekuatan utama grounded speculative.

Narasi yang dibangun tidak selalu menampilkan inovasi besar, melainkan dampak perubahan kecil yang perlahan memengaruhi kehidupan manusia. Cara bertutur semacam ini membuat cerita terasa masuk akal sekaligus reflektif. Karena itu, grounded speculative semakin relevan bagi pembaca modern yang mencari fiksi bernuansa nyata dan kritis.

2. Faktor yang membuat genre grounded speculative diprediksi populer di 2026

ilustrasi mencari topik melalui buku-buku
ilustrasi mencari topik melalui buku-buku (pexels.com/Cottonbro studio)

Salah satu pendorong meningkatnya minat terhadap grounded speculative adalah perubahan pola membaca, khususnya di kalangan generasi muda. Saat ini, pembaca sedang mencari bacaan yang mampu menumbuhkan kesadaran terhadap isu sosial. Kecenderungan ini tampak dari semakin seringnya genre spekulatif yang berpijak pada realitas yang dibahas di berbagai platform literasi dan komunitas pembaca.

Di sisi lain, perkembangan format digital ikut memperkuat posisi grounded speculative dalam industri perbukuan. Cerita yang mengusung latar realistis dan konflik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dinilai lebih mudah dialihwahanakan ke berbagai medium, mulai dari audiobook, serial digital, hingga adaptasi layar lebar. Potensi lintas format tersebut memperluas nilai komersial genre ini. Perpaduan antara relevansi tema dan fleksibilitas medium menjadikan grounded speculative semakin menarik bagi penerbit maupun penulis yang melihat peluang jangka panjang di dalamnya.

3. Mengapa genre ini akan bertahan?

ilustrasi pencarian referensi di perpustakaan
ilustrasi pencarian referensi di perpustakaan (pexels.com/Abby Chung)

Perkembangan grounded speculative juga tidak bisa dilepaskan dari peran media sosial dan komunitas pembaca digital seperti BookTok, Bookstagram, dan forum literasi daring. Pembaca kerap merekomendasikan buku yang dinilai memiliki kedekatan pada pengalaman sehari-hari, tetapi tetap menawarkan perspektif baru mengenai masa depan. Pola ini diperkuat oleh algoritma media sosial yang cenderung menyoroti diskusi panjang, bukan sekadar konten sensasional. Dampaknya, genre grounded speculative lebih cepat memperoleh jangkauan sekaligus pengakuan sebagai bacaan relevan secara sosial.

Selain itu, komunitas pembaca kini tidak hanya berfungsi sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kurator selera pasar. Respons semacam ini menjadi sinyal penting bagi penerbit bahwa genre grounded speculative memiliki daya tarik berkelanjutan. Apresiasi pembaca turut membentuk legitimasi genre ini di industri perbukuan.

Prediksi menguatnya genre buku grounded speculative pada 2026 mencerminkan pergeseran cara pembaca memaknai karya fiksi. Genre ini menawarkan keseimbangan imajinasi dan realitas yang membuatnya relevan pada situasi zaman. Tidak mengherankan jika grounded speculative diperkirakan berkembang menjadi salah satu arus utama dunia perbukuan pada 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Pilihan Jurusan Kuliah untuk Orang Kreatif, Maksimalkan Ide-idemu!

01 Jan 2026, 22:06 WIBLife