"Kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan utama. Banyak anak muda lebih memilih memastikan kondisi finansial dan kehidupan pribadinya stabil sebelum berkomitmen dalam hubungan. Fisher menyebut fenomena ini sebagai "slow love", yaitu kecenderungan membangun hubungan secara perlahan melalui pertimbangan yang matang sebelum memutuskan berkomitmen," Ungkap Dr. Helen Fisher, antropolog sekaligus Chief Scientific Advisor, dikutip dari First Things.
Kenapa Gen Z Gampang Banget Terjebak Situationship? Cek Faktanya!

- Banyak Gen Z memilih situationship karena fokus membangun karier dan stabilitas finansial, sehingga hubungan tanpa label terasa lebih ringan dibanding komitmen penuh.
- Tingginya kesadaran emosional membuat Gen Z lebih berhati-hati menjalin hubungan, namun sering berujung pada kedekatan tanpa arah yang jelas.
- Budaya kencan digital memberi banyak pilihan pasangan, mendorong generasi muda menikmati fleksibilitas hubungan tanpa tekanan untuk segera berkomitmen.
Pernah merasa dekat dengan seseorang, saling memberi perhatian, rutin bertukar kabar, bahkan menghabiskan akhir pekan bersama, tetapi ketika ditanya, "Jadi kita ini apa?" jawabannya justru menggantung? Fenomena ini bukan lagi cerita segelintir orang. Belakangan, situationship terasa semakin akrab dalam kehidupan percintaan gen Z.
Hubungan yang tidak punya label ini sering kali membuat seseorang berada di antara harapan dan ketidakpastian. Ada rasa nyaman untuk bertahan, tetapi juga ada kegelisahan karena tak pernah benar-benar tahu arah hubungan tersebut. Lalu, kenapa gen Z begitu mudah terjebak dalam situationship?
1. Takut berkomitmen, bukan berarti takut jatuh cinta

Banyak gen Z sedang berada di fase membangun hidup. Mereka dihadapkan pada biaya hidup yang terus naik, persaingan kerja yang semakin ketat, hingga tuntutan untuk sukses di usia muda. Di tengah kondisi tersebut, hubungan yang menuntut kepastian sering kali terasa seperti tanggung jawab tambahan yang belum siap dipikul.
Situationship akhirnya menjadi jalan tengah. Kedekatan emosional tetap bisa dirasakan tanpa harus memikirkan masa depan hubungan. Ada ruang untuk saling mengenal, tetapi tanpa ekspektasi besar yang dianggap bisa membatasi kebebasan atau mengganggu fokus mengejar tujuan pribadi.
2. Kesadaran emosional yang tinggi justru membuat hubungan semakin rumit

Gen Z tumbuh di era ketika kesehatan mental, boundaries, dan self-worth menjadi topik yang akrab dibicarakan. Kesadaran ini membuat banyak orang lebih selektif dalam memilih pasangan dan tidak ingin terburu-buru menjalin hubungan hanya karena merasa kesepian.
Di sisi lain, kehati-hatian tersebut kadang membuat hubungan berjalan terlalu lama tanpa arah. Kedua orang sama-sama menikmati kedekatan yang ada, tetapi sama-sama enggan memulai percakapan tentang komitmen. Akibatnya, hubungan terus berjalan dalam ketidakjelasan hingga salah satu pihak mulai mempertanyakan kepastian.
3. Hubungan modern terasa lebih fleksibel

Budaya kencan saat ini juga ikut berubah. Kehadiran aplikasi kencan dan komunikasi digital membuat seseorang lebih mudah bertemu orang baru. Pilihan yang terasa tidak ada habisnya membuat sebagian orang memilih menikmati hubungan apa adanya tanpa merasa perlu segera memberi label.
"Situationship mencerminkan cara generasi muda merekonstruksi hubungan modern, menikmati kedekatan tanpa harus langsung terikat pada komitmen jangka panjang," ungkap Elizabeth Armstrong, Profesor Sosiologi University of Michigan, dikutip dari BBC.
Situationship memang tidak selalu berakhir buruk. Namun ketika hanya satu pihak yang berharap hubungan berkembang sementara yang lain nyaman dengan ketidakjelasan, di situlah luka sering bermula. Sebab, yang paling melelahkan bukan menunggu seseorang datang, melainkan menunggu kepastian yang tak pernah benar-benar diberikan.
![[QUIZ] Apakah Kamu sedang Terjebak Hubungan yang Tidak Sehat?](https://image.idntimes.com/post/20250426/hubungan-toxic-cover-image-50bc9cb60838c5875f508ad207ab0b0d-d19386cbdb33e3bc15efd05818de5d10.jpg)













![[QUIZ] Apakah yang Diam-diam Menguras Energimu?](https://image.idntimes.com/post/20250526/screenshot-2025-05-26-202516-729cf6c4f291ffce1d7960e8c2669322-5a44734b85c8b188169eddc8560450aa.png)

![[QUIZ] Kamu Lebih Takut Kehilangan Orang Lama atau Sulit Menerima Orang Baru?](https://image.idntimes.com/post/20250110/pexels-timur-weber-8559962-5d6f08b51929b8e333126ddaadc00dcf-762f58fd6f05abd17ca34afc7abffec0.jpg)

![[QUIZ] Kamu Tipe yang Mengejar Kepastian atau Pilih Memendam Perasaan?](https://image.idntimes.com/post/20250404/1000364572-8e6cdbaa65f4e71fa923a95a4e3ce8a4-8ba1a3a484596e7419cd493aaff26824.jpg)
![[QUIZ] Kuis Gambar Ini Temukan Apa Pemicu Overthinking Terbesarmu?](https://image.idntimes.com/post/20250526/1000257441-1758a0692afbc8274363a550b6365bae-7a6ee3e898cdcd72553f08b80e5681ae.jpg)
