"Sadari bahwa kekuatan dan kemampuan kamu sendiri membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuanmu dalam memecahkan masalah," kata Dr. Katy Kamkar, Ph.D., C. Psych., seorang psikolog klinis dikutip dari CAMH.
5 Hal yang Bisa Ditiru Gen Z dari Neymar, Kembali ke Piala Dunia 2026!

Selama bertahun-tahun, Neymar dikenal sebagai salah satu pemain paling berbakat di dunia. Namun perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. Cedera panjang, kritik dari media, sampai absennya dia dari timnas Brasil sempat membuat banyak orang mengira masa terbaik Neymar sudah selesai. Tapi menjelang Piala Dunia 2026, Neymar justru kembali dipanggil timnas Brasil setelah lama tidak masuk skuad utama. Hal itu membuat namanya kembali jadi sorotan dunia sepak bola.
Buat Gen Z, perjalanan Neymar sebenarnya punya banyak pelajaran penting. Di balik gaya hidup glamor dan kontroversinya, Neymar adalah contoh seseorang yang tetap berusaha bangkit di tengah tekanan besar.
1. Tidak menyerah walaupun sering cedera dan dikritik

Beberapa tahun terakhir jadi masa yang berat untuk Neymar. Ia mengalami cedera ACL serius pada 2023 dan harus absen panjang dari timnas Brasil. Banyak orang mulai meragukan apakah ia masih layak bermain di level tertinggi. Bahkan sempat ada momen ketika Neymar beberapa kali tidak dipanggil untuk skuad Brasil menuju Piala Dunia 2026.
Namun Neymar tidak berhenti mencoba. Setelah kembali ke Santos, ia perlahan memperbaiki performanya dan akhirnya dipanggil lagi ke timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 oleh Carlo Ancelotti. Pemanggilan ini bisa menjadi simbol kepercayaan baru terhadap pengalaman dan kualitas Neymar meski sempat lama absen.
Buat Gen Z yang sering merasa hidupnya gagal ketika satu rencana berantakan, perjalanan Neymar menunjukkan bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Kadang, seseorang memang perlu waktu untuk pulih sebelum akhirnya kembali lagi lebih kuat.
2. Tetap percaya diri meski banyak diragukan

Neymar adalah salah satu atlet yang paling sering dikritik di media sosial. Mulai dari gaya bermain, kehidupan pribadi, sampai kondisi fisiknya selalu jadi bahan pembicaraan. Tapi di tengah semua komentar itu, Neymar tetap percaya pada dirinya sendiri dan terus mencoba kembali ke level terbaiknya.
Hal ini relevan untuk Gen Z yang hidup di era media sosial dan sering merasa minder karena komentar orang lain. Neymar memperlihatkan bahwa seseorang tidak bisa terus hidup berdasarkan pendapat publik. Kadang, rasa percaya diri memang harus dibangun dari dalam diri sendiri.
3. Berani memulai lagi dari awal

Setelah meninggalkan sepak bola Eropa dan mengalami masa sulit di Al-Hilal, Neymar memilih kembali ke klub masa kecilnya, Santos. Banyak orang menganggap keputusan itu sebagai langkah mundur. Namun justru dari sana Neymar perlahan menemukan kembali ritme bermainnya.
Buat Gen Z, keputusan Neymar kembali ke Santos jadi pelajaran penting bahwa memulai ulang bukan sesuatu yang memalukan. Tidak semua orang harus selalu terlihat naik terus. Kadang, seseorang perlu kembali ke tempat yang membuatnya nyaman untuk membangun dirinya lagi dari awal.
4. Tetap fokus pada tujuan meski kecewa

Menjelang Piala Dunia 2026, Neymar sempat kembali dicoret dari beberapa pertandingan karena cedera dan kondisi fisik. Hal itu membuatnya kecewa, tetapi ia tetap menunjukkan keinginan besar untuk terus mengejar target bermain di Piala Dunia.
Bagi Gen Z yang sering menghadapi rasa kecewa karena gagal kerja, gagal kuliah, atau gagal mencapai target hidup, hal ini bisa menjadi pelajaran. Neymar menunjukkan bahwa kecewa itu normal, tapi hidup tetap harus berjalan dan tujuan tetap perlu diperjuangkan.
5. Tetap jadi diri sendiri di tengah tekanan dunia

Neymar selalu punya gaya sendiri, baik di dalam maupun luar lapangan. Banyak orang menyukainya, banyak juga yang tidak. Tapi satu hal yang terlihat jelas: Neymar tidak mencoba menjadi orang lain demi menyenangkan semua pihak. Hal ini membantunya bertahan dan mengelola stres.
"Ketahanan sangat penting dalam dunia olahraga karena atlet perlu menggunakan berbagai keterampilan dan strategi psikologis untuk mengelola stres dan tekanan sehari-hari yang mereka alami," jelas Dr. Katy.
Hal ini sangat dekat dengan kehidupan Gen Z sekarang. Di media sosial, banyak orang merasa harus tampil sempurna agar diterima lingkungan. Dari Neymar, Gen Z bisa belajar bahwa seseorang tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Yang paling penting adalah tetap mengenal diri sendiri dan tidak kehilangan identitas hanya demi validasi publik.
Buat Gen Z yang sering merasa tertinggal atau takut gagal, perjalanan Neymar jadi pengingat bahwa hidup tidak selalu berjalan lurus. Kadang seseorang harus jatuh dulu, diremehkan dulu, bahkan kehilangan banyak hal sebelum akhirnya bisa kembali berdiri dan membuktikan dirinya lagi.



















